Sabtu, 16 Desember 2017

BERADAB DAN BERAKHLAQ KEPADA AHLUL BAIT PARA HABAIB ​SANTRI DURHAKA KEPADA GURU​


Dikisahkan belasan tahun lalu seorang santri yang sedang nyantri di Rubat Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdulloh Assyatiri, dia dikenal sangat Alim hingga mampu menghafal kitab tuhfatul muhtaj 4 jilid. siapa tak kenal dia??

Semua tau bahwa ia sangat Alim bahkan diprediksi sebagai calon ulama besar.

Nah, Suatu hari disaat habib Abdulloh mengisi pengajian rutin santri, tiba tiba habib bertanya tentang santri yang sangat terkenal Alim itu. "Kemana si fulan???"

Semua santri bingung menjawab pertanyaan sang guru.

Ternyata santri yang dimaksud tidak ada di pondok melainkan keluar berniat mengisi pengajian di kota Mukalla tanpa izin.

Akhirnya habib Abdulloh Assyatiri yg sangat terkenal Allamah dan Waliyulloh berkata :"Baiklah orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!!!".

Di kota Mukalla, santri yang sudah terkenal Alim tersebut sudah di nanti nantikan para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di masjid omar Mukalla.

Singkat cerita si santri ini pun maju kedepan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

Allohu akbar !!! Ternyata, setelah membaca amma ba'du si Alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan kitab paling kecil sekelas Safinah pun tak mampu ia ingat sedikitpun....

Sontak dia tertunduk dan menangis.. para hadirin pun heran, "Ada apa ini???",, akhirnya Salah satu Ulama kota mukalla pun menghapirinya dan bertanya; "Saudara mengapa begini??? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?".

Dia menjawab : "Aku keluar tanpa izin habib dari pesantren."

Dia terus menangis , dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib..

Parahnya dia dengan sombong tidak mau meminta maaf!!.

Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang perduli padanya, bahkan hidupnya setelah itu sangat miskin dan terlunta lunta dengan menjual daging ikan kering.

Dan di saat ia meninggal, ia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya Su'ul Khotimah.

Na'udzubillahi Min Dzalik.

PANDUAN DAN DOA MENCARI GURU MURSYID

Seperti mana badan kita dipupuk oleh ibu-bapak kita dari bayi sehingga dewasa, begitu juga dengan roh kita memerlukan seseorang yang boleh mendidik dan mentarbiyyahnya secara berperingkat dari masa ke semasa. Pembimbing atau bapak rohani ini disebut sebagai Mursyid atau Murobbi. Ilmu yang diperlukan untuk membimbing dan terbimbing pula dipanggil sebagai ilmu tasawwuf.

Ilmu tasawwuf pada peringkat bimbingan ini mempunyai beberapa nama lain antaranya:

☆ Ilmu tariqat,
☆ Ilmu hakikat,
☆ Ilmu ihsan,
☆ Ilmu makrifat dan sebagainya.

=> Berkata Imam al-Ghazali: “Ilmu tasawwuf adalah fardu ain kerana tidak sunyi seseorang itu daripada aib atau penyakit batinnya melainkan para Nabi”.

=> Kata Syeikh Abu Hasan asy-Syazili: “Barangsiapa tiada masuk di dalam ilmu ini, yakni ilmu tasawwuf dan tiada mahir dengan selok-beloknya nescaya dia ditakuti mati atas beberapa dosa yang besar padahal ia tiada mengetahui akan yang demikian itu”.

=> Kata Syeikh Ibnu Abbad dalam syarah Hikam: “Dan ilmu tasawwuf inilah segala ilmu yang seharusnya bagi manusia  dikaramkan sepanjang umur di dalamnya sehingga umur yang lanjut untuk menuntutnya, dan jangan merasa cukup daripada ilmu ini walau banyak sekalipun yang dimilikinya apakan lagi kalau hanya dengan sedikit”

Adapun kadar fardu ain pada ilmu batin itu yakni ilmu tasawwuf ialah dia mengetahui suasana hati yang sejahtera daripada segala amal zahir yang fasad (rosak), dan sejahtera hatinya daripada yang membatalkan pahalanya, seperti  seseorang apabila solat dia berserta riya’ atau ujub atau sum'ah dan sebagainya yang boleh menghapuskan pahala solatnya itu.

Wajib hukumnya mencari al-Waris al-Muhammadi (guru Mursyid) untuk mempelajari adab dan mengenali aib-aib yang tersembunyi dan penyakit-penyakit hati. Akan tetapi mungkin ada yang bertanya bagaimana untuk mencari dan mengenal guru yang mursyid.Apakah syarat-syarat dan sifat-sifat guru mursyid?

Ketika seseorang berhajat kepada mursyid seperti perasaan seorang pesakit berhajat kepada doktor, maka dia perlu menguatkan azamnya dan membetulkan niat dan bertawajjuh kepada Alloh Taala dengan hati yang penuh kerendahan. Lalu menyeruNya di tengah malam dan berdoa dalam sujudnya dan selepas solat dengan doa begini:

اللهم دلني على من يدلني عليك واوصلني الى من يوصلني اليك.

(Allohumma dullani  'ala man yadulluni 'alaik wa au-silni ila man yuusiluni ilaik)

Maksud: “Ya Alloh, tunjukilah daku kepada orang yang akan menunjukkan daku kepadaMu dan sampaikanlah aku kepada orang yang menyampaikan daku kepadaMu”.

Doa diatas juga boleh dibaca pada bila-bila masa terutama setelah solat fardhu. Setelah itu dia mesti mencari Mursyid di negerinya dan jangan terpedaya dengan dakwaan sesetengah orang bahawa guru Mursyid Murabbi sudah tiada di zaman ini. Sekiranya tidak ditemui Mursyid di bandarnya maka dia mesti mencari di bandar-bandar yang lain.

Bukankah kita lihat seorang penderita penyakit zahir sanggup bermusafir ke negara yang jauh untuk berubat mencari doktor pakar.Maka mengubati hati dan ruh adalah lebih penting dan memerlukan kepada doktor-doktor yang lebih mahir daripada doktor-doktor badan.

Bagi mursyid perlu ada 4 syarat untuk memandu manusia:

1) Mestilah alim dengan hukum-hukum fardhu ain.
2) Mestilah seorang yang Arif BILLAH.
3) Mahir dengan cara-cara tazkiah nafsu dan wasilah tarbiyyah.
4) Diizinkan untuk membimbing dan mengijazah kepada orang lain daripada syeikhnya.

Ulama mengatakan bahawa seseorang yang benar-benar jujur dalam pencariannya mendapatkan guru mursyid, maka Alloh akan pertemukannya dan kadangkala berkat kejujurannya, Alloh menghantar sehingga mursyid datang mengetuk pintu rumahnya.

Sementara masih belum berjumpa dengan guru Mursyid, ulama tarbiyyah menasihati untuk memperbanyakkan bacaan selawat keatas Rosululloh SAW, insyalloh dengan cahaya dan berkat selawat itu Rosululloh sendiri yang menjadi mursyid dan murobbi kita.

Sumber: Ustaz Iqbal Zain

ALLAH SWT, LANGIT, BUMI, ARSY, DAN SEMUA MAKHLUQ ALAM SEMESTA ADALAH KEPUNYAAN MILIKNYA ORANG YANG MEMBACA SHOLAWAT DAN SALAM KEPADA NABI MUHAMMAD SHALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillaah suatu keistimewaan bagi umat Islam umatnya Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam diberikan Rahmad terbesar yaitu kanjeng Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi  wasallam.

Diceritakan suatu ketika salah satu Mu'allim murid kesayangan Yang Mulia Samahatul Imam Al Hafidz Al Musnid Al Quthub Prof. DR. Al Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih Radhiyallahu Ta'ala Anhuma aamiin tidak sengaja melihat didalam kitabnya Yang Mulia Samahatul Imam Radhiyallahu Ta'ala anhu aamiin;

← أَنَّهُ لَمَّا إِلْتَقَى رَسُوْلُ اللّٰهِ صلّى اللّه عليه وسلّم بِاللّٰهِ لَيْلَةَ الإِسْرَاءِ وَالمِعْرَاجِ وَقَعَتِ المُحَاوَرَةِ ؛ " لِمَنِ السَّمَآءُ يَا مُحَمَّدٌ ؟ ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صلّى اللّه عليه وسلّم لَكَ يَا أَللّٰهُ ، لِمَنِ الأَرْضُ يَا مُحَمَّدٌ ؟ ، لَكَ يَا أَللّٰهُ ، لِمَنِ العَرْشُ يَا مُحَمَّدٌ ؟ ، لَكَ يَا أَللّٰهُ ، لِمَنْ أَنَا يَا مُحَمَّدٌ ؟ فَسَكَتَ النَّبِيُّ صلّى اللّه عليه وسلّم وَيَسْجُدُ لِلّٰهِ ، وَقَالَ اللّٰهُ ؛ " أَنَا لِمَنْ يُصَلِّي وَيُسَلِّمُ عَلَيْكَ يَا مُحَمَّدٌ " . →

Tatkala malam isra' dan mi'raj,  Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bertemu dengan Allah SWT dan terjadilah percakapan ; " Kepunyaan siapa langit wahai Muhammad ?, lalu Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, kepunyaan-MU ya Allah, kepunyaan siapa bumi ya Muhammad ? kepunyaan-MU ya Allah, kepunyaan siapa Arsy ya Muhammad ? kepunyaan-MU ya Allah, kepunyaan siapa Saya ya Muhammad ? lalu terdiamlah Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam dan bersujud kepada Allah SWT, lalu Allah SWT berkata : " Saya adalah kepunyaan/miliknya orang yang membaca shalawat dan salam kepadamu ya Muhammad ".

Subhanallaah walhamdulillaah wa Laailaahaillallaahu Allaahu Akbar, begitu besar kecintaan Allah kepada Nabi kita Nabi Agung Nabi Besar Baginda Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam sampai Allah menjaminkan dirinya untuk orang yang membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam...

(Kisah ini langsung diceritakan oleh Al Maghfurlah Murid kesayangan yang Mulia Al Mukarram Al Ustadz Al Mua'llim Dimyathi Ardhini Rahimahullahu Ta'ala wa Ardhahu aamiin)

Didalam kitabnya Imam Nawawi Al Bantani yang berjudul " Fathu Shamad Al Alam Syarah Maulid Syaraf Al Anam, Allah SWT berfirman dalam hadits Qudsi ;

قال اللّه تعالى ؛ " لَوْلَا مُحَمَّدٌ مَا خَلَقْتُ عَرْشًا وَلاَ كُرْسِيًّا وَلاَ سَمَآءً وَلاَ أَرْضًا وَلاَ جَنَّةً وَلاَ نَارًا " (الحديث القدسي)

Allah SWT berfirman dalam hadits Qudsi ; " Seandainya tidak ada Muhammad niscaya saya tidak akan menciptakan Arsy, Kursi, Langit, Bumi, Surga dan Neraka ".

Dalam sebuah hadits Qudsi yang lain Allah SWT juga berfirman ;

قال اللّٰه تعالى ؛ " لَوْلَاكَ يَا مُحَمَّدٌ مَا خَلَقْتُ الأَفْلَاكَ " ( الحديث القدسي ).

Seandainya tidak ada kamu ya Muhammad pasti aku tidak akan menciptakan alam semesta " (Al Hadits Qudsi).

Adanya kita semua, adanya alam semesta ini, adanya semua MAKHLUQ dialam dunia ini adalah Barokah Rahmad Allah SWT kepada Nabi kita Nabi Agung Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam...
Mari kita selalu memperbanyak sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam dengan ikhlas semata mata mengharap keridhaan Allah SWT dan Syafa'atnya Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, dan semoga kita semua sebelum wafat bisa bermimpi dan berjumpa dengan Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam, Khusnul khatimah indal mauut aamiin aamiin aamiin ya rabbal aalamiin bisirri asrari Al-Faatihah 3 kali...

اللهم صلّ وسلّم وبارك على سيدنا ونبينا محمد صلى اللّه عليه وسلّم
إقرؤو الصلاة على النبي...

Foto Al Maghfurlah Al Ustadz Al Mua'llim Dimyathi Ardhini Rahimahullahu Ta'ala sebelah kanan yang mulia Radhiyallahu Ta'ala anhu aamiin...

Salam Cinta
💕💕💕💗💗💗😭😭😭

Masjid Al-Aqsa Sebenarnya

Ternyata Masjid Al-Aqsa Yang Sebenarnya Itu Adalah...Berbicara tentang tanah Palestina, tentu yang terbayang di benak kita adalah sosok bangunan Masjidil Aqsa. Sungguh sangat banyak nash yang secara jelas menunjukkan kepada kita tentang keutamaan masjid suci ketiga umat Islam ini. Namun sangat disayangkan, ternyata apa yang terbayang di benak kita selama ini tentang bentuk masjid Al-Aqsa itu ternyata keliru dan salah. Coba perhatikan pada gambar di bawah ini, tentunya kita mengira bahwa masjid Al-Aqsa adalah masjid yang memiliki kubah berwarna emas, sedangkan masjid yang berada di sebelahnya.... itu masjid dari kampung mana ya...?

Masjid Al-Aqsa Sebenarnya

Wahai saudaraku seiman, ketahuilah bahwa masjid yang memiliki kubah yang berwarna biru keabu-abuan itu lah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya. Bukan masjid yang memiliki kubah berwarna emas yang selama ini kita sangka karena masjid yang memiliki kubah warna emas itu sebenarnya adalah masjid Qubbat As-Sakhrah atau yang biasa disebut dengan masjid "Dome of the Rock".
Sesungguhnya hal ini adalah tipu daya dari propaganda zionis Yahudi untuk mengalihkan pemahaman umat Islam tentang posisi masjid Al-Aqsa sebenarnya. Kenapa demikian? karena apabila umat Islam sudah keliru akan bangunan Masjidil Aqsa yang sebenarnya dan menganggap masjid Kubah Sakhrah (Dome of the Rock) adalah masjid Al-Aqsa, maka mereka kaum Yahudi akan mudah untuk melaksanakan ambisi mereka dari dahulu, yakni menghancurkan masjid Al-Aqsa dan menggantikannya dengan kuil mereka sebagai tempat ibadah yang sama posisinya dengan "tembok ratapan".

Bila penghancuran masjid Al-Aqsa itu nanti terjadi dan ada pihak-pihak yang protes, maka mereka akan meliput dan mempublikasikan masjid Sakhrah untuk diperlihatkan kepada dunia, "ini lho masjid Al-Aqsa masih utuh... kami tidak menganggunya sama sekali....." Sungguh suatu makar licik yang sangat terencana sekali. Dan hal ini dibenarkan oleh salah seorang peneliti muslim yang tinggal di Amerika bernama Dr. Marwan Saeed Saleh Abu Al-Rub, yang juga berstatus profesor pada Mathematics Zayed University di Dubai.

Saudaraku seiman, marilah kita hadapi propaganda Yahudi ini dengan cara memberikan pemahaman kepada anak-anak kita dan orang-orang yang berada di sekeliling kita akan fakta ini bahwa bangunan masjid Al-Aqsa yang selama ini kita kenal bukanlah masjid Aqsa, tapi masjid Sakhrah. Jangan sampai masjid suci ketiga kita ini hilang dari ingatan kita untuk seterusnya hilang dari pandangan mata. Karena Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam telah banyak menyebut keutamaan masjid Al-Aqsa ini. Salah satunya dari Abu Dzar radhiyallahu‘anhu dimana beliau berkata:

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ بَعْدُ فَصَلِّهِ فَإِنَّ الْفَضْلَ فِيْهِ وَفِيْ رِوَايَةٍ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌ

“Aku bertanya, “Wahai, Rasulullah. Masjid manakah yang pertama kali dibangun?” Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram”. Aku bertanya lagi : Kemudian (masjid) mana?” Beliau menjawab, “Kemudian Masjidil Aqsha”. Aku bertanya lagi : “Berapa jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun. Kemudian dimanapun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah, karena keutamaan ada padanya”. Dan dalam riwayat lainnya : “Dimanapun shalat menjumpaimu, maka shalatlah, karena ia adalah masjid” [HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Dzar]

Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.

أَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ دَاوُدَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا بَنَى بَيْتَ الْمَقْدِسِ سَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خِلَالًا ثَلَاثَةً سَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حُكْمًا يُصَادِفُ حُكْمَهُ فَأُوتِيَهُ وَسَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ فَأُوتِيَهُ وَسَأَلَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حِينَ فَرَغَ مِنْ بِنَاءِ الْمَسْجِدِ أَنْ لَا يَأْتِيَهُ أَحَدٌ لَا يَنْهَزُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ فِيهِ أَنْ يُخْرِجَهُ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ (فِيْ رِوَايَةٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا اثْنَتَانِ فَقَدْ أُعْطِيَهُمَا وَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ قَدْ أُعْطِيَ الثَّالِثَةَ)

“Sesungguhnya ketika Nabi Sulaiman bin Dawud membangun Baitul Maqdis, (ia) meminta kepada Allah Subhanahu waTa’ala tiga perkara. (Yaitu), meminta kepada Allah Subhanahu waTa’ala agar (diberi taufiq) dalam memutuskan hukum yang menepati hukum-Nya, lalu dikabulkan; dan meminta kepada Allah Subhanahu waTa’ala dianugerahi kerajaan yang tidak pantas diberikan kepada seorang pun setelahnya, lalu dikabulkan; serta memohon kepada Allah Subhanahu waTa’ala bila selesai membangun masjid, agar tidak ada seorangpun yang berkeinginan shalat disitu, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya seperti hari kelahirannya” (Dalam riwayat lain berbunyi : Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : “Adapun yang dua, maka telah dikabulkan. Dan saya berharap, yang ketiga pun dikabulkan)” 
[Hadits riwayat An-Nasa’i, dan ini lafadz beliau, Ahmad dalam musnad-nya dengan lebih panjang lagi. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Haakim dalam kitab Mustadrak dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman, serta selain mereka]
Allahua'lam bissawab

KUTIPAN

Antara Batu Terbang, Masjid al Aqsha dan Kubah Emas di Yerusalem
Antara Batu Terbang, Masjid al Aqsha dan Kubah Emas di Yerusalem

Tulisan ini merupakan tambahan informasi dan penjelasan dari artikel tentang gambar “Batu Terbang” di Palestina. Karena cerita yang menyertai gambar batu terbang tersebut seringkali menyinggung tentang peristiwa Mi’raj Nabi Muhammad, maka perlu juga dijelaskan tentang keberadaan batu yang disebutkan sebagai tempat di mana Nabi memulai perjalanan ke langitnya. Selain itu, tidak jarang terjadi kesalahpahaman, di mana orang mengira Masjid Kubah Emas sama dengan Masjid Al Aqsha. Melalui tulisan di bawah, akan dijelaskan perbedaannya.

Batu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad dan Masjid Kubah Emas

Ada tradisi dan kepercayaan di kalangan kaum muslimin tentang batu yang menjadi titik tolak Nabi Muhammad melakukan Mi’raj ke langit. Batu ini berada di Yerusalem, Palestina. Batu ini benar-benar ada. Ia berada di wilayah yang sekarang disebut sebagai: Mount Temple atau Gunung Kuil oleh orang Yahudi. Disebut demikian karena mereka mempercayai bahwa Kuil Nabi Sulaiman pernah dibangun di wilayah tersebut. Bahkan sebagian mempercayai kuil tersebut dibangun di atas batu yang sama. Kaum muslimin menyebut wilayah tersebut sebagai Haram al Quds al Syarif atau Kawasan Suci dan Mulia.

Sketsa Masjid Kubah Emas di Yerusalem, Palestina.Sejak lama batu tersebut telah memperoleh penghormatan dari kaum muslimin. Bahkan konon ceritanya, Khalifah Umar bin Khathab juga mengunjungi batu ini setelah ia menundukkan Yerusalem. Ketika Khalifah Abdul Malik bin Marwan berkuasa, ia memerintahkan pembangunan Qubah ash Shakhra (Kubah Batu) di tahun 685 M yang melindungi batu tersebut dan para pengunjungnya dari terik dan dingin. Sebagian sejarawan juga menyatakan bahwa pembangunan Kubah ini untuk menyaingi kemegahan bangunan-bangunan keagamaan lain di wilayah Yerusalem, seperti Gereja Holy Sepulchre, dan mencegah agar kaum muslimin tidak terpesona dengan kemegahan agama lain. Uang sebanyak 10,000 dinar emas kemudian dilebur untuk melapisi bagian luar kubah tersebut. Jadi, Masjid Kubah Emas atau Qubah ash Shakhra inilah yang melingkupi batu tersebut hingga kini.

Sejak masa Umar itulah, wilayah Haram al Syarif ini menjadi wilayah kekuasaan kaum muslimin. Adanya bangunan berkubah emas yang berada di tempat tinggi dan berkilauan memberikan kebanggaan tersendiri bagi kaum muslimin. Hal ini pun makin menambah rasa kepemilikan dan penghormatan atas wilayah suci yang pernah menjadi kiblat pertama kaum muslimin ini. Tidak mengherankan jika kemudian Masjid Kubah Emas ini menjadi simbol dari wilayah suci Al Quds dan bahkan Palestina secara umum.

Mereka yang pernah mengunjungi atau melihat bagian dalam Masjid Kubah Emas ini tentu akan melihat keunikan sang batu. Keunikan inilah yang, menurut saya, kemudian memunculkan cerita dan legenda tentang batu yang ingin terbang mengikuti Nabi ke langit.

Sumber:

Perkataan Ibnul ‘Arabi tentang ‘Batu Terbang’

Ini adalah tambahan informasi

Dalam kitab al-Israk wal-Mikraj oleh Khalid Saiyyid Ali di halaman 82, atas tajuk yang bermaksud ‘Tempat Nabi bermikraj’, disebut di bawahnya suatu penulisan (yang bermaksud): “Berkatalah al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi, ketika membuat penjelasan (syarah) Kitab al-Muwattak oleh Imam Malik disebutkan, batu besar di Baitulmaqdis adalah suatu keajaiban Allah SWT. “Batu itu berdiri sendiri di tengah-tengah Masjidil Aqsa, tergantung-gantung dan terpisah daripada semua bahagiannya dengan bumi. Tidak ada yang memegangnya, melainkan Yang Memegang langit, daripada jatuh menimpa bumi.” “Di puncaknya dari arah selatan, itulah tempat kaki Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam berpijak untuk menaiki Buraq, di sebelah itu agak condong. Dikatakan kerana kegerunannya atas kehebatan baginda Sallallahu ‘Alaihi Wasallam maka batu itu tergantung, saya sendiri takut untuk berada di bawahnya, kerana takut batu itu menghempap saya kerana dosa-dosa saya.” “Setelah beberapa ketika kemudian, saya pun memberanikan diri dan masuk berteduh di bawahnya, maka saya dapat melihat pelbagai keajaiban. Saya dapat menyaksikan ia dari semua arah. Saya benar-benar melihatnya terpisah dari bumi. Ada arah yang lebih jauh terpisah dari bumi daripada arah yang lain.

Masjid Kubah Emas dan Masjid Al Aqsha

Foto udara wilayah Al Quds atau Haram al Syarif, Yerusalem, Palestina. Terlihat posisi Kubah Emas (Qubah ash Shakhra) yang berdekatan dengan Masjid Al Aqsha.Gambar di samping adalah foto udara wilayah Haram Al Syarif yang dibatasi oleh tembok tinggi dengan latar belakang wilayah Kota Tua Yerusalem. Masjid Kubah Emas terlihat mencolok di tengah wilayah tersebut. Ada satu lagi bangunan berkubah yang berada pada sisi kanan bawah. Itulah bangunan Masjid Al Aqsha.

Sebagai sebuah masjid, Khalifah Umarlah yang pertama kali membangunnya dalam bentuk bangunan kecil. Khalifah Al Malik yang juga membangun Kubah Emas kemudian memugar dan memperluasnya. Setelah beberapa kali pembanguan kembali dan pemugaran karena hancur oleh gempa, bangunan yang sekarang ada merupakan peninggalan Masjid dari masa kekhalifahan Fatimiyah sekitar awal abad ke 10.

Hari ini, wilayah Kota Tua Yerusalem telah berada di bawah kekuasaan Israel. Namun, wilayah Haram Al Syarif dengan Kubah Emas dan Masjid Al Aqsha-nya tetap berada dalam pengelolaan Kementrian Waqaf Yordania. Secara umum, hanya orang islam saja yang diperkenankan memasuki wilayah ini. Pada tahun 2007, sempat terjadi protes besar-besaran di dunia islam karena pemerintah Israel melakukan penggalian di bagian luar tembok yang berbatasan langsung dengan Masjidil Aqsha.

Kompleks Masjidil Aqsa

Dewasa ini, telah terjadi banyak kesalahpahaman diantara umat muslim tentang masjid Al-Aqsa yang sebenarnya. Banyak umat muslim maupun non-muslim yang mempublikasikan foto Masjid Al-Aqsa yang salah, tapi yang mengkuatirkan saat ini, kebanyakan umat muslim memajang foto Qubbatus Shakrah (Kubah Batu/ Dome of The Rock) dirumah maupun dikantor mereka dengan sebutan Masjid Al-Aqsa. Ini telah menjadi kesalahan umum di dunia muslim.

Namun tragedi sesungguhnya adalah bahwa kebanyakan generasi muda/ anak-anak muslim (sebagaimana juga muslim dewasa) diseluruh dunia, tidak dapat membedakan antara Masjid Al Aqsa dengan Qubbatus Shakrah (Kubah Batu).

Mengenal Kompleks Masjid Al-Aqsa

Al-Masjid El-Aqsa merupakan nama arab yang berarti Masjid terjauh. 10 tahun setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, beliau melakukan perjalanan malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Jerusalem) dan kemudian menuju langit ketujuh untuk menerima perintah sholat 5 waktu dari Allah, peristiwa ini disebut Isra’ Miraj. Al Quran menceritakan peristiwa tersebut

“Maha suci Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS. 17.Al-Isra’ :1)

Ketika masih hidup, Nabi Muhammad SAW memerintahkan umat muslim untuk tak hanya mengunjungi Mekkah tapi juga Masjid Al-Aqsa yang berjarak sekitar 2000 kilometer sebelah utara Mekkah. Sebelum turun perintah menjadikan Mekkah sebagai kiblat sholat umat muslim, selama 16 setengah bulan setelah Isra Miraj, Jerusalem dijadikan arah kiblat.

Masjid Al-Aqsa merupakan bangunan tertua kedua setelah Ka’bah di Mekkah, dan tempat suci dan tempat terpenting ketiga setelah Mekkah dan Madinah. Luas kompleks Masjid Al-Aqsa sekitar 144.000 meter persegi, atau 1/6 dari seluruh area yang dikelilingi tembok kota tua Jerusalem yang berdiri saat ini. Dikenal juga sebagai Al Haram El Sharif atau oleh yahudi disebut Kuil Sulaiman. Kompleks Masjid Al-Aqsa dapat menampung sekitar 400.000 jemaah (Masjid Al-Aqsa menampung sekitar 5.000 jamaah, selebihnya sholat di kompleks yang ber-area terbuka).

Pembangunan kembali kompleks Masjid Al-Aqsa dimulai 6 tahun setelah Nabi wafat oleh Umar Bin Khattab. Beliau menginginkan untuk dibangun sebuah masjid di selatan Foundation Stone (membelakangi Foundation Stone, menghadap selatan/Mekkah). Pembangunan tersebut dilakukan oleh Khalifah Ummayah Abd Al Malik Ibn Marwan dan diselesaikan oleh anaknya Al Walid 68 tahun setelah Nabi wafat dengan diberi nama Masjid Al Aqsha.

Di pusat kompleks Kuil Sulaiman, terdapat Foundation Stone yaitu batu landasan yang dipercaya umat Yahudi sebagai tempat Yahweh menciptakan alam semesta dan tempat Abraham mengorbankan Isaac. Bagi umat Islam batu ini adalah tempat Nabi Muhammad menjejakkan kakinya untuk Mi’raj. Untuk melindungi batu ini, Khalifah Abd Al Malik Ibn Marwan membangun kubah dan masjid polygon, yang kemudian terkenal dengan nama Dome of The Rock (Kubah batu).

Masjid Al Aqsa

Masjid ini disebut oleh Rasulullah SAW dalam Hadits sebagai Masjid Biru karena mempunyai Kubah berwarna biru.
Di Masjid inilah Nabi Muhammad SAW singgah ketika melaksanakan Isra Mi’raj dan Nabi SAW mengimami shalat berjamaah bersama 25 Rasul dan lebih dari 160.000 Nabi. Ummat muslim menghormati mesjid ini karena peristiwa Isra Miraj.

Masjid Quba

Sebagian orang mengatakan ini adalah Masjid Khalifah Umar Bin Khattab ra. yang dibangun setelahpenaklukan Baitul Maqdis yang pertama kali.

Kekeliruan antara Masjid Al-Aqsa dengan Dome of The Rock dan Agenda Israel menghapuskan Masjidil Aqsa

Masjidil Aqsa merupakan kiblat pertama bagi Umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah dengan perintah Allah SWT. Kini berada di dalam kawasan jajahan Yahudi. Dalam keadaan yang demikian, disinyalir pihak Yahudi telah mengambil kesempatan untuk mengelirukan pengetahuan Umat Islam dengan mengedarkan gambar Dome of The Rock sebagai Masjidil Aqsa.

Tujuan mereka hanyalah satu: untuk meruntuhkan Masjidil Aqsa yang sebenarnya dan mendirikan kembali haikal Sulaiman. Saat ini, hanya “Tembok sebelah Barat” yang tersisa dari bangunan kuil atau istana Sulaiman yang masih berdiri, dan pada saat yang bersamaan tempat ini dinamakan “Tembok Ratapan/Wailing Wall” oleh orang Yahudi. Apabila Umat Islam sendiri sudah keliru dan sulit untuk membedakan Masjidil Aqsa yang sebenarnya, maka semakin mudahlah tugas mereka untuk melaksanakan rencana tersebut, karena bila Masjid Al-Aqsa diruntuhkan, kebanyakan umat tidak akan menyadarinya.

Berikut disertakan terjemahan surat yang ditulis dan dikirimkan oleh Dr. Marwan kepada ketua pengarang harian “Al-Dastour” tentang kekeliruan umat dan hubungannya dengan rencana zionis.

Terdapat beberapa kekeliruan antara Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock. Apabila disebut tentang Masjidil Aqsa di dalam media lokal maupun internasional, foto The Dome of The Rock-lah yang ditampilkan. Alasannya adalah untuk mengalihkan masyarakat umum yang merupakan siasat Israel. Tinjauan ini diperoleh saat saya tinggal di USA, dimana saya telah mengetahui bahwa Zionis di Amerika telah mencetak dan mengedarkan foto tersebut dan menjualnya kepada orang arab dan Muslim. Kadangkala dijual dengan harga yang murah bahkan kadang diberikan secara gratis agar Muslim dapat mengedarkannya dimana saja. Baik dirumah maupun kantor.

Hal ini meyakinkan saya bahwa Israel ingin menghapuskan gambaran Masjid Al-Aqsa dari ingatan umat Islam supaya mereka dapat memusnahkannya dan membangun kuil mereka tanpa ada publikasi. Bila ada yang membangkang atau memprotes, maka Israel akan menunjukkan foto The Dome of The Rock yang masih utuh berdiri, dan menyatakan bahwa mereka tidak berbuat apa-apa. Siasat yang sungguh pintar! Saya juga merasa amat terperanjat ketika bertanya kepada beberapa rakyat arab, Muslim, bahkan rakyat Palestina karena mendapati mereka sendiri tidak dapat membedakan antara kedua bangunan tersebut. Ini benar-benar membuatkan saya merasa kesal dan sedih karena hingga kini Israel telah berhasil dalam siasat mereka.

Dr. Marwan Saeed Saleh Abu Al-Rub Associate Professor,
Mathematics Zayed University Dubai

Demikianlah, dengan kondisi yang mengkuatirkan ini, kita sebagai muslim hendaklah turut membantu menyebarkan informasi yang benar kepada saudara kita dan dunia. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari distorsi informasi lebih jauh yang akhirnya akan merugikan umat bila tidak disikapi dengan baik.

Wallahua’lam.

KISAH RAJA DAN PELAYANNYA.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Ada seorang Raja yang mempunyai seorang pelayan, yang dalam setiap kesempatan selalu
berkata kepada sang Raja: "Yang Mulia, jangan khawatir,
Karena segala sesuatu yang dikerjakan Allah Ta'ala adalah sempurna, Allah Ta'ala tak pernah salah"

Suatu hari, mereka pergi berburu,
Pada saat mana seekor binatang buas menyerang sang Raja.
Si pelayan berhasil membunuh binatang tersebut,
Namun tidak bisa mencegah Rajanya dari kehilangan sebuah jari tangan.

Geram dengan apa yang dialaminya, tanpa merasa berterima kasih,
sang Raja berkata, "Kalau Allah Ta'ala itu baik,
saya tidak akan diserang oleh binatang buas dan kehilangan satu jari saya..!"

Pelayan tersebut menjawab,
"Apapun yang telah terjadi kepada Yang Mulia,
Percayalah bahwa Allah Ta'ala itu baik dan apapun yang dikerjakanNya adalah sempurna,
Allah Ta'ala tak pernah salah."

Merasa sangat tersinggung oleh respon pelayannya, sekembalinya ke istana,
sang Raja memerintahkan para pengawalnya untuk memenjarakan si pelayan.
Sementara dibawa ke penjara, Pelayan tersebut masih saja mengulangi perkataannya:
"Allah Ta'ala adalah baik dan sempurna adanya."

Dalam suatu kesempatan lain, Sang Raja pergi berburu sendirian,
dan karena pergi terlalu jauh ia ditangkap oleh orang2 primitif yang biasa
menggunakan manusia sebagai korban.

Diatas altar persembahan, orang-orang primitif tersebut
menemukan bahwa sang Raja tidak memiliki jari yang lengkap.

Mereka kemudian melepaskan Raja tersebut karena dianggap
tidak sempurna untuk dipersembahkan kepada dewa mereka.

Sekembalinya ke istana,
Sang Raja memerintahkan para pengawal untuk mengeluarkan si pelayan dari tahanan,
dan Raja itu berkata: "Temanku..
Allah Ta'ala sungguh baik kepadaku.
Aku hampir saja dibunuh oleh orang primitif, namun karena jariku tidak lengkap, mereka melepaskanku."

Tapi aku punya sebuah pertanyaan untukmu.
"Kalau Allah Ta'ala itu baik, mengapa Allah Ta'ala membiarkan aku memenjarakanmu ?

Sang pelayan menjawab:
"Yang Mulia, kalau saja baginda tidak memenjarakan saya,
baginda pasti sudah mengajak saya pergi berburu, dan saya pasti sudah dijadikan korban
oleh orang-orang primitif sebab semua anggota tubuh saya masih lengkap."

Semua yang dikerjakan Allah Ta'ala adalah sempurna, Allah Ta'ala tak pernah salah.
Seringkali kita mengeluh mengenai hidup kita, & pikiran negatif pun membunuh pikiran kita yang positif

Marilah berpikir positif dan percayalah akan kebaikan Allah Ta'ala setiap saat.

Allah Ta'ala pasti tahu mengapa Ia memilihmu untuk membaca pesan ini,
karena Allah Ta'ala tak pernah salah dan maha sempurna..

"NASEHAT ISLAMI"

Allah Ta’ala berfirman

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu,
  siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
(QS. Al Mulk: 2)

Maut adalah Makhluk Ibnu Katsir mengatakan bahwa dari ayat ini menunjukkan kalau maut itu
adalah sesuatu yang ada dan ia adalah makhluk.

Tugas kita hanyalah mengimani maut dan hayat,
walaupun keduanya tidak nampak bagi kita (perkara ghoib).
Seorang mukmin adalah seseorang yang beriman pada perkara yang ghoib.

Semoga bermanfaat
Silahkan share

Sumber :
Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Tafsir Ibnu Katsir, 8/176,
Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.

Jumat, 15 Desember 2017

KISAH SEORANG WALI PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD ﷺ ✭ ★ ✮ ★ ✬ ✭ ✮✫ ✬ ✭ ★ ✮ ✮✫ ✬ ✭

Syahdan, suatu masa hidup seorang pemuda pada zaman Amirul Mukminin Harun Ar-Rasyid berkuasa. Pemuda ini berperangai buruk. Banyak perilakunya tidak menarik simpati penduduk Bashrah. Ia bukanlah pemuda idaman masyarakat. Penduduk kota tersebut kehilangan empati terhadapnya.

Karena perilakunya yang tidak terpuji dan banyaknya maksiat terang-terangan itu, ia kehilangan wibawa di tengah masyarakat. Penduduk memandang rendah kepadanya. Tak satupun anggota masyarakat yang peduli kepadanya.

Namun demikian seorang muda ini selalu tampil lebih baik saat bulan Rabi‘ul Awal tiba. Ia berdandan perlente. Ia mencuci pakaian yang dikenakannya. Ia mengenakan wangi-wangian pada pakaiannya. Rambutnya disisir dengan rapi. Ia bercermin untuk memastikan penampilannya yang terbaik.

Apakah yang dilakukan pemuda ini selanjutnya? Di luar dugaan masyarakat ia mengadakan jamuan kenduri. Di tengah jamuan itu ia meminta sejumlah penduduk untuk membacakan maulid atau sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Perjamuan kenduri semacam ini ia lakukan sepanjang usianya setiap kali bulan Rabi‘ul Awal tiba. Setiap kali bulan maulid tiba, setiap kali itu juga ia berhias, berpakaian rapi, mengenakan parfum, menyisir rambut, menjamu penduduk, dan tentu saja meminta salah satu dari mereka untuk membacakan riwayat kelahiran Rasulullah SAW.

Meski demikian, penduduk tidak mengubah pandangannya terhadap pemuda yang beralih senja. Mereka tetap memandang hina salah satu anggotanya ini. Hingga pada giliran Allah mencabut nyawanya, penduduk masih saja membencinya. Penduduk dengan enggan dan berat hati mengurus jenazahnya.

Tetapi alangkah terkejutnya penduduk Bashrah. Ketika orang ini wafat, mereka mendengar suara tanpa bentuk (hatif) yang menggema di atas langit Bashrah.

“Hai sekalian penduduk Bashrah, saksikanlah jenazah salah seorang waliyullah. Ia adalah seorang yang mulia di sisiku,” kata suara tersebut.

Penduduk Bashrah lalu berduyun-duyun menyaksikan jenazah orang tersebut. Mereka mengurus jenazah itu dengan sebaik-baiknya. Mereka menggelar upacara pemakamannya.

Dalam mimpi mereka melihat orang yang baru dimakamkan mengenakan pakaian berbahan sutra halus dan sutra tebal berlungsin emas. Mereka melihat almarhum berjalan penuh wibawa dengan pakaian indahnya.

“Dengan apa kau mendapatkan kehormatan seperti ini? tanya mereka.

“Berkat penghormatan terhadap hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW,” jawab waliyullah tersebut.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

Cerita ini dikutip dari 📚I‘anatut Thalibin karya Sayyid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, terbitan Darul Fikr, Beirut, tahun 2005 M/1425-1426 H, juz III, halaman 414

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

Kamis, 14 Desember 2017

MENGOBATI SANTET DAN SEGALA PENYAKIT LAINNYA DENGAN AIR HUJAN.


dalam kitab annawadir karya alqolyuby..
Diriwayatkan bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda; Jibril mengajariku sebuah obat dengannya saya tidak lagi butuh pada obat lain dan dokter.
Kemudian Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali, bertanya ; Apa itu wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami membutuhkan obat tersebut…
Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda; Ambillah air hujan secukupnya, dan bacakanlah atasnya surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat Al-Kursiy. Masing-masing dibaca sebanyak 70 kali. Diminum pagi dan sore selama 7 hari.
Demi Dzat yang telah mengutusku dengan hak sebagai seorang Nabi, sungguh Jibril telah berkata kepadaku: ” Sesungguhnya, barang siapa meminum air tersebut, maka Allah akan menghilangkan segala penyakit dari tubuhnya. Dan Allah akan menyembuhkan dari semua macam sakit. Dan barang siapa pula meminumkan air tersebut pada istrinya, lalu tidur bersama dengan sang istri, maka istri akan bisa hamil dengan idzin Allah.
Dan air tersebut juga bisa menyembuhkan mata yang sakit, menghilangkan guna-guna, santet dan sihir, menghilangkan dahak, menyembuhkan sakit dada, sakit gigi, pencernaan, sembelit, kencing tidak lancar dan tidak butuh dibekam (cantuk) dan kemanfaatan2 lain yang hanya Allah yang lebih tau.

kitab annawadir.
ﻓﺎﺋﺪﺓ ; ﺭﻭﻱ ﺃﻧﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ” ﻋﻠﻤﻨﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﺩﻭﺍﺀ ﻻ ﺃﺣﺘﺎﺝ ﻣﻌﻪ ﺇﻟﻰ ﺩﻭﺍﺀ ﻭﻻ ﻃﺒﻴﺐ ، ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﻭﻋﺜﻤﺎﻥ ﻭﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ; ﻭﻣﺎ ﻫﻮ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﺇﻥ ﺑﻨﺎ ﺣﺎﺟﺔ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ . ﻓﻘﺎﻝ ; ﻳﺆﺧﺬ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻭﺗﺘﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ، ﻭﺳﻮﺭﺓ ﺍﻹﺧﻼﺹ ، ﻭﺍﻟﻔﻠﻖ ، ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ، ﻭﺁﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ، ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﻣﺮﺓ ﻭﻳﺸﺮﺏ ﻏﺪﻭﺓ ﻭﻋﺸﻴﺔ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ . ﻓﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻌﺜﻨﻲ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻧﺒﻴﺎ ، ﻟﻘﺪ ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ ; ﺇﻧﻪ ﻣﻦ ﺷﺮﺏ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺟﺴﺪﻩ ﻛﻞ ﺩﺍﺀ ﻭﻋﺎﻓﺎﻩ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﻣﺮﺍﺽ ﻭﺍﻷﻭﺟﺎﻉ ، ﻭﻣﻦ ﺳﻘﻲ ﻣﻨﻪ ﺍﻣﺮﺃﺗﻪ ﻭﻧﺎﻡ ﻣﻌﻬﺎ ﺣﻤﻠﺖ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ تعالى. ﻭﻳﺸﻔﻲ ﺍﻟﻌﻴﻨﻴﻦ ، ﻭﻳﺰﻳﻞ ﺍﻟﺴﺤﺮ ، ﻳﻘﻄﻊ ﺍﻟﺒﻠﻐﻢ ، ﻭﻳﺰﻳﻞ ﻭﺟﻊ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻭﺍﻷﺳﻨﺎﻥ ﻭﺍﻟﺘﺨﻢ ﺍﻟﻌﻄﺶ ﻭﺣﺼﺮ ﺍﻟﺒﻮﻝ ، ﻭﻻ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺣﺠﺎﻣﺔ ﻭﻻ ﻳﺤﺼﻰ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻊ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ، ﻭﻟﻪ ﺗﺮﺟﻤﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﺍﺧﺘﺼﺮﻧﺎﻫﺎ ،
Wallahu a'lam Bishowab
Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim