Kamis, 02 Juni 2016

Bahaya wahabi

Peringatan Kemenag akan Bahaya Wahabi Mencetak Kitab Kuning Palsu

Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan kepada pihak pondok pesantren bahwa fenomena perang pemikiran yang terjadi sekarang ini di kalangan internal umat Islam, telah mengancam isi dari kitab kuning. Kitab Kuning yang menjadi rujukan pesantren kepada kitab-kitab keislaman kontemporer ini menjadi legitimasi arus pemikiran di luar yang telah diajarkan oleh para penulisnya. Hal itu disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Ace Saefuddin usai menerima perwakilan dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) di kantor Kemenag Jakarta. “Saat ini upaya pengubahan dan penyusupan isi (pemalsuan) kitab-kitab pelajaran agama atau biasa disebut kitab kuning semakin gencar,” ujarnya, Kamis (23/1).

Hal ini, menurut dia, terjadi karena perang pemikiran antara kelompok Salafiyah yang diwakilkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan Kelompok Islam garis keras atau yang biasa dikenal dengan Wahabi. “Di dalam kitab yang disusupi ada kalimat-kalimat tertentu yang menyalahkan arti sehingga mengandung perbedaan faham,” kata dia. Penyusupan itu, kata Ace, seperti dengan tahrib atau menghilangkan ide yang asli, ada juga melalui tahqiq atau membuat tafsir baru seperti AlQurannya Ahmadiyah. Penyusupan terjadi melalui software komputer dalam penggunaan kitab-kitab ini yaitu Maktabah Syamila yang kini mulai populer digunakan dikalangan para santri pondok pesantren modern. Karenanya, ia mengingatkan kepada pihak pondok pesantren baik Kiai atau santri untuk memperhatikan hal ini. Pihaknya juga menghimbau agar Kiai bisa memberikan pemahaman yang benar sesuai asli penulisnya kepada para santri. Ini sebagai bentuk antisipasi, agar santri bisa membedakan seperti apa kitab-kitab yang masih asli sesuai karangan penulisnya dan mana yang telah diubah.

Wahabi Mencetak Kitab Kuning Palsu

Begitu banyak kitab para ulama dicetak dan beredar, tetapi isinya sudah diputar-balik sedemikian rupa, sehingga seolah-olah penulisnya itu 100 persen cocok dengan ‘selera’ mereka. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah kitmanul-haq, atau setidaknya sebuah pengkhianatan. Dalam istilah ilmu hadits, namanya tadlis.

Berikut isi kitab kuning yang telah diubah oleh tangan-tangan jahil Wahabi.

Bila dalam kitab kuning al-Ibanah karya Imam Abul Hasan al-Asy’ari terdapat tulisan yang secara eksplisit maupun implisit mendukung tajsim dan tasybih, maka dipastikan kitab tersebut diubah.Bila dalam kitab kuning Shahih Bukhari, pasal al-Ma’rifah dan Bab al-Madholim tidak ada/hilang, maka dapat dipastikan kitab tersebut diubah, karena Imam Ibnu Hajar al-Asqolani dalam Fathul Bari menjelaskan adanya pasal tersebut.Bila pasal Ziarah Kubur Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam kitab kuning Riyadlus Sholihin berubah menjadi pasal Ziarah Masjid Nabawi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, maka kitab tersebut diubah.Di dalam kitab Diwan Asy Syafi’i halaman 47 ada bait yang berbunyi, “Faqihan wa Shufiyyan Fakun Laisa Wahidan, yang artinya “Jadilah ahli fiqih dan Shufi sekaligus, jangan hanya salah satunya…dan seterusnya.” Bila bait ini hilang maka kitab kuning tersebut diubah.Bila Hadits tentang Fadhoil Maryam, Asiyah, Khodijah dan Fatimah hilang dari kitab Shahih Muslim, maka kitab itu diubah karena Mustadrak al-Hakim mencatat itu.Bila Hadits tentang Nabi SAW mempersaudarakan Muhajirin dan Anshor, serta mempersaudarakan dirinya dengan Sayidina Ali tidak ada di dalam Musnad Imam Ahmad, maka Musnad tersebut diubah.Bila pasal khusus tentang Wali, Abdal, Sholihin dan Karomah, tidak ada di dalam Hasyiyah Ibnu Abidin yang bermadzhab Hanafi, maka kitab tersebut diubah.Bila tulisan bahwa “Wahabi adalah jelma’an khawarij yang telah merusak penafsiran Al-Qur’an dan As-Sunnah, suka membunuh kaum muslimin…dan seterusnya” dalam kitab Hasyiyah Ash-Showi ala Tafsir Jalalain karya Syeikh Ahmad bin Muhammad Ash-Showi al-Maliki halaman 78 tidak ada, maka kitab tersebut diubah!Di dalam kitab Al-Fawaid Al-Muntakhobat karya Ibnu Jami Aziz Zubairi halaman 207 menyatakan bhwa Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah Thoghut Besar. Bila tulisan ini tidak ada, maka kitab tersebut diubah.Bila Bab Istighothah pada kitab al-Mughni karya Imam Ibnu Qudamah al-Hanbali tidak ada, maka kitab tersebut diubah.

dan masih banyak lagi kitab-kitab kuning yang sudah dirubah oleh Kaum Wahabi. Maka berhati-hatilah, bergurulah dengan guru yang bersanad dengan cara talaqqi. karena pegangan guru yang bersanad adalah pegangan yang selamat.

Membedakan ayam saigon dan ayam bali

membedakan saigon asli dengan ayam
bali
1.  kepala kepala ayam vietnam bentuknya tajam dengan mata
berwarna merah serta dekat telinga terdapat kerutan yang
menggumpal dan sejak lahir memang sudah gundul.
kepala ayam bali bentuk kepalanya dan matanya  sama persis
dan didekat telinga terdapat kerutan kulit serta bulu sedikit
dikepalanya , yang membedakan sama ayam saigon hanya
warna bulu dan ukurannya saja.
2. kepala ayam saigon lebih besar dan tulangan leher juga
lebih besar.
kepala ayam balik justru sebaliknya
3. Ayam gundul di ganoi ada 2 tipe dimana sejak kecil sudah
gundul dan ayam vietnam yang bulunya tidak gundul . Untuk
yang tidak gundul mereka menggundulin ayam mereka dan
memberi ramuan supaya kulit ayam yang tadinya tipis bisa
menjadi berkerut.
4. Keistimewaan ayam vietnam yaitu tulangan besar dan tahan
pukul, tapi ternyata yang di indonesia kebalikannya mukul
terus lalu tinggalkan arena.

Minggu, 08 Mei 2016

Plus minus ayam aduan

plus minus tentang ayam aduan +
katuranggan ayam aduan juga jenis ayam
aduan
A.    Pengertian Ayam Aduan
Ayam aduan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai
pengertian sebagai berikut : “Ayam (n) unggas yang pada
umumnya tidak dapat terbang, dapat dijinakkan dan dapat
dipelihara, berjengger, yang jantan berkokok dan bertaji,
sedangkan yang betina berkotek; -aduan : ayam jantan yang
dipiara untuk diadu; ayam sabungan”
B.    Jenis-jenis Ayam Aduan
Ada berbagai jenis macam ayam aduan, antara lain ayam
aduan jenis ayam Bangkok, ayam aduan jenis ayam Vietnam,
dan ayam aduan jenis ayam Burma. Masing-masing dari jenis
ayam aduan tersebut mempunyai keunggulan serta
kekurangan apabila dibandingkan antara jenis ayam aduan
yang satu dengan yang lainnya, namun ayam Bangkok lebih
banyak mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan
ayam Vietnam ataupun ayam Burma.
Keunggulan ayam Bangkok memang sulit ditandingi oleh jenis
ayam aduan lain, seperti ayam Vietnam, dan ayam Burma.
Dalam menghadapi lawan tarungnya, ayam Bangkok memiliki
daya juang dan semangat tinggi, stamina baik, pantang
menyerah, memiliki mental baik, agresif. Serangan serta
pukulannya selalu disarangkan ke arah lawan dengan tempo
cepat dan akurat. Kombinasi pukulan atas-bawah, samping,
sering membuat pusing lawan. Kepandaian menghindari
pukulan lawan, mengambil posisi yang baik pada setiap gerak
dan langkah, sehingga sulit menerima serangan dan pukulan
lawan (Hardi Soenanto, 2003 : 10).
Beberapa jenis ayam aduan yang pernah jaya dan populer
sebagai ayam aduan di Indonesia antara lain ayam bali, ayam
sumatera, ayam bangkalan, ayam ciparage, ayam banten, ayam
tolaki, dan ayam kedu. Meskipun popularitas ayam Bangkok
tak tertandingi, ayam aduan lokal juga tetap dipelihara. Selain
untuk aduan, ayam jago lokal juga banyak dicari untuk
keperluan berbagai acara adat dan keagamaan
C.    Karakteristik Ayam Aduan
Seperti petinju, ayam aduan yang hebat dan kuat sehingga
dapat memenangi banyak “kejuaraan” juga memiliki ciri-ciri
khusus. Ciri-ciri yang dimaksud antara lain sebagai berikut :
1.    Kakinya kuat dan kokoh. Hal ini akan membuat
tendangan dan sabetan-nya sangat mematikan. Tentu saja,
harus juga ditunjang oleh keberagaman sabetan dan
tendangan yang dimilikinya.
2.    Bermental juara. Artinya memiliki mental yang kuat,
berani, dan tak gentar menghadapi lawan sebesar apa pun.
3.    Staminanya bagus, sehingga selalu kuat menghadapi
gempuran lawan dan mampu melakukan serangan balik yang
mematikan.
4.    Lincah, gesit, dan memiliki teknik menyerang yang
beragam serta cepat mengetahui titik kelemahan lawan.
5.    Sudah punya pengalaman bertarung dan umurnya cukup
matang.
6.    Senantiasa dirawat dengan baik, serta telah menempuh
pelatihan yang memadai
Menurut Teraporn Sinthuwong dan Yuni Rachmi dalam
“Media Ayam”, 2002, Halaman 26-27, yang telah dikutip oleh
Hardi Soenanto dalam bukunya yang berjudul “Beternak Ayam
Bangkok”, disebutkan tentang kelebihan dan kelemahan dari
ayam aduan Thailand (Bangkok), ayam aduan Burma, dan
ayam aduan Vietnam sebagai berikut :
Kelebihan ayam aduan Thailand (Bangkok)
1.    Ayam aduan Thailand mempunyai karakter out-standing,
tubuh ramping kuat, rambut berkilau, dan warna.
2.    Mempunyai banyak ukuran berat badan, kecil, memiliki
berat 2-2,7 kg, sedang memiliki berat 2,8-3,3 kg, besar
memiliki berat 3,4-5 kg.
3.    Tubuh ramping, elegan ketika berdiri atau berjalan, badan
tegap, kokoh, cerdas, kulit warna merah dan tebal.
4.    Tipe dan kemampuan bertarung bagus, mampu
memegang, menunggang, menekan, mengunci, menundukkan,
menjepit, mematikan melalui kaki, berlari memukul tubuh
lawan, memukul punggung, memukul wajah, memukul bagian
bawah.
5.    Ketika bertanding pantang menyerah, sekalipun dalam
kondisi yang cukup parah, bila perlu sampai mati.
Kelemahan ayam aduan Thailand (Bangkok)
1.    Ketika bertanding dengan ayam aduan Burma, ayam
aduan Thailand lebih lambat.
2.    Memukul telinga dan mata kurang dari ayam Burma.
Ayam aduan Burma lebih cepat dan lebih teliti (dalam hal
tendangan).
3.    Tulang dan struktur lebih besar daripada ayam aduan
Burma tetapi lebih kecil daripada ayam aduan Vietnam
(Saigon).
4.    Pukulannya berat, tetapi ayam aduan Vietnam lebih kuat.
5.    Dalam bertarung lebih cepat lelah dibanding ayam aduan
Vietnam.
Kelebihan ayam aduan Burma
1.    Dalam bertarung gerakannya lebih cepat di saat melarikan
diri atau menjauhi lawannya, lebih berkesan aktif. Pandai
mencuri kesempatan dan menunggu kesempatan untuk
memukul.
2.    Teliti, pukulannya sesuai sasaran, hati-hati dalam
memukul lawan, pandai menggunakan taji.
3.    Ayam Burma penuh akal saat bertarung mereka bisa
menjatuhkan diri. Ketika memberi pukulan berlagak seperti
benar-benar memukul, tetapi ketika memukul energinya tidak
pernah berkurang.
Kelemahan ayam aduan Burma
1.    Struktur tubuh lebih kecil daripada ayam Thailand. Ketika
memberi pukulan pada tubuh ia tidak dapat berdiri lama.
2.    Ketegapan dan kegigihan kurang dari ayam Thailand.
Kelebihan ayam aduan Vietnam (Saigon)
1.    Mereka juga sama terkenal seperti ayam aduan Thailand
maupun ayam aduan Burma, dan yang lainnya.
2.    Struktuir tubuh dan tulang lebih besar dari ayam aduan
Thailand, kulit juga lebih tebal. Ayam aduan Vietnam mampu
berdiri lebih lama.
3.    Lebih berat daripada ayam aduan Burma maupun ayam
aduan Thailand, teliti dalam bertarung, selalu memukul tubuh
lawan, ini dapat membuat musuh lari menjauh.
4.    Ketegapan dan kegigihannya tinggi, mempunyai paru-
paru besar, sehingga mampu bertanding dalam tempo lama.
Kelemahan ayam aduan Vietnam (Saigon)
1.    Mempunyai tipe dan teknik bertarung yang kurang cantik,
kadang nampak seperti bodoh, lambat, membiarkan musuh
menyerang 3-4 kali, kemudian ia bertarung kembali.
2.    Mempunyai bulu yang gampang pecah, tidak berkilau,
kurang cantik, bulu gampang patah jika kena pukulan lawan
Selain yang telah disebutkan di atas, masih ada beberapa
karakteristik dari ayam aduan jenis ayam Bangkok, antara lain
:
1.    Kepala bulat, memanjang atau lonjong seperti jambe /
pinang.
2.    Mata letaknya menjorok ke dalam, agak sipit dan bersinar
tajam.
3.    Kulit muka kasar, tebal, berwarna merah.
4.    Jengger kecil dan bervariasi.
5.    Paruh besar, kuat melengkung, beralur mulai dari lubang
hidung ke arah muka.
6.    Tulang alis menonjol ke depan.
7.    Lubang hidung agak ke depan.
8.    Badan panjang dengan sikap badan tegak.
9.    Leher panjang dan tegak sejajar badan tegak.
10. Kaki panjang berbentuk belimbing, persegi, atau bulat
dengan sisik rapat dan bersih.
11. Jari kaki panjang, kecil, kuat, susunan jarinya mekar.
12. Bulu badan kecil-kecil, kering kemrisik, mengilat, dengan
warna bervariasi.
13. Bulu sayap agak pendek, tipis, kaku.
14. Bulu ekor lebat, panjang, kaku, kuat, meruncing ke
belakang, mengilat.
15. Tunggir atau berutu besar, kuat kedudukannya, rata, dan
rapat dengan badan.
16. Bunyi kokok rata-rata berirama pendek
Lewat katuranggan, yaitu pengetahuan khusus yang
menghubungkan antara bentuk fisik dan kemampuan
batiniah, biasanya diketahui kualitas ayam jago begitu melihat
penampakan fisiknya. Katuranggan ditentukan terutama oleh
ules atau warna bulu ayam jago serta corak fisik lainnya. Secara
singkat ules-ules tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.    Batu karang. Ayam jago yang termasuk ules ini pucuk jari
kedua kakinya pecah-pecah.
2.    Basunanda. Tanda-tandanya adalah ayam jago memiliki
warna kaki kelabu kehitaman.
3.    Begananda. Tanda-tandanya adalah ayam jago memiliki
warna kaki kuning kemerahan.
4.    Mas sinangling dan mas tinuruh cirinya hampir sama, yaitu
memiliki bulu warna putih kehijauan dan kaki berwarna
kuning, tetapi pada mas sinangling lebih kuning.
5.    Naga mangsa, naga pinatrap, dan naga tumurun. Ini jenis
ules yang ditunjukkan oleh sisik kaki jago. Naga mangsa
sisiknya rapat sekali, naga pinatrap sisik kakinya teratur
seperti kulit salak, sedangkan naga tumurun garis sisik kaki
belakang menghadap ke bawah.
6.    Kopek dan kopyor. Kopek adalah ayam yang pukulannya
membuat lawan buta. Kopyor adalah ayam yang
penampilannya membuat musuh bergetar.
7.    Sura dan sura dukun. Ayam jago berules sura  warna
bulunya hijau keputihan dan kakinya hitam. Namun ada juga
yang blorok atau lurik. Sura dukun dicirikan oleh bulu
lancurnya yang berdiri tegak.
8.    Yuwono dan yuwono moto. Ayam jago berules yuwono
memiliki bulu panjang bersusun tiga. Disebut yuwono moto
bila sepasang bulu lancurnya tegak, kakinya bersih tak
bersisik.
9.    Wiring galih dan wiring kuning. Wiring galih bulu
badannya hitam dengan bulu hias merah kecokelatan. Wiring
kuning bulu badannya hitam, bulu hiasnya merah, dan bulu
ekornya berwarna hitam.
10. Jragem. Tanda-tandanya hampir mirip wiring, yaitu bulu
dasarnya hitam mulus, dengan sedikit bulu hiasnya berwarna
merah kehitaman.
11. Pinunjul, rupa, tanjung karang, dan tunggak alingan.
Ayam jago tergolong pinunjul bila pada dadanya ada bulu-
bulu halus. Tergolong rupa bila kakinya agak merah dan ujung
paruhnya melengkung. Tanjung karang berarti tajinya
sungsung atau seperti tanduk, melengkung, kuat dan tajam.
Disebut tunggak alingan bila kedua jari kaki belakangnya
mencuat ke atas
Ada beberapa ciri pada ayam Bangkok yang dipercaya memiliki
keunggulan atau disebut saja keistimewaan dalam hal
bertarung dengan lawannya. Misalnya ayam Bangkok dengan
warna bulu dasar hitam, bulu hias kuning merah sering
disebut “Wiringkuning” , warna bulu dasar  hitam diikuti bulu
hias merah-coklat disebut “Wiringgalih”, dan sebutan
“Jragem”, untuk ayam berwarna dominan hitam atau sedikit
terdapat bulu hias merah-hitam. Demikian pula pada kaki
ayam Bangkok ada sisik kaki “Ulen” , sisik kaki ”Melingkar”,
sisik telapak kaki “Batu Lapak”, dan sisik telapak jari “Batu
Rambat” .
Masih ada lagi tanda atau ciri yang dipakai sebagai ukuran
baik tidaknya ayam Bangkok tersebut dalam bertarung, yaitu
pada gaya petarung, jika gaya bertarung gaya atas-bawah, ini
adalah suatu tanda bahwa ayam tersebut memiliki kecerdasan.
Kemudian posisi atau bentuk kaki jika sedang diangkat
badannya, bentuk kaki silang sejajar, pukulannya keras,
sedang posisi kaki membuka (mbekar), pukulannya kurang
akurat. Secara umum kaki ayam aduan harus ideal, tidak hanya
pada tubuhnya saja atau penampilannya, kaki yang ideal lebih
mudah memukul dan pukulannya lebih telak walaupun
bertarung dalam waktu lama, yang bisa menghabiskan tenaga,
namun pukulan yang disarangkan tepat sasaran, meski saat
memukul tergesa-gesa. Kekuatan dan keakuratan pukulan
dipengaruhi oleh keseimbangan antara kaki kiri dan kaki
kanan, disamping ditunjang oleh otot-otot yang yang kuat dan
pangkal paha
Sama seperti mengenali ayam Bangkok, beberapa jenis ayam
aduan lokal dapat juga dikenali ciri-ciri fisiknya. Bentuk dan
ukuran kepala, badan, leher, kaki, dan warna bulu yang
dimilikinya, antara jenis satu dan lainnya berbeda.
Ciri-ciri tersebut antara lain :
1.    Ayam Bali
Ciri khas ayam bali adalah batang leher sampai temboloknya
tidak ditumbuhi bulu dan kulitnya tebal berwarna merah.
Ayam ini berleher pendek dan kokoh. Badannya ramping,
padat, dan ketika berdiri tegak membentuk sudut 60 derajat.
Beratnya rata-rata sekitar 2,5 kg / ekor. Ayam ini memiliki
sayap besar, kaku, dan berwarna hitam. Bulu hiasnya kecil,
panjang, dan berwarna merah. Bulu ekornya keras, panjang,
dan berwarna hitam kehijauan. Selain itu, bentuk kepalanya
oval dan di atas ubun-ubunnya ditumbuhi bulu-bulu lembut.
Jenggernya menyumpal, berbentuk kecil, dan berwarna merah.
Pial dan cupingnya merah. Matanya tergolong besar, berwarna
merah, dan agak tersembunyi letaknya. Paruhnya berwarna
kuning, bentuknya pendek, besar dan kuat. Bentuk kakinya
tergolong tidak panjang, tetapi nampak kokoh. Sisiknya besar,
tersusun rapi, dan berwarna kuning kehijaun. Tajinya besar.
Lurus, dan tajam.
2.    Ayam Banten
Ayam banten bersuara keras. Bila bertarung, pantang
menyerah. Rata-rata beratnya 2 kg / ekor. Kepalanya oval.
Paruhnya kuat, panjang, runcing, dan berwarna pucat. Ayam
ini memiliki jengger tunggal. Lehernya pendek dan kokoh.
Badannya ramping tegap membentuk sudut 60 derajat. Bulu
hias pinggang kecil runcing berwarna putih cokelat. Tajinya
keras dan tajam. Jari-jari kakinya besar.
3.    Ayam Ciparage
Ada dua jenis ayam ciparage, yaitu jalak yang berwarna hitam
dan jail emas yang berwarna lurik cokelat kuning keemasan.
Turunannya terkenal hebat, tangkas, dan tangguh kalau
bertarung. Fisiknya hampir sama dengan ayam Bangkok,
dengan berat rata-rata sekitar 2-2,5 kg /ekor. Bentuk kepala
ayam ini bulat dengan jengger tunggal, kecil bergerigi dan
berwarna merah. Paruhnya pendek dan kuat. Lehernya besar
dengan tembolok menjorok ke dalam. Postur tubuhnya
ramping. Kakinya panjang dengan sisik rata dan halus. Tajinya
melengkung dan tajam. Ekornya panjang, tetapi bulu
badannya pendek.
4.    Ayam Sumatera
Secara umum ayam sumatera tergolong kecil. Berat badan
ayam jantan hanya 2 kg. namum ayam ini tergolong atletis,
dadanya bidang dan kekar tegap. Bulu sayapnya pendek, kaku,
dan berwarna kehijauan. Bulu dadanya berwarna hitam. Bulu
punggungnya merah, kuning, ungu, atau hijau. Bentuk bulu
ekornya yang panjang berwarna kehijauan adalah ciri paling
mencolok dari ayam ini.
Ayam ini memiliki kepala oval, paruh abu-abu atau hitam,
ukurannya besar dan tubuhnya kuat. Matanya merah
kehitaman dan agak tersembunyi sehingga tampak galak. Kulit
muka merah ditumbuhi rambut halus yang jarang. Jenggernya
berbentuk ercis atau seperti kapri. Jengger, piar, dan cuping
telinganya  kecil dan berwarna merah. Lehernya pendek, tegak
lurus, dan berbulu tebal. Selain itu, ayam ini memiliki paha
yang kuat dengan jarak kedua paha cukup lebar. Kakinya
panjang, bersisik rapat berwarna abu-abu, jari kokoh, dan
bertaji mencuat tajam. Hal tersebut makin menegaskan sifat
ayam ini yang termasuk galak. Daya tarungnya hebat. Menurut
catatan, ayam yang berasal dari Sumatera Barat ini telah
dieksport ke Amerika Serikat pada tahun 1847, lalu dibawa ke
Jerman (1882) dan ke Inggris (1902).
5.    Ayam Kedu
Ayam ini tergolong besar. Berat jantannya 3-3,5 kg / ekor.
Beratnya agak miring ke belakang, tetapi tetap kokoh.
Dadanya lebar dan besar. Sayapnya kuat. Kepalanya bulat.
Jenggernya ercis atau seperti kapri, dan hanya memiliki
segumpal pial kecil, atau bahkan tidak ada sama sekali.
Matanya tampak galak. Kedua kaki agak berjauhan dan daging
paha relatif tebal.
6.    Ayam Bangkalan
Tajinya besar melengkung, tajam, dan sering digunakan untuk
melukai mata lawan hingga buta. Badannya ramping dan
padat dengan berat sekitar 2,5 kg/ekor. Tongkrongan-nya
tinggi kekar dengan leher pendek yang kokoh. Kakinya
panjang bulat. Warna bulu sayapnya hitam mengilap.
7.    Ayam Tolaki
Ciri khas ayam ini adalah perilakunya yang sangat gesit, liat,
dan suka terbang. Ayam ini mirip ayam hutan merah yang
konon banyak terdapat di Sulawesi Tenggara. Karena itu,
sering disebut juga buras hutan atau butan. Ayam ini bentuk
kepalanya oval. Paruhnya sedang dan melengkung. Kakinya
panjang dan kecil tetapi kokoh dengan taji panjang.
Jenggernya bergerigi. Matanya bulat berwarna merah. Bulu
badan hitam, bulu hiasnya merah kekuningan, dan bulu ekor
merah. Berat tubuh rata-rata 2 kg (Redaksi, 2002 : 13-17).
Salah satu kegiatan sabung ayam di Indonesia yang sangat
dikenal adalah tajen. Permainan “bermandi darah” ini amat
dekat hubungannya dengan judi. Meski juga melibatkan dua
pihak yang saling bertarung, yang ini bukan pertandingan
tinju. Itulah tajen, adu jago khas Bali.
Sabung ayam, alias tajen, sudah lama tumbuh dan
berkembang di Pulau Dewata. Sejak belasan generasi
sebelumnya hingga kini, tajen telah merasuk ke sebagian
warga, terutama laki-laki.
Sebagaimana tak sembarang jagoan bisa terjun di ring tinju,
demikian pula ayam aduan. Ia harus memiliki ciri dan syarat
khusus. Selain bentuk kaki, jambul, atau jejuangan
(keturunana), juga dilihat apakah ia berasal dari trah ayam
berkualitas. Warna bulu, bentuk leher, bahkan komposisi
warna bulu (ules) pun dipertimbangkan.
Malah ada kepercayaan mistis berkaitan dengan ayam seperti
apa saja yang diizinkan masuk ring tajen. Tapi asal daerah
ayam bukan masalah. Tak heran, saat ini ayam aduan dalam
tajen tidak melulu ayam lokal Bali, tetapi juga ayam Lombok,
Jawa, Jepang, Filipina, bahkan…..Amerika! Yang penting ia
tidak mempunyai satu flek hitam di kakinya yang disebut raja
wilah, atau tidak bercirikan warna merah di seluruh urat,
lidah, maupun kulit, yang disebut ayam camah (Brahma).
Kedua ayam itu pantang diadu dalam tajen.
Dalam kitab Anutan Bebotoh (petaruh), disebut sebagai Lontar
Pengayam-ayam, banyak disinggung tentang ayam yang
dijamin tidak keok saat diadu. Selain ciri bawaan ayam yang
mendatangkan keberuntungan, hari pertandingan pun
berpengaruh. Siapa sangka, setiap jenis ayam memiliki hari
baik tersendiri?
Soal perawatan menjadi faktor penting lainnya. Menjelang hari
bertarung perhatian ekstra dicurahkan mulai soal makanan,
perawatan dengan cara memandikan, mengurut, membedaki
kakinya, menjemur, serta melatih si jago agar siap tempur di
arena tajen.
Yang unik, arena aduan membedakan ayam berdasar warna
dan keadaan bulu sekaligus. Buik (bulunya berwarna-warni),
kelau (berbulu abu-abu), bihing (berbulu merah), wangkas
(dadanya berbulu putih, sayapnya berwarna merah). Brumbun
untuk “petarung” dengan kombinasi bulu merah, putih, dan
hitam. Ayam berbulu putih disebut sa.
Sedangkan berdasarkan keadaan bulu, ayam dengan bulu leher
sangat lebat dinamai ook. Bila tumbuh bulu (jambul) di
kepala, disebut jambul. Godek, untuk ayam yang berbulu di
kaki (www.indomedia.com/intisari).
Inggris sudah mengenal tradisi sabung ayam sejak abad
ke-19. Saat itu dikenal sabung ayam sistem welsh main dan
battle royal. Pada sistem welsh main diawali dengan 16 pasang
diadu sampai mati, kemudian diteruskan dari 8 pasang yang
tersisa, lalu 4 pasang, 2 pasang, dan akhirnya tinggal sepasang.
Juaranya adalah jago yang hingga pertandingan terakhir bisa
meng-KO lawannya. Jadi, mirip perlombaan dengan sistem
gugur. Sementara itu, sistem battle royal lebih kejam lagi.
Mirip arena gladiator. Ayam dipasangi taji lalu diadu ramai-
ramai secara bebas sampai tinggal satu pemenang

Kamis, 05 Mei 2016

Beragam jenis nama ayam bangkok Birma ori

Beragam Jenis Ayam BIRMA
ada beberapa jenis birma yang ada di Indonesia dan sudah
tersebar di berbagai kota.
antara lain :
Birma / Pama
Karakter ayam birma original yaitu:
badan kecil berkisar 2-2,7kg,tulangan tipis,bulu lebat warna
dominan jalak widobrintik kecoklatan,kakipadat bulat
dan keras,jari kaki merit,warna kaki kebanyakan hijau biru
hitam dan coklat,ada juga yang kuning.
2. Birma gostan
gostan artinya atret/mundur,adapun cirinyapola tarung nya
tidak mau nempel selalu mundur sambil nimpuk.
3. Birma Rambong
rambong artinya joget/menari karena pola tarung jenis ini
kepala nya goyang ke kanan dan ke kiri lalu mukul
seperti joget dan untuk ciri fisik sama dengan birma ori.
4. Birma Mabin
mabin artinya kuda lompat,ciri fisik sama dengan jenis yang
lain hanya pola tarung nya yang lompat lompat
sambil nyawat/timpuk.
5. Birma Malow
malow artinya lari,gaya tarung nya lari muterin kalangan lalu
balik nimpuk lari lagi ampe musuh nya bosen dan
protes dengan walk out sambil teriak keok campur kesel
6. Birma Kradungtong
kradungtong artinya kancing emas,gaya tarung lebih agresif
pukul ngincer mata paruh dan tenggorokan,rajin
mukul mantep.
7. Birma Drunken
drunken artinya mabuk,gaya tarumg nya keliatan gontai kaya
mabuk.
8. Birma Tandam
tandam artinya mata katak gaya tarung perpaduan beberapa
jenis birma yaitu atret dan menghindar kekanan
dan ke kiri pukul nyawat /nimpuk ,ciri khusus matanya kaya
mata kodok,agak belo keluar.
9. Birma Kaisar
Hanya ciri khusus nya jengger kaya ayam pelung, tegak lebar
dan gede (wilah)

Beragam jenis nama ayam bangkok Birma ori

Beragam Jenis Ayam BIRMA
ada beberapa jenis birma yang ada di Indonesia dan sudah
tersebar di berbagai kota.
antara lain :
Birma / Pama
Karakter ayam birma original yaitu:
badan kecil berkisar 2-2,7kg,tulangan tipis,bulu lebat warna
dominan jalak widobrintik kecoklatan,kakipadat bulat
dan keras,jari kaki merit,warna kaki kebanyakan hijau biru
hitam dan coklat,ada juga yang kuning.
2. Birma gostan
gostan artinya atret/mundur,adapun cirinyapola tarung nya
tidak mau nempel selalu mundur sambil nimpuk.
3. Birma Rambong
rambong artinya joget/menari karena pola tarung jenis ini
kepala nya goyang ke kanan dan ke kiri lalu mukul
seperti joget dan untuk ciri fisik sama dengan birma ori.
4. Birma Mabin
mabin artinya kuda lompat,ciri fisik sama dengan jenis yang
lain hanya pola tarung nya yang lompat lompat
sambil nyawat/timpuk.
5. Birma Malow
malow artinya lari,gaya tarung nya lari muterin kalangan lalu
balik nimpuk lari lagi ampe musuh nya bosen dan
protes dengan walk out sambil teriak keok campur kesel
6. Birma Kradungtong
kradungtong artinya kancing emas,gaya tarung lebih agresif
pukul ngincer mata paruh dan tenggorokan,rajin
mukul mantep.
7. Birma Drunken
drunken artinya mabuk,gaya tarumg nya keliatan gontai kaya
mabuk.
8. Birma Tandam
tandam artinya mata katak gaya tarung perpaduan beberapa
jenis birma yaitu atret dan menghindar kekanan
dan ke kiri pukul nyawat /nimpuk ,ciri khusus matanya kaya
mata kodok,agak belo keluar.
9. Birma Kaisar
Hanya ciri khusus nya jengger kaya ayam pelung, tegak lebar
dan gede (wilah)

Sabtu, 12 Maret 2016

Gaya tarung bangkok asli

Gaya tarung ayam bangkok asli
Ayam petarung atau ayam aduan, terutama ayam
bangkok memiliki ragam teknik bertarung yang
bervariasi. sang pemilik ayam bangkok atau
aduan tidak akan bisa merubah gaya atau teknik
bertarung dari ayam bangkok dikarenakan (akut)
bawaan dari ayam bangkok itu sendiri dan
merupakan sifat khas dari ayam bangkok itu
sendiri. akan tetapi, hal yang dapat dilakukan dari
sang pemilik untuk meningkatkan kualitas dari
ayam bangkok adalah dengan meningkatkan daya
tahan tubuhnya terhadap penyakit, melatih
memperpanjang nafas dan mengeraskan pukulan
tentunya dengan latihan yang teratur diringi
dengan asupan gizi yang seimbang.
Ada beberapa macam gaya bertarung dari ayam
bangkok asli, antara lain:
KONTROL
Gaya bertarung ini merupakan gaya bertarung
ayam bangkok yang paling lugu dan polos. sang
ayam cenderung tidak berusaha mencari peluang
alternatif untuk memukul lawan, hanya saja
berusaha agar posisi kepalanya selalu tegak dan
ada di atas kepala lawan. setelah itu, baru
berusaha mematuk lalu melepaskan pukulan.
keunggulan dari gaya bertarung ini lebih
menghemat kekuatan dan stamina sang ayam
ditandai dengan pernafasan yang dapat diatur
dengan baik yang akan digunakan untuk mencari
kelemahan lawan tanpa menguras energi yang
banyak.
SOLAH
Gaya bertarung ini adalah gaya bertarung yang
paling liar dan biasanya banyak menguras
kekuatan dan stamina. ayam yang memiliki
karakter solah pola pergerakannya lincah.
sehingga karena saking lincahnya dalam
melakukan serangan, pola serangan yang
dibangun pun bermacam-macam dan bervariasi.
gaya ini juga gaya bertarung baik dalam mencari-
cari celah kelemahan lawan. contohnya dari
mengubah gerakan dari kiri ke kanan dan
sebaliknya lalu segera disusul dengan gerakan
atau percobaan pukulan lain ayam yang memiliki
gaya solah ini memang sangat mengagumkan,
akan tetapi gaya ini sangat menguras stamina
dan kekuatan dan pada umumnya memiliki
ketahanan badan yang kurang bagus.
PRANGGAL(MERANGGAL)
Bentuk dari gaya bertarung jenis ini adalah
memukul tanpa mematuk lawan. gaya pranggal
ini memiliki kelebihan dibanding dengan gaya
bertarung lainnya. karena pukulan bisa
dilepaskan dengan seketika atau dengan kata lain
refleks tanpa perlu sebuah ‘pegangan’. yang
mana tak seperti gaya yang lainnya dimana ayam
harus mematuk, menggigit lalu memukul dengan
kedua kaki terlebih dahulu.
MULAR
Jenis dari gaya tarung ini merupakan perpaduan
antara gaya lari dan jaga jarak. jenis ayam yang
memiliki gaya ini akan menjauh dari lawannya
ketika keadaan terdesak dan susah untuk
melancarkan pukulan. ketika lawannya mengejar
di belakang, secara tiba-tiba sang ayam mular ini
bisa berbalik dan melepaskan pukulan ketika
lawannya belum siap. ayam jenis mular ini pada
umumnya memiliki pergerakan kaki yang baik
serta nafas yang tahan lama.
NGALUNG
Gaya bertarung ini ditandai dengan cara
merengkuh leher lawan dan menguncinya, seolah
‘mengalungi’. gaya ini mematikan langkah lawan
sehingga lawan mudah untuk dipukul tanpa
mampu menghindar. ayam jenis ngalung
umumnya memiliki urat leher yang bagus serta
struktur tulang leher yang rapat. tanpa memukul
pun ayam ngalung bisa membuat lawan frustasi.
NGGANDUL
Gaya ini mirip dengan ngalung tetapi gerakan
leher lebih menumpang dibanding merengkuh
sehingga lawan akan menanggung beban karena
‘ditumpangi’.
NYAYAP
Gaya tarung ini bercirikan dengan kepala ayam
masuk ke sayap lawannya. setelah itu keluar dari
ketiak dan setelah posisi memungkinkan, sang
ayam akan melepaskan pukulan ke arah kepala
lawannya. target dari gaya nyayap, selain
pukulan ke kepala, juga akan menyakiti bahu dan
sayap lawan karena dipaksa untuk
merenggangkan dari badan.
DONGKRAK
Gaya bertarung ini bercirikan dengan posisi
masuk di antara kaki lawan, lalu mengambil
nafas dan mencari posisi. setelah itu, dengan
sekuat tenaga berusaha muncul dari arah ekor
lawan sehingga badan lawan akan terangkat
(didongkrak). ketika lawan sedang berusaha
menguasai keseimbangan, maka lawan dapat
dipukul pada berbagai sasaran dari arah
belakang.
DOBRAK
Gaya bertarung ini agak langka, dimana ayam
biasanya akan masuk di antara dua kaki lawan
lalu mematuk paha dan memukul badan bagian
bawah. serangan ini sulit diantisipasi dan
biasanya lawan akan kesakitan dan sulit
membalas karena posisi musuh selalu di bawah.
Mungkin di beberapa daerah pada umumnya bisa
berbeda-beda dalam menyebut jenis gaya tarung
ayam bangkok. akan tetatpi, secara umum seekor
ayam petarung pasti memiliki salah satu gaya
bertarung yang dominan sejak lahir. satu atau
dua gaya tarung yang lainnya juga mungkin dapat
dimiliki sebagai kelebihan tetapi sangat mustahil
bagi seekor ayam untuk memiliki semua gaya
bertarung mengingat adanya kelebihan dan
kelemahan yang ada.

Kamis, 10 Maret 2016

Cara memilih indukan ayam bangkok super

AYAM BANGKOK
CARA PEMILIHAN INDUK
DAN PERAWATAN AYAM
BANGKOK
Untuk mendapatkan ayam bangkok unggul kita
harus tau keturunan dan asal usul induk.Lebih
bagus kalau induk berasal dari kalangan
juara,kalau tidak bagaimana cara mendapatkan
induk ?.Caranya adalah dengan menyeleksi
induk lokal yang ada (bukan dari keturunan
juara) yaitu dengancara diadu induk betina
sama induk betina dan perhatikan cara
bertarungnya dan hasil yang baik adalah leher
dan kepala lawannya lebih banyak memar dan
membesar.Begitu pula untuk induk jantan diadu
dulu selama lebih kurang 2 babak air dan
perhatikan pola bertarungnya.Untuk hasil terbaik
adalah induk jantan hanya melakukan pada
pukulan leher dan kepala,pukulan seperti ini
dapat mematahkan leher serta membuat kepala
lawan robek atau kepala lawannya memar dan
membesar.Setelah itu baru induk dirawat untuk
dikawainkan.
Ciri-ciri induk betina yang bagus
1. Kepala seperti kepala ular,kalau dilihat dari
depan
2. Mata menjorok kedalam dan bersih
3. Badan kalau dipegang seperti botol atau
seperti batang pinang
4. Kaki kering dengan jari kaki halus dan
panjang
5. Tulang sapit udang lebar (tulang dibawah
pangkal ekor) 3 – 4 jari
6. Tidak pernah sakit dari anakan
7. Kalau dapat ada tajinya lebih bagus
8. Bulu mengkilat
Ciri-ciri induk jantan yang bagus
1. Kepala seperti buah pinang
2. Tulang kepala tebal dengan alis menjorok
keluar
3. Tulang leher rapat
4. Kepak sayap rapat ke badan
5. Paruh melengkung sepeti paruh elang dan
agak panjang
6. Kaki dan sisik kering
7. Jari kaki halus dan panjang
8. Tulang ekor(tulang sapit udang) rapat dan
keras
9. Mempunyai kokok yang besar
10. Bulu mengkilat
11. Memiliki badan yang bulat seperti batang
pinang
12. Memiliki tulang yang kokoh dan tegak
seperti burung elang
Usahakanlah dari anak ayam sampai ayam
dewasa dalam pemberian pakan memenuhi
kebutuhan ayam sesuai dengan umurnya.Ayam
yang terpenuhi nilai pakannya dan tak akan
pernah sakit merupakan modal utama untuk
menjadi petarung yang tangguh.Umur induk
jantan baru bisa diambil keturunannya setelah
berumur 1 tahun 6 bulan atau setelah
mengalami satu kali masa mabung/ganti bulu
dan untuk induk betina setelah 3 kali masa
bertelur.Tapi pengalaman yang saya dapati
makin tua induk jantan ataupun induk betina
semakin bagus,selagi induk tersebut masih
produktif dan masih mau kawin.
YANG HARUS DIPERHATIKAN SEBAGAI
AYAM PETARUNG
1. Selain bertulang kokoh dan rapat,ayam aduan
kalau berdiri tegak elang.Ayam seperti ini kalau
berkelahi kepalanya tegak keatas untuk
mematuk kepala lawan dan mempunyai
kekuatan mendorong yang besar waktu
berkelahi.
2. Mempunyai kepak sayap yang rapat
kebadan,sehingga waktu berkelahi kepala lawan
susah masuk kesela-sela sayap dan pukulan
lawan juga sulit masuk ke kepak sayap
ayam,memiliki bulu sayap dan ekor yang
lengkap.
3. Mempunyai sisik kaki yang kering dan
keras.Sewaktu adu pukulan ayam takkan
merasa sakit dan memiliki ruas tulang leher
yang rapat.
4. Mempunyai jari kaki yang kecil dan
panjang.Ayam seperti ini mempunyai pukulan
yang menyakitkan.
5. Mempunyai kaki yang pipih,dimana bagian
samping lebih lebar dari bagian kaki
depannya.Ayam seperti ini memiliki pukulan
yang mematikan.
6. Mempunyai tulang sapit udang/tulang kloaka
yang rapat dan keras.Kalau rapat ayam rajin
melakukan pukulan dan memiliki napas yang
lebih panjang.Semakin keras tulang kloaka/sapit
udang semakin keras pula pukulan yang
dimilikinya.
7. Memiliki kepala seperti buah pinang dan bulu
yang tebal.Kepala seperti ini mempuyai
kelincahan mematuk lawan.Dan bulu yang tebal
berfungsi untuk menahan pukulan yang
diterima.
8. Memiliki pukulan menyilang atau
menggunting.Ayam seperti ini mampu
mematahkan leher lawannya.Ayam ini kalau
hendak memukul posisi kakinya tidak
sejajar,posisi kakinya seperti hendak
melangkah.
9. Mempunyai kaki yang besar pada
pergelangan kaki.Kaki dari lutut sampai
kepergelangan kaki makin besar.Ayam seperti
ini memiliki pukulan yang keras.
10. Untuk ayam pukul pilih ayam yang memiliki
pergelangan kaki yang besar sedangkan untuk
ayam taji pilih ayam yang memilki pergelangan
kaki kecil atau sedang.
WARNA - WARNA BULU AYAM ADUAN/
BANGKOK PERLU DIPERHITUNGKAN
Selain kepintarannya berkelahi ayam bangkok/
aduan memiliki warna bulu yang beragam.Ada
sebagian penghobi suka mengoleksi ayam
aduan dengan warna dan corak bulu
tertentu.Sebetulnya warna bulu mempunyai
pengaruh terhadap penampilan ayam aduan/
bangkok,bahkan bisa mempengaruhi mental
lawannya.Dibawah ini ada beberapa warna dan
corak bulu ayam menurut kelasnya :
1. Wiring Bulu ayam bangkok jantan yang paling
populer dan berkelas adalah warna wiring
kuning. Corak warna wiring adalah terdiri dari
warna dasar hitam dengan bulu rawis leher dan
rawis ekor berwarna kuning kemerahan. Jika
warna rawis yang dominan adalah
kuningkeemasan dan memiliki kaki dan paruh
berwarna kuning maka disebut sebagai wiring
kuning. Jika warna rawis cenderung merah tua
kecoklatan disebut wiring galih.
2. Taduang/hitamBulu ayam bangkok yang
berkelas setelah wiring adalah taduang/hitam,
rawis dan bulu hias juga hitam.Kalau paruh,kaki
dan mata juga hitam maka disebut sipatuang
rimbo.Ayam sipatuang rimbo ini memiliki
keistimewaan atau tuah yang akan kita bahas
nantinya.
3. Bangkeh berbeda dengan wiring yang
memiliki warna dasar hitam, ayam bangkeh
memiliki warna dasar yang hampir sama dengan
rawisnya yaitu kuning kemerahan. Jika warna
bulu cenderung kuning keemasan disebut
bangkeh emas dan jika warna bulu lebih gelap
kemerahan disebut dengan bangkeh api.
4. Kanso/klabu Warna kanso memiliki warna
dasar abu-abu. Jika rawisnya berwarna gelap
atau abu-abu kehitaman disebut dengan kanso
monyet dan jika rawisnya berwarna kuning
kemerahan disebut kanso api.
5. Kuriak/Jali Warna kuriak adalah warna yang
merupakan campuran beberapa warna tapi
dalam catatan ada garis-garis kecil.Atau
campuran beberapa warna dimana setiap helai
bulunya bergaris-garis kecil.Seperti hitam-putih-
hitam-putih ada juga abu-abu-putih abu-abu-
putih dan begitu juga warna yang lainnya.
Jarang ayam bangkok yang berwarna jali. Ada
orang tertentu yang sangat memburu bangkok
asli dengan warna ini karena kelangkaannya
dan berkesan eksotis.
6. Kinantan/putihWarna putih kinantan adalah
warna bulu putih.rawis dan bulu hias juga putih
ditambah sisik dan mata juga putih.ayam warna
ini memiliki tuah/keistimewaan dari ayam yang
lain. Ada juga warna putih usu adalah warna
bulu putih semua termasuk bulu hias dan bulu
rawis,kaki berwarna kuning dan paruh berwarna
putih.warna usu ini juga punya keistimewaan
,kita bahas pada bab berikutnya.
Warna ayam di atas adalah warna-warna utama.
Dalam persilangan lebih lanjut bisa saja masing-
masing warna memiliki varian yang beragam.
Sebagian pengadu menganggap warna sebagai
standar kualitas. Didalam pertarungan warna
bulu memegang peranan cukup berarti karena
warna bulu bisa mempengaruhi mental lawan.
Warna wiring,taduang,dan bangkeh adalah
warna paling berkelas dibanding warna-warna
lain.