Rabu, 08 Maret 2023

walisongo dari periode 1 sampai 10

"Wali Songo Dari Periode Angkatan 1 Sampai 10"

Nama-nama Walisongo Menurut Periode Waktunya
Menurut Catatan dari Al-Habib Hadi bin Abdullah Al-Haddar dan As-Sayyid Bahruddin Ba'alawi Al-Husaini, disebutkan bahwa:
Wali Songo Angkatan Ke-1, tahun 1404 – 1435 M. Terdiri dari:
1. Maulana Malik Ibrahim, [wafat 1419 M]
2. Maulana Ishaq,
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro,
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi,
5. Maulana Malik Isra'il,[wafat 1435 M]
6. Maulana Muhammad Ali Akbar,[wafat 1435 M]
7. Maulana Hasanuddin,
8. Maulana 'Aliyuddin,
9. Syekh Subakir, atau Syaikh Muhammad Al-Baqir
Wali Songo Angkatan ke-2, tahun 1435 - 1463 M, terdiri dari
1. Sunan Ampel, [tahun 1419 menggantikan Maulana Malik Ibrahim]
2. Maulana Ishaq, [wafat 1463]
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro,
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi,
5. Sunan Kudus, [tahun 1435 menggantikan Maulana Malik Isra’il]
6. Sunan Gunung Jati, [tahun 1435 menggantikan Maulana Muhammad Ali Akbar]
7. Maulana Hasanuddin, [wafat 1462 M]
8. Maulana 'Aliyuddin, [wafat 1462 M]
9. Syekh Subakir, [wafat 1463 M]
Wali Songo Angkatan ke-3, 1463 - 1466 M, terdiri dari
1. Sunan Ampel,
2. Sunan Giri, [tahun 1463 menggantikan Maulana Ishaq]
3. Maulana Ahmad Jumadil Kubro, [w.1465 M]
4. Maulana Muhammad Al-Maghrabi, [w.1465 M]
5. Sunan Kudus, 6. Sunan Gunung Jati,
7. Sunan Bonang, [tahun 1462 menggantikan Maulana Hasanuddin]
8. Sunan Derajat, [tahun 1462 menggantikan Maulana ‘Aliyyuddin]
9. Sunan Kalijaga, [tahun 1463 menggantikan Syaikh Subakir]
Wali Songo Angkatan ke-4, 1466 - 1513 M, terdiri dari
1. Sunan Ampel, [w.1481]
2. Sunan Giri, [w.1505]
3. Raden Fattah, [pada tahun 1465 mengganti Maulana Ahmad Jumadil Kubra]
4. Fathullah Khan [Falatehan], [pada tahun 1465 mengganti Maulana Muhammad Al-Maghrabi]
5. Sunan Kudus,
6. Sunan Gunung Jati,
7. Sunan Bonang,
8. Sunan Derajat,
9. Sunan Kalijaga, [wafat tahun 1513]
Wali Songo Angkatan ke-5, [1513 - 1533 M], terdiri dari
1. Syaikh Siti Jenar, wafat tahun 1517] [tahun 1481 Menggantikan Sunan Ampel]
2. Raden Faqih Sunan Ampel II [ Tahun 1505 menggantikan kakak iparnya, yaitu Sunan Giri]
3. Raden Fattah, [wafat tahun 1518]
4. Fathullah Khan [Falatehan],
5. Sunan Kudus, [wafat 1550]
6. Sunan Gunung Jati,
7. Sunan Bonang, [w.1525 M]
8. Sunan Derajat, [w. 1533 M]
9. Sunan Muria, [tahun 1513 menggantikan ayahnya yaitu Sunan Kalijaga] Wali Songo Angkatan ke-6, [1533 - 1546 M], terdiri dari:
1. Syaikh Abdul Qahhar [Sunan Sedayu], [Tahun 1517 menggantikan ayahnya, yaitu Syaikh Siti Jenar]
2. Raden Zainal Abidin Sunan Demak [Tahun 1540 menggantikan kakaknya, yaitu Raden Faqih Sunan Ampel II)
3. Sultan Trenggana [tahun 1518 menggantikan ayahnya yaitu Raden Fattah]
4. Fathullah Khan [Falatehan], [wafat tahun 1573]
5. Sayyid Amir Hasan, [tahun 1550 menggantikan ayahnya, yaitu Sunan Kudus]
6. Sunan Gunung Jati, [w.1569]
7. Raden Husamuddin Sunan Lamongan, [Tahun 1525 menggantikan kakaknya, yaitu Sunan Bonang]
8. Sunan Pakuan, [Tahun 1533 menggantikan ayahnya, yaitu Sunan Derajat]
9. Sunan Muria, [w. 1551]
Wali Songo Angkatan ke-7, 1546- 1591 M, terdiri dari
1. Syaikh Abdul Qahhar [Sunan Sedayu], [wafat 1599]
2. Sunan Prapen, [tahun 1570 menggantikan Raden Zainal Abidin Sunan Demak]
3. Sunan Prawoto, [ tahun 1546 Menggantikan ayahnya Sultan Trenggana]
4. Maulana Yusuf, [pada tahun 1573 menggantikan pamannya yaitu Fathullah Khan [Falatehan], Maulana Yusuf adalah cucu Sunan Gunung Jati]
5. Sayyid Amir Hasan,
6. Maulana Hasanuddin, [pada tahun 1569 menggantikan ayahnya, yaitu Sunan Gunung Jati]
7. Sunan Mojoagung [tahun 1570 Menggantikan Sunan Lamongan]
8. Sunan Cendana, [tahun 1570 menggantikan kakeknya, yaitu Sunan Pakuan]
9. Sayyid Shaleh [Panembahan Pekaos], [tahun 1551 menggantikan kakek dari ibunya, yaitu Sunan Muria. Sedangkan Sayyid Shaleh adalah Shaleh bin Amir Hasan bin Sunan Kudus]
Wali Songo Angkatan ke-8, 1592- 1650 M, terdiri dari
1. Syaikh Abdul Qadir [Sunan Magelang], asal Magelang, [wafat 1599], menggantikan Sunan Sedayu
2. Baba Daud Ar-Rumi Al-Jawi, [1650 menggantikan Gurunya yaitu Sunan Prapen]
3. Sultan Hadiwijaya [Joko Tingkir], [tahun 1549 Menggantikan Sultan Prawoto]
4. Maulana Yusuf, asal Cirebon
5. Sayyid Amir Hasan, asal Kudus
6. Maulana Hasanuddin, asal Cirebon
7. Syaikh Syamsuddin Abdullah Al-Sumatrani, [tahun 1650 Menggantikan Sunan Mojo Agung]
8. Syaikh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri, [tahun 1650 menggantikan Sunan Cendana] 9. Sayyid Shaleh [PanembaHidayatullah. Wali Songo Angkatan ke 9, 1650 – 1750M, terdiri dari:
1. Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan [tahun 1750 menggantikan Sunan Magelang]
2. Syaikh Shihabuddin Al-Jawi [tahun 1749 menggantikan Baba Daud Ar-Rumi]
3. Sayyid Yusuf Anggawi [Raden Pratanu Madura], Sumenep Madura [Menggantikan, yaitu Sultan Hadiwijaya / Joko Tingkir]
4. Syaikh Haji Abdur Rauf Al-Bantani, [tahun 1750 Menggantikan Maulana Yusuf, asal Cirebon ]
5. Syaikh Nawawi Al-Bantani. [1740 menggantikan Gurunya, yaitu Sayyid Amir Hasan bin Sunan Kudus]
6. Sultan Abulmufahir Muhammad Abdul Kadir [ tahun 1750 menggantikan buyutnya yaitu Maulana Hasanuddin]
7. Sultan Abulmu'ali Ahmad [Tahun 1750 menggantikan Syaikh Syamsuddin Abdullah Al-Sumatrani]
8. Syaikh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri
9. Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan [tahun 1750 menggantikan ayahnya, Sayyid Shalih Panembahan Pekaos]
Wali Songo Angkatan ke-10, 1751 – 1897
1. Pangeran Diponegoro [ menggantikan gurunya, yaitu: Syaikh Abdul Muhyi Pamijahan] 2. Sentot Ali Basyah Prawirodirjo, [menggantikan Syaikh Shihabuddin Al-Jawi]
3. Kyai Mojo, [Menggantikan Sayyid Yusuf Anggawi [Raden Pratanu Madura]
4. Kyai Kasan Besari, [Menggantikan Syaikh Haji Abdur Rauf Al-Bantani]
5. Syaikh Nawawi Al-Bantani. …
6. Sultan Ageng Tirtayasa Abdul Fattah, [menggantikan kakeknya, yaitu Sultan Abulmufahir Muhammad Abdul Kadir]
7. Pangeran Sadeli, [Menggantikan kakeknya yaitu: Sultan Abulmu'ali Ahmad]
8. Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan, Sumenep, Madura [Menggantikan Syaikh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri]
9. Sayyid Abdur Rahman (Bhujuk Lek-palek), Bangkalan, Madura, [Menggantikan kakeknya, yaitu: Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan]
Tahun 1830 – 1900 [Majelis Dakwah Wali Songo dibekukan oleh Kolonial Belanda, dan banyak para ulama’ keturunan Wali Songo yang dipenjara dan dibunuh]
Dari nama para Wali Songo tersebut, pada umumnya terdapat sembilan nama yang dikenal sebagai anggota Walisongo yang paling terkenal, yaitu:
• Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim
• Sunan Ampel atau Raden Rahmat
• Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim
• Sunan Drajat atau Raden Qasim
• Sunan Kudus atau Ja'far Shadiq
• Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin
• Sunan Kalijaga atau Raden Said
• Sunan Muria atau Raden Umar Said
• Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.

Wallohua'llam....

Minggu, 05 Maret 2023

rajah kala cakra


Rajah Kalacakra
Legenda kalacakra di pewayangan bermula dari penulisan mantram sakti di dada Batara Kala oleh Batara Guru yang menyamar sebagai dalang Kandhabuwana. Dan dibuatnya Rajah Kalacakra dimaksudkan agar siapapun yang bisa membacanya dan siapa saja yang bisa mengucapkan mantram tersebut tidak akan menjadi korban dan tidak akan diganggu oleh Batara Kala sebagai pembawa sengkala. 

Semua kejadian buruk dalam kehidupan manusia dipercaya selain sebagai suratan nasib / takdir, juga banyak berkaitan dengan yang namanya karma, bisa karma dari masa lalunya, karma dari perbuatan-perbuatannya yang sekarang, karma dari kondisi kelahirannya, juga imbas dari karma / kesialan yang dibawa oleh orang lain (misal : ikut menjadi korban kecelakaan bus, pesawat terbang, dsb).  Ilmu / Rajah Kalacakra sebagiannya digunakan untuk tujuan menangkal / mengatasi hal itu.

Filosofi Ilmu / Rajah Kalacakra adalah sebuah kekuatan gaib yang merubah suatu keburukan menjadi kebaikan, adalah sebuah doa kepada Yang Maha Kuasa supaya merubah suatu kondisi yang buruk menjadi kondisi yang baik selama manusia hidup dalam kekuasaan sang waktu (Sang Kala atau Sang Hyang Kala).Pada perkembangan selanjutnya Ilmu / Rajah Kalacakra diwujudkan menjadi mantra untuk menangkal berbagai kekuatan magis jahat yang dapat mengganggu keselamatan lahir dan batin. Selain digunakan untuk melindungi diri dari gangguan dan serangan gaib mahluk-mahluk halus, juga memberikan perisai pagaran gaib kepada para penggunanya agar terhindar dari segala keburukan atau ketidak-nyamanan dalam kehidupan. Oleh karena itu Rajah Kala Cakra sering digunakan dalam ruwatan-ruwatan tradisi jawa dengan membacakan mantra-mantranya. Di India sendiri upaya ruwatan dan bersih diri masih banyak dilakukan, terutama berupa ritual khusus di sungai Gangga.

Rapalannya berbunyi : 

" Yamaraja - Jaramaya,   Yamarani - Niramaya,    Yasilapa - Palasiya,   Yamiroda - Daromiya,
  Yamidosa - Sadomiya,  Yadayuda - Dayudaya,  Yasiyaca - Cayasiya,  Yasihama - Mahasiya "

Bunyi mantranya dilakukan dengan pembalikkan dalam membacanya, karena bunyi maknanya dimaksudkan sebagai upaya membalik keadaan, membalik kondisi yang buruk menjadi baik, dan sifatnya menundukkan, bukan menyerang balik.

1. Yamaraja - Jaramaya    :  siapa yang menyerang berbalik menjadi berbelas kasihan.
2. Yamarani - Niramaya    :  siapa yang datang dengan niat buruk akan berbalik dan menjauhi.
3. Yasilapa - Palasiya       :  siapa yang membuat kelaparan berbalik memberi makan.
4. Yamiroda - Daromiya    :  siapa yang memaksa berbalik memberi kebebasan dan keleluasaan.
5. Yamidosa - Sadomiya   :  siapa yang berbuat dosa berbalik berbuat kebajikan.
6. Yadayuda - Dayudaya   :  siapa yang memerangi berbalik membawa damai.
7. Yasiyaca - Cayasiya     :  siapa yang menyengsarakan berbalik membawa kesejahteraan.
8. Yasihama - Mahasiya    :  siapa yang berbuat merusak berbalik sayang dan memelihara.Ilmu kalacakra yang berlatar belakang keilmuan bangsa India, berlatar belakang agama Hindu atau Budha, selain sebagai upaya membebaskan manusia dari karma jelek, ilmu kalacakra adalah salah satu jenis ilmu kebatinan (sejenis ilmu sukma sejati) yang banyak dianut oleh kalangan resi, yang tidak digunakan untuk menyerang, tetapi bersifat menundukkan yang dilakukan berdasarkan cinta kasih, menjadikan dirinya sendiri sebagai tumbal, yang menerima perbuatan jahat orang lain tetapi tidak membalasnya dengan perbuatan yang juga jahat, tidak membalas kemarahan dengan kemarahan, tidak membalas pukulan dengan pukulan, dsb. Ilmu ini adalah ilmu kesaktian tingkat tinggi (kalau tidak, maka seseorang akan hancur lebur tubuhnya ketika menerima dirinya diserang dengan aji kesaktian). Jenis ilmu ini juga salah satunya yang dulu dianut oleh Puntadewa (pemimpin para Pandawa).


Kebanyakan ilmu kalacakra yang beredar di dalam negeri adalah bersifat ilmu gaib dan ilmu khodam yang untuk menguasainya dilakukan dengan mewirid amalannya, atau dengan transfer energi / khodam, tapi tidak dilandasi dengan filosofi yang orangnya harus penuh dengan cinta kasih untuk tidak membalas perbuatan jahat seseorang, karena lebih diunggul-unggulkan keampuhannya sebagai ilmu kesaktian, sebagai ilmu pertahanan sekaligus untuk menyerang. Kebatinan keilmuannya tidak sejalan lagi dengan filosofi dasar ilmu kalacakra, sehingga dalam prakteknya selain dijadikan benteng gaib, ilmu ini juga digunakan sebagai kesaktian gaib untuk menyerang, atau dengan sengaja digunakan untuk melunturkan keilmuan seseorang.Di dalam negeri dikatakan bahwa Ilmu Kalacakra adalah salah satu ilmu gaib yang digunakan pada masa lalu untuk menangkal ajian kesaktian lawan, menyerang balik kekuatan gaib musuh dan memiliki kekuatan menyerang mahluk halus hingga terluka parah. Dan sesuai dengan sugesti "rajah" kalacakra, maka kekuatan energi ilmunya dipusatkan / ditempatkan di dada. Ilmu Kalacakra juga digunakan untuk menangkal / mengusir mahluk halus jahat dengan cara memasang rajahnya di tempat-tempat yang diperkirakan ada mahluk halusnya.

Beberapa kegunaan Ilmu / Rajah Kalacakra dalam dunia keilmuan gaib dalam negeri yang dikatakan orang pada jaman sekarang adalah untuk :
- Menangkal segala serangan ilmu gaib.
- Menaklukan gangguan mahluk halus Jin, Gondoruwo, dsb. 
- Menjauhkan diri dari segala perbuatan buruk dan kejahatan.
- Membalik niat jahat orang lain agar menjadi niat yang baik.
- Menundukkan amarah musuh, dendam dan iri hati.
- Membuat pagaran gaib rumah, toko, dll.
- Menolak segala bala (karma jelek), baik yang akibatkan oleh orang lain ataupun akibat dari perbuatan sendiri.
- Menjauhkan segala kesialan dan membalik hal-hal buruk menjadi baik.


Beberapa pihak mengajarkan ilmu rajah kalacakra ini dengan cara membaca mantranya (diwirid) dengan jumlah bacaan  21x, 41x, 313x, dsb, ditambah dengan laku tertentu (ada laku puasa dan tirakatnya).

Mantranya berbunyi :

dengan kekuatan sukma / kebatinan sendiri, sambil memancarkan / membentuk bola pagaran gaib kita amalkan mantra kalacakra (terjemahan bahasa Indonesianya - bahasa yang kita mengerti) untuk kita mengsugestikan batin kita sendiri untuk membuat / mengkondisikan energi pagaran gaib yang padat energinya dan sifat-sifat energinya sama dengan isi amalan kalacakra.Jika kita membuat pagaran gaib dengan bantuan benda gaib berkhodam, sugestikan benda gaibnya membuatkan kita pagaran gaib, dengan menggenggam bendanya kita wiridkan aji kalacakra supaya khodamnya membuat pagaran gaib yang sifat-sifatnya sama dengan aji kalacakra.

Begitu juga kalau kita membuat pagaran gaib dengan menggunakan khodam ilmu / pendamping, sugestikan langsung kepada khodamnya itu (misalnya yang posisinya di sebelah kanan kita) supaya membuatkan kita pagaran gaib dan kita wiridkan aji kalacakra supaya khodamnya membuatkan pagaran gaib yang sifat-sifatnya sama dengan aji kalacakra.

Mewiridkan kalacakra hanya dilakukan ketika kita membuat pagaran gaib, supaya batin kita atau khodamnya membuatkan pagaran yang sifat-sifatnya sesuai dengan isi amalan kalacakra. Mewirid ulang ajian kalacakra hanya dilakukan ketika me-recharge pagarannya, mungkin 3 bulan, 6 bulan atau setahun kemudian.
Dalam mewirid amalan kalacakra di atas sebaiknya dilakukan dengan kepekaan rasa, sehingga apakah mewirid amalannya cukup 1x, 10x, dsb, nantinya dicocokkan dengan penilaian kita sendiri, apakah kondisi pagarannya sudah sesuai dengan keinginan kita itu. Kalau dianggap masih kurang pas nantinya wiridannya kita tambah lagi. 

Begitu juga di hari-hari yang lain, kalau kita rasakan pagarannya kurang sesuai dengan harapan kita ... kalau perlu kita tambahkan kekuatan pagarannya sambil diwiridkan lagi amalannya.

Kamis, 03 September 2020

kayu ber tuah

Berbagai Kayu Dipercaya Miliki Kekuatan Gaib

 Setiap ciptaan Allah SWT mempunyai berbagai kelebihan dan rahasia, baik yang nampak maupun yang masih tersembunyi. sinar matahari dan curahan hujan menyuburkan bumi, hingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang tak terhitung jumlahnya dengan berbagai khasiat dan manfaat yang terkandung atas se-izin-Nya.

Di kalangan masyarakat kita, terutama yang ada di Pulau Jawa, ada yang mempunyai keyakinan bahwa untuk beberapa jenis kayu tertentu, ada yang memiliki daya gaib dan khasiat tertentu. Asal kayu tersebut bisa saja karena berasal dari pohon atau kayu bekas tempat keramat atau yang dikeramatkan seperti makam leluhur, para Wali atau karena langka, susah mendapatkannya atau bisa juga karena memiliki sifat khusus yang tidak dimiliki kayu lain.

Derajat tuah kayu tergantung dari tempat tumbuh, lingkungan dan tata cara pengambilannya yang kadangkala memerlukan sesajian. Selain itu gambar yang ada pada kayu karena proses alam atau pembusukan atau penyakit pohon kadangkala diyakini memiliki pengaruh gaib juga, contohnya Pelet Kendhit pada warangka keris dari kayu Timaha dipercaya memiliki daya mengikat tamu hingga mereka tidak meninggalkan tempat hajatan sebelum acara selesai.

Dengan mengacu beberapa sumber, antara lain :
Drs. Budihardono, Ir. Bambang W.B. , R. Oesodo, Ir. Wibatsu HS dan sumber lainnya di uraikan dibawah. Beberapa jenis kayu yang secara tradisional dianggap bertuah. Penyertaan nama latin untuk menambah informasi mengenai jenis kayu tersebut. Untuk beberapa nama latin yang dirasa kurang tepat diberi tanda (?).

1. Kayu Kokka
Kayu koka merupakan kayu yang bermutu tinggi dan telah digunakan sejak zaman dahulu lagi. Malah kayu koka juga telah digunakan bagi membuat Bahtera Nabi Noh. Tongkat Nabi Musa dan Nabi Syuib A.S juga dibuat dari kayu koka.

Kayu Kokka merupakan ciptaan Allah SWT mmemiliki berbagai rahasia dan kelebihan sebagai penawar, penyembuh dan pelindung. Apatah lagi jika diguna pakai dalam bentuk tasbih dan cincin. Kayu Kokka juga boleh menjadi lebih tinggi harga dan nilainya dari masa ke semasa.

Kayu Kokka di dapati dari pohon kokka di dalam hutan dara di Negara Arab, Turki, Nigeria, Iran, Mesir, dan Afghanistan. Pohon kokka merupakan tumbuhan hutan bersifat perrenial (tahunan) dan hidup secara meliar. Namun demikian, terdapat usaha dari Negara-Negara Arab menanam pohon Kokka sebagai satu industri pertanian untuk membekalkan kayu kokka yang kini mendapat tempat di pasaran dunia. Walau bagaimana pun kayu kokka yang terdapat di pasaran sekarang kebanyakan diambil dari buah kokka yang berkayu.

Kayu kokka mempunyai banyak kelebihannya sejak zaman dahulu lagi dan telah digunakan oleh para nabi sebagai bukti kekuasaan Allah S.W.T di dalam memberikan perlindungan dan penawar kepada manusia. Kayu kokka dipercayai dapat menghalau makhluk halus yang jahat, menghalang dari sihir, melindungi diri dari kekejaman musuh dan banyak lagi.

Para ulama dan sejarawan mengatakan bahwa Kaoka/Kokka adalah jenis kayu yang paling tinggi nilai dan mutunya. Kayu ini telah di gunakan sejak zaman dahulu kala oleh orang-orang besar di masanya, di antaranya adalah untuk pembuatan kapal Nabi Nuh AS, tongkat Nabi Musa AS (bisa di sebut kayu Musa), tongkat Nabi Syuaib AS dan tasbih Nabi Muhammad SAW.

Kaoka/Kokka sangat masyhur dan diminati, khususnya di daratan Melayu termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan negara-negara Islam lainnya.

Saat ini Kaoka/Kokka hanya bisa didapati di Nigeria, Turki, Madagaskar dan Iran, dengan beberapa perbedaan jenis, yaitu yang tumbuh di hutan dan pesisir, dan yang berusia muda dan tua.

Cirri khas Kaoka/Kokka : Tenggelam ke dalam air (tidak mengapung). Dan senantiasa nampak berminyak serta memiliki aroma wangi khas Kaoka/Kokka.

Khasiat Kaoka/Kokka, diantaranya:
• Rumah yang memilikinya insya Allah terlindungi dari kejahatan makhluq gaib.
• Untuk anak yang selalu menangis dan tidak mau tidur, letakkan di bawah bantal atau rendam di dalam air lalu di minumkan, insya Allah akan cepat tidur.
• Sakit urat/oto, gosokkan ke bagian yang merasakan sakit, insya Allah akan lega.
• Sakit gigi, rendam kedalam air hangat, lalu gunakan untuk berkumur dan diminum, insya Allah sembuh.
• Terkena gigitan binatang berbisa dan lainnya, gosokkan kebagian yang terkena gigitan atau meminumnya, insya Allah bisa/racun akan hilang.
• Sekiranya dipakai pada badan, insya Allah akan terhindar dari binatang liar dan berbisa.
• Sekiranya dipakai, kemudian ada orang yang berniat mencelakakannya, maka insya Allah dengan seizing-Nya tidak akan terjadi apa-apa.
• Dan masih banyak lagi.

2. Asam Jawa/Asam Kawak, Celagi, Tangkal Acem (Tamarindus Indicus Linn)
Pohon Asam sangat popular di Indonesia dengan tinggi mencapai 30 meter dengan diameter mencapai 60 – 70 cm. Daun dan buahnya banyak di gunakan untuk obat.

Asam Kawak adalah buah asam yang telah di bersihkan dari biji dan seratnya, kemudian di kukus sekitar 10 menit, diberi sedikit garam, di bentuk seperti bola dan dijemur di sinar matahari.

Asam kawak ini digunakan untuk obat macam macam, diantaranya penyakit tenggorokan. Bijinya disebut Klungsu, di yakini dapat menolak roh jahat, khususnya dari Kerajaan Kidul.

Biji asam yang hitam legam sebanyak 3-9 biji jika di taruh dalam lampu mobil/motor di percaya dapat menghindari kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh mahluk halus.

Bagian hitam kecoklatan dari teras asam di namakan Galih Asam, bertuah untuk keselamatan, menolak Jin jahat dan anti tenung. Jika di pukulkan pada seseorang yang mempunyai daya magic hitam, maka biasanya akan punah kesaktiannya. Galih Asam hanya baik dipakai oleh pemimpin berhati “Satriya Pandita”, kayu ini juga bagus untuk Warangka Keris.

3. Awar-awar, Dausalo, Bar-abar, Sirih Popar (Ficus Septica Burm)
Perdu yang banyak tumbuh di tempat agak basah ini hampir tumbuh di seluruh Nusantara. Dari akar sampai daun mempunyai kegunaan. Akarnya ditumbuk dengan Adas Pulowaras, dan airnya di peras dapat di gunakan untuk mengobati keracunan ikan, gadung (Dioscorea hispida dennst) dan kepiting.

Jika ditumbuk dengan segenggam akar alang-alang dan airnya diperas merupakan obat muntah yang sangat manjur.

Daun awar-awar sering di gunakan untuk menolak setan. Zaman dulu daunnya banyak di manfaatkan untuk membuat tikee, yaitu daun awar-awar diiris halus kemudian di campur candu. Dalam bentuk bulatan kecil ini tikee di bakar di dalam alat penghisap madat, khusus yang dinamakan “bedhutan”.

Seringkali pohon awar-awar yang sudah tua bagian terasnya memperlihatkan gambar seperti pelet timaha, bagian ini banyak dicari pecinta keris untuk warangka, karena di yakini kayu ini dapat meredam keris/tombak yang panas serta menjauhkan dari gangguan jin jahat dan black magic. Yang perlu di ingat kayu ini sangat lunak

4. Bambu Buntet (Bambu Buta)Bambu Pethuk (Bambusa Sp, Phyllostachys Sp, Schizostachum Sp, dsb)

a. Bambu Buntet adalah bambu yang buluhnya tidak kosong. Dipercaya tongkat atau potongan bambu ini bertuah menghalau pengaruh roh jahat dari rumah.
b. Bambu pethuk adalah bambu yang kedua ruasnya saling bertemu. Dipercaya siapa saja yang membawa potongan bambu ini akan kesampaian maksudnya, tidak mendapat gangguan dari siapa saja.
c. Rotan pethuk adalah rotan yang buku ruasnya saling berhadapan, khasiatnya sama dengan bambu pethuk.
d. Bambu Carang Gantung adalah bambu yang tumbuh dari rebung dan keluar sebagai pohon bambu kecil kecil, diyakini anti jin jahat dan santet, banyak ditaruh diatas pintu masuk rumah dan jika di pukulkan pada ular akan mati seketika, juga dipercaya bertuah menghindari wabah penyakit menular dan ilmu hitam yang hendak mengganggu pemiliknya.

5. Boga (Ficus Toxicaria Linn)
Kayu ini menyerupai kayu Kebak (Ficus Alba Reinw), warnanya putih dan diyakini berkhasiat menglariskan dagangan. Caranya : taruh sepotong kayu ini didalam almari / etalase barang yang dujual, atau dapat juga disimpan dalam peti uang. Jika ditaruh didalam rumah dipercaya pemiliknya tak pernah kekurangan sandang pangan.

6. Bambu Apus Pringgolayan, Wulung & Ori
Bambu Apus (Gigantochloa Apus Kurz) yang tumbuh dibelakang makam Pangeran Pringgoloyo di Kampung Pringgalayan, Kotagede, Yogyakarta sejak jaman dulu dipercaya memiliki tuah membuat pekarangan menjadi angker, karena itu sering di gunakan untuk mengusir penyewa yang bandel, tidak mau pindah. Biasanya sepotong bambu apus di tanam atau ditaruh dekat pintu rumah, tetapi setelah tujuannya tercapai segera dikembalikan ke Pringgolayan. Menurut juru kunci makam, semua bambu apus di Pringgolayan mempunyai sifat demikian, tetapi sifat baiknya juga ada termasuk jimat penglaris dagang, tumbal keselamatan, menolak jin jahat. Semua tergantung dari permohonannya.

Bambu wulung (Gigantochloa verticillata Munru) dan bambu Ori (Bambusa Bambos Miq) juga dipercaya memiliki tuah menolak setan. Untuk keperluan ini, ambil sepotong buluh bambu yang satu ruasnya tertutup kemudian taruh disisi pintu masuk dan isi buluh bambu itu dengan air cucian beras, potong dlingo bangle, garam dan rumput alang-alang. Setiap kali, misal setiap minggu, isi dengan air cucian beras, sarana ini selain menolak jin jahat juga menolak tuju, tenung dan santet.

Cara lain, ambil bambu ini dalam bentuk tusuk sate (diruncingkan). Masing-masing disudut perkarangan atau rumah tusukan bambu ini kedalam tanah. Taburi garam dan irisan dlingo bangle disekitar tusukan sate ini.

7. Lingsar (Pterocarpus Sp)
Pohonnya tinggi besar, tumbuh di tempat kramat Lingga Manik, barat daya desa Kayangan, Kulonprogo, sebelah utara Samigaluh. Dipercaya bisa menolak jin jahat dan memperlancar permohonan yang bersifat kesucian. Kayu Lingsar sepintas seperti Kayu Sengon (Albizzia falcate), bersifat mudah retak karena penggantian cuaca.

8. Klumpit, Klumprit (Terminalia Edulis Blanco )
Pohonnya tinggi besar, banyak terdapat dihutan jati, namun kini hampir punah digunakan untuk bahan bangunan yang tidak menuntuk keawetan. Salah satu pohon Klumpit yang masih alami terdapat di Goa Ngrancang Kencono, 7 km barat daya kecamatan Playen termasuk kawasan Desa Manggoran Kidul. Kayu ini dipercaya bertuah memudahkan permohonan yang bersifat duniawi.

9. Wergu (Rhapis Flabelliformis l’Herit)
Palma Kipas atau Wergu biasanya tumbuh dalam rumpun yang padat. Batang berbuku-buku lurus keatas dengan daun daun seperti kipas. Pohon ini berasal dari China, Vietnam, Laos dan Kamboja. Biasanya tumbuh liar atau sebagai tanaman pagar.

Batang yang berat biasanya berasal dari yang berumur 20 tahun lebih, di jaman dulu kayunya banyak di eksport ke Hongkong dan China. Nama dagangnya Cannes de laurier atau jones du Tonkin. Kualitasnya dibedakan : (1) diameter lebih dari 20 mm, (2) diameter 13-20 mm, (3) diameter 8 – 13 mm. Semua kualitas ini mempunyai panjang 125 mm.

Kayu Wergu dipercaya bertuah menjauhkan ular dan binatang berbisa, selain itu juga memiliki daya menambah kekuatan bagi pemakainya.

10. Songgo Langit (Ochrosia oppositifolia K.Schum & Tridax procumbens Linn)
Kayu Songgo Langit yang dianggap bertuah adalah kayu Ochrosia oppositifolia K.Schum. yang sudah amat langka, tingginya bisa mencapai 13 – 14 m dengan diameter 30 sm, biasanya tumbuh didaerah pantai atau tepi pantai.

Akarnya keras, dari luar tampak kuning tetapi dalamnya tampak kuning pucat. Kayunya berbau untuk obat dan biasanya digunakan untuk obat terutama sakit perut, kejang perut dan rasa tidak enak setelah makan ikan atau udang. Sementara ada yang beranggapan kayu Songgo langit yang berkhasiat ghaib adalah jenis perdu Tridax procumbens Linn.

Biasa tumbuh dikarang karang pegunungan kapur. Pohon ini banyak bercabang dan akar batangnya kuat. Berasal dari Amerika Tengah. Tuahnya menolak niat jahat dari orang atau mahluk halus.

11. Pule, Pulai (Alstonia Scholaris R. Br)
Pohon yang bisa mencapai tinggi 49 m, terdapat diseluruh nusantara, yang baik biasanya tumbuh dibawah 900 m d.p.l dan didekat air. Ada 2 macam varietas, yang bertangkai dan tulang daun berwarna hijau dan satunya berwarna ungu. Keduanya memiliki kegunaan sama.

Kayu Pule lunak dan berwarna kuning keputihan, ada jenis kayu pule yang keras, tetapi umumnya lunak. Dalam dunia pengobatan dikenal sebagai obat demam, malaria, penyakit gula darah dan kurang nafsu makan, rasanya pahit seperti Bratawali. Getah pohon Pule sering digunakan untuk mematangkan abses (bengkak) di kulit.

Banyak yang menganggap Pule bertuah untuk menolak unsur jahat dalam rumah atau pekarangan, kadang digunakan untuk mengobati kesurupan, untuk ini ambil cabang yang masih ada daunnya dan cabang pohon awar-awar serta segenggam tumbuhan alang-alang. Cambukanlah pelan-pelan punggung orang yang sedang kemasukan roh jahat itu. Biasanya dia akan segera sadar.

12. Rumput Fatimah (Calligonum Sp)
Rumput fatimah banyak diambil kaum muslim dari Tanah Suci Mekah dipercaya memiliki tuah memudahkan menagih hutang, permohonan pekerjaan, melunakan hati orang dan sebagainya. Ada juga kegunaan lain untuk memperlancar persalinan, caranya : masukan rumput itu kedalam air, biasanya akarnya mengembang, bacalah Al-Fatihah atau Al-Ikhlas sebanyak 100 x selama merendam itu, minumkan segelas ke ibu yang bersangkutan sambil memohon petunjuk Allah.

Rumput ini juga dapat mengobati kanker, stroke ringan dan tekanan darah tinggi, hanya disini digunakan air panas (thermos), bacaannya Al-Fatihah dan Ayat Kursi masin masing minimal 200 x sesudah itu mohon penyembuhan pada Allah dan minumkan satu gelas 3 x sehari sampai sembuh. Oleskan air rendamannya kepada sisakit.

13. Minging

Sejak jaman dulu pohon ini diyakini membuat ular mabuk, disebut juga pohon ular.

Sering disimpan sebagai penghalau ular atau dibuat tongkat kalau masuk hutan, warnanya coklat kehitaman dan agak berat.

14. Cendana (Santalum Album L.)
Aslinya berwarna kuning agak kemerahan, berbau wangi, kayu ini diyakini bertuah didekati arwah leluhur, jangan membawa pusaka yang berwarangka Cendana bilamana menengok orang sakit karena dipercaya dapat mempercepat ajalnya. Tosan aji yang diberi warangka Cendana akan berbau harum dan lebih awet

13. Minging
Sejak jaman dulu pohon ini diyakini membuat ular mabuk, disebut juga pohon ular. Sering disimpan sebagai penghalau ular atau dibuat tongkat kalau masuk hutan, warnanya coklat kehitaman dan agak berat.

14. Cendana (Santalum Album L.)
Aslinya berwarna kuning agak kemerahan berbau wangi, kayu ini diyakini bertuah didekati arwah leluhur, jangan membawa pusaka yang berwarangka Cendana bilamana menengok orang sakit , karena dipercaya dapat mempercepat ajalnya. Tosan aji yang diberi warangka Cendana akan berbau harum dan lebih awet.

15. Drini / Sentigi / Stigi / Kastigi (Pemphis Acidula Forst), Kayu Sulaiman
Banyak di temukan di daerah berdekatan dengan pantai laut, biasanya tumbuh di tanah berkapur. Pohon ini daunnya menyerupai daun sawo beludru atau duren ,yaitu hijau dengan bagian bawah berwarna merah tembaga.

Kayu ini bersifat perempuan, sebaiknya jangan dipakai oleh wanita terlebih yang belum menikah. Kayu ini yang masih segar berwarna putih kemerahan, namun lama kelamaan berubah coklat tua dan jika memukul orang hanya menyebabkan pingsan, tidak mati.

Tuah kayu antara lain anti gigitan binatang berbisa, caranya di tempelkan potongan kayu setigi ke bekas gigitan atau sengatan beberapa lama. Juga menolak hama tumbuhan, penyakit menular dan tanah sangar karena pengaruh jin jahat/black magic. Kayu ini bisa juga untuk mengobati penyakit kanker.

Ambil serpihan (tatal) kayu setigi, rebus bersama rumput lidah ular-ularan, segenggam daun tapak dara dan adas pulowaras, penderita diminta minum 3 x sehari masing masing 1 gelas. Kayu Setigi relatif ringan namun tenggelam dalam air. Pemakai kayu setigi atau tesek atau pembawa kayu setigi jangan sekali kali masuk air karena bisa tenggelam. Kayu ini banyak terdapat dipantai-pantai khususnya pegunungan kapur yang setiap hari mendapat angin laut.

Kayu Drini dulu banyak dijumpai di pantai selatan Jawa, khususnya dipantai Krakal sebelah timur Baron, Gunung Kidul. Menurut beberapa orang, kayu ini juga ditemukan didaerah pantai lain. Karena banyak dicari maka kayu ini terancam punah karena diyakini bertuah untuk keselamatan, anti black magic, anti gigitan ular dan dijauhi ular.

Selain itu rendaman kayu dalam air juga berkhasiat mengobati penyakit perut. Kayu yang kering akan berbau harum bila digosok dengan ujung jari. Jenis Drini dari Pulau Kangean oleh penduduk setempat dinamakan Setigi, Cantinggi atau Mentigi, kayu ini juga banyak dicari untuk pengobatan, karena langka maka harganya sangat mahal, biasanya pohon Drini tumbuh di tanah kapur yang banyak mendapat angin laut atau sering terendam air laut.

16. Dewadaru
Kayu amat langka ini dulu banyak ditemukan di pulau Karimunjawa sebelah utara Jepara, diyakini bertuah menolak hewan buas dan ular, menyembuhkan gigitan ular berbisa dan menjaga keselamatan. Kayu ini kurang baik dibawa dalam perjalanan berperahu karena sifatnya mendatangkan angin taufan.

Ada 2 macam kayu Dewandaru, yang dipercaya asli tumbuh di Desa Nyamplung, konon jelmaan dari tongkat yang ditinggalkan Sunan Kudus, seorang wali Kerajaan Demak. Sedangkan Kayu Dewandaru dari Gunung Kawi, walau jenisnya lain dengan yang ada di Karimunjawa tetapi dipercaya berkhasiat sama.

17. Kayu Itam, Kayu Arang, Kayu Ebony (Diospyros spp)
Kayu berwarna hitam atau kelabu berserat serat hitam. Kayu ini, khususnya yang hitam seluruhnya, bertuah menangkal roh jahat dan menciptakan suasana ketentraman. Ruang tamu yang diberi hiasan kayu ebony akan terasa teduh dan damai sehingga kerasan tinggal diruang tersebut.

18. Kebak (Ficus Sp, Macaranga Sp, Acalypha Sp)
Pohon Kebak umumnya semacam pohon beringin hutan tetapi tidak bisa besar, namun adapula yang beranggapan pohon ini sejenis waru tetapi daunnya agak muda, sering disebut Tutup (Macaranga sp, Acalypha sp). Kayunya yang ringan dipercaya melariskan dagangan dengan menaruhnya ditempat dagangan atau uang. Kayu ini mudah kena pelapukan / jamur.

19. Kelor, Maronggi, Celor, Keloro (Moringa Olefera Lamk)
Semua bagian pohon ini dipercaya bisa untuk obat. Jika ada orang yang kejang-kejang atau kesurupan atau kena hawa jahat (sawan) dari jenazah, cobalah tengkuknya dan semua persendian tubuhnya digosok dengan remasan daun kelor, biasanya ia segera siuman. Orang yang punya kesaktian tertentu (Black Magic) biasanya juga akan punah bilamana dipukul dengan cabang pohon kelor.

Tidak semua pohon kelor memiliki bagian teras yang berwarna hitam yang biasa disebut Galih Kelor. Bagian kayu ini sering dicari sebagai jimat karena di percaya dapat menunjang ilmu kanuragan dan kebal terhadap senjata tajam. Galih Kelor tidak dianjurkan dibawa oleh mereka yang berpembawaan lekas naik darah.

20. Kengkeng
Banyak di jumpai di lereng Gunung Lawu, dicari karena dapat menyadarkan orang yang kesurupan. Sepotong kayu ini jika ditaruh dekat bayi atau anak kecil bisa menolak roh jahat, roh halus.

21. Krangeyan (Litsea Cubeba Pers)
Pohon setinggi 5 – 15 m dengan batang yang paling besar hanya berdiameter 25 cm ini banyak di jumpai di daerah pegunungan. Mulai dari kulit, daun dan bunganya berbau harum. Kayunya di yakini memiliki daya menolak santet, tenung dan gangguan setan jahat. Untuk pengobatan umumnya baik bagi sakit pernapasan.

22. Liwung (Arenga Pinnata Merr, Calyptrocalyk Spicatus ?, Cycas Sp ?)
Kayu ini ditemukan di daerah Gunung Lawu, biasanya berbentuk tongkat atau potongan yang banyak ditawarkan oleh penduduk setempat. Warnanya hitam seperti teras kayu aren, bedanya seratnya agak kasar. Kayu Liwung berasal dari pohon Liwung yang tidak lain adalah pohon Aren laki-laki karena tidak mempunyai bunga betina. Pohon ini amat jarang, sementara ada kayu sejenis yang dipercaya sebagai kayu liwung namun asalnya berbeda. Kayu Liwung dipercaya mempunyai tuah kekebalan terhadap senjata tajam dan tumpul, sangat baik untuk mereka yang mendalami ilmu kanuragan. Sifatnya agak panas, tidak baik untuk mereka yang mudah terpancing emosinya.

23. Lotrok
Sepintas mirip kayu Kebak atau Boga, namun agak kemerahan. Kayunya ringan dan berasal dari lereng gunung berapi. Dipercaya kayu ini dapat memperlancar pesalinan dan anti black magic namun kadar tuahnya rendah.

24. Mimang
Tidak diketahui nama latinnya, akar mimang menonjol dipermukaan tanah, konon siapa yang melangkahinya akan bingung dan tersesat. Akar mimang ditanam ditanah dibawah pintu masuk dan bagian belakang rumah. Baik akar maupun kayunya dipercaya memiliki khasiat membingungkan orang siapa saja yang melangkahinya.

25. Pamrih & Ringin Sepuh (Ficus Spp)
Kayu Pamrih berasal dari pohon Pamrih yang tumbuh dibekas pertapaan Sri Sultan Hamengku Buwono I di Beton Kampung Sewu ditepi Bengawan Solo, Surakarta. Menurut legenda dibawah pohon itulah baliau berteduh setiap hari sampai ada bisikan gaib untuk melawan Kompeni Balanda. Kayu Pamrih dipercaya bertuah kepangkatan, kewibawaan dan keberanian, cocok bagi mereka yang berkecimpung di pemerintahan.

Ringin sepuh disini adalah pohon yang tumbuh di halaman makam raja-raja Mataram di Kota Gede, Yogyakarta.

Dinamakan juga “Waringin Tuwo” atau Ringin Sepuh, sejak jaman dulu dipercaya memiliki kekuatan gaib. Daunnya yang jatuh “mlumah kurep”. Artinya satu jatuh terlentang pada satu sisi sedang satunya pada sisi lain ditambah akar dan sedikit kulit pohon, semuanya dimasukan kedalam kantong kain putih kecil banyak digunakan sebagai zimat keselamatan. Bagi yang mujur, kadang kejatuhan sebuah cabang pohon ini. Kayunya dipercaya memiliki tuah keselamatan, kewibawaan dan derajat kepangkatan. Di zjaman dahulu, hampir semua warga Yogya yang akan merantau keluar daerah dibekali bungkusan daun ini. Kalau maju perang atau pergi ke daerah lain, akan kembali dalam keadaan selamat.red

MENGENAL KAYU MENGANDUNG TUAH DLM BUDAYA JAWA

MENGENAL KAYU MENGANDUNG TUAH

  • Allah menciptakan alam ini beserta isinya dengan kata “KUN”, alam ini sangat banyak rahasia terpendam yang masih banyak belum dapat di ungkap oleh manusia. Bagaimanakah cara mengungkapnya? Tentulah Ilmu. Ilmu akan melahirkan pengetahuan, kemudian Pengetahuan akan membuahkan tehnologi yang dapat mengungkap bermacam rahasia dialam ini.

    Salah satu contoh pada tahun 1987-1989, FAKULTAS MIPA UGM DENGAN ALAT Canggihnya bernama CHRONOMETER menemukan berbagai kayu yang mengandung tuah sebagai pemancar energi metafisika, hasil penelitian mewnunjukkan bahwa energi dari kayu bertuah besarnya 2X lipat dibanding
    yang didapat dari batu permata atau pusaka.

    Hasil penelitian yang dilakukan oleh dr. Untoro, dkk dengan Chronometer menunjukkan bahwa energi yang terdapat pada “Kayu Bertuah”, besarnya dua kali lipat dibanding energi Tosan Aji atau
    Pusaka. Jika energi pusaka pada level 50, energi yang terdapat pada kayu “bertuah” mencapai level 100.

    Kayu-kayu tertentu memiliki kekuatan pemancar. Misalnya, anda berniat ingin selamat dari kejahatan, maka kayu itu menjadi pemancar dari niat tersebut. Kayu memancarkan energi (nur/cahaya). Cahaya memiliki frekuensi sangat
    tinggi dan gelombang molekul ion yang jika dipicu dengan doa, frekuensinya menjadi lebih kuat, tinggi dan menimbulkan aura. Cahaya rumusnya 328 tahun cahaya atau R sehingga logika manusia tidak dapat menjangkau.

    Ketika masih hidup, kayu “bertuah” mengandung zat-zat netrogenium yang sangat tinggi.

    Aneka Kayu Bertuah Tersebut adalah :

    1. KAYU KAUKA WARNA kayu bermacam-macam tergantung tempat asal kayu, kayu ini banyak ditemukan di negara arab, mesir, yordania, UNTUK KWALITAS BAGUS DARI KAYU KAUKA/KOKA/PUKAH HANYA ADA DI MESIR KARENA WARNANYA BAGUS, SERAT YANG KUAT, DAN TENTUNYA HARGANYA MAHAL KAYU TERSEBUT MEMPUNYAI TUAH KESELAMATAN, PENGOBATAN, PENGASIHAN, PENOLAK HAWA NEGATIF DAN MASIH BANYAK KAROMAH YANG TERKANDUNG DIDALAMNYA , KAYU TERSEBUT BANYAK DIDAERAH TIMUR TENGAH YANG KONON DIJADIKAN SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN KAPAL, TONGKAT PARA NABI.

    2. KAYU SETIGI LAUT ATAU kayu sulaiman banyak ditemukan ditepi pantai MEMPUNYAI TUAH KEWIBAWAAN, KEKUATAN, ANTI DAYA NEGATIF DAN SIHIR WARNA KAYU MUDA KECOKLATAN DAN MEMPUNYAI EFEK BERSINAR / BAYANG BAYANG KAYU.

    3. KAYU MENTAWA MEMPUNYAI tuah penetral daya gaib, RACUN kiriman gaib JUGA UNTUK PENYEMBUHAN KENA santet dan pelet.

    4. KAYU JATI LUWIH MEMPUYAI TUAH KEWIBAWAAN, PENUNDUK ORANG MAUPUN BINATANG BANYAK DIGUNAKAN SEBAGAI TONGKAT KOMANDO.

    5. KAYU KEBAK MEMPUNYAI TUAH penglarisan dalam hal perniagaan, SALES. BIASANYA DITEMUKAN DI DAERAH PEGUNUNGAN YANG TINGGI WARNA KAYU AGAK PUTIH KEPUTIHAN.

    6. KAYU LONTROK MEMPUNYAI TUAH penyembuhan segala macam santet, SERTA MEMPERMUDAH WANITA UNTUK MELAHIRKAN.

    7. KAYU BOGA MEMPUNYAI TUAH sebagai induk dari semua untuk urusan penglarisan/berdagang, WARNA KAYU COKLAT KECOKLATAN.

    8. KAYU GALIH KELOR mempunyai tuah sebagai kewibawaan, penetralisir hawa negatif, memusnahkan kekuatan gaib seseorang DENGAN WARNA KAYU COKLAT KEHITAMAN MAKANYA KAYU ini disebut juga dengan nama GALIH KELOR KARENA GALIH MERUPAKAN TERAS DALAM DARI BAGIAN KAYU YANG BERWARNA HITAM ARANG. UNTUK MENEMUKAN KAYU GALIH INI MEMANG SUSAH KARENA ITU KAYU GALIH KELOR TERMASUK KAYU YANG LANGKA.

    9. KAYU GALIH ASEM BERWARNA COKLAT KEHITAMAN WARNA TERSEBUT ASLI DARI ALAM DIKARENAKAN GALIH ASEM TERSEBUT SUDAH BERUMUR RATUSAN TAHUN, MEMANG KAYU GALIH ASEM JAMAN SEKARANG BANYAK DIBURU PARA KOLEKTOR KARENA LANGKA DAN BERTUAH. DAN YANG PASTI HARGANYA MAHAL. BANYAK KERAJINAN DARI KAYU TERSEBUT DIJUAL DENGAN HARGA YANG MELANGIT. kayu ini mempunyai tuah pengasihan tingkat tinggi, penolak hawa negatif, menghapus kekuatan jahat seseorang, tuah keselamatan, tuah kewibawaan, memilki pukulan mematikan.

    10. KAYU GAHARU WARNA KAYU TERSEBUT COKLAT MUDA , DAN ADA JUGA YANG COKLAT TUA. BAU KHAS KAYU TERSEBUT MENANDAKAN KELAS KAYU YANG TINGGI KARENA KEHARUMAN KHAS GAHARU,BANYAK JUGA DIJADIKAN MINYAK KAYU GAHARU. KAYU GAHARU MEMPUNYAI TUAH SEBAGAI SYARAT PERMOHONAN DOA KARENA BAU YANG SANGAT KHAS, meningkatkan proses meditasi, zikir, yoga, meningkatkan energi tenaga prana atau tenaga dalam, meningkatkan energi spiritual, pelarisan, pengasihan, di sukai dalam pergaulan.

    11. KAYU SECANG DENGAN WARNA KAYU COKLAT KEMERAHAN DAN BIASANYA KAYU TERSEBUT BANYAK MACAM DIJADIKAN SEBAGAI BAHAN OBAT OBATAN JUGA MEMPUNYAI FUNGSI TUAH SEBAGAI SARANA PELARISAN DAGANG DENGAN CARA SETIAP HARI DIRENDAM SELAMA 15 MENIT, DAN AIR TERSEBUT DIBUANG DIDEPAN TOKO/TEMPAT BERJUALAN.

    12. KAYU TESEK MEMPUNYAI TUAHditakuti bangsa jin jahat, KEWIBAWAAN DAN KEKUATAN BARANG SIAPA MENYIMPAN KAYU TERSEBUT DIDALAM RUMAH AKAN TERASA DINGIN SEHINGGA DAPAT MENENTRAMKAN KELUARGA, KAYU INI MASIH satu rumpun DENGAN KAYU SEJENIS SETIGI NAMUN HANYA BEDA WARNA DI TERAS KAYUNYA.

    13. KAYU SONGGO LANGIT MEMPUNYAI TUAH KEMULIAAN, KEKUATAN LAHIR BATIN.

    14. KAYU NOGOSARI MEMPUNYAI TUAH PENOLAK PETIR, KEWIBAWAAN,KEKUATAN, PENAJAMAN INDERA BATIN, KAYU INI BANYAK FUNGSINYA.

    15. KAYU CENDANA MEMPUNYAI TUAH PENGUAT RASA DOA, KELUHURAN BUDI, BERSIFAT KALEM KARENA KEHARUMANNYA.

    16. KAYU LIWUNG MEMPUNYAI TUAH KESELAMATAN LAHIR BATIN, KEMULIAAN, SANGAT BAHAYA BILA DIGUNAKAN OLEH ORANG YANG GAMPANG NAIK DARAH KARENA MENJADIKAN KEBERANIAN TINGKAT TINGGI JAMAN DAHULU BANYAK DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT UNTUK BERPERANG.

    17. KAYU WAHYU MEMPUNYAI TUAH SEBAGAI kyu jungjung derajat, wibawa luar biasa, mulya langgeng/kemulyaan.

    18. KAYU SETIGI DARAT siapa tidak kenal kayu setigi , KAYUNYA MERUPAKAN KAYU BERTUAH NO 1 DIANTARA ANEKA KAYU BERTUAH LAINNYA KAYU TERSEBUT MEMPUNYAI TUAH KESELAMATAN, KEREJEKIAN, KESELAMATAN, PENOLAK BISA BINATANG, OBAT, PENOLAK SIHIR, KEWIBAWAAN TINGGI,PENGASIHAN MUTLAK NO 1 DIANTARA KAYU BERTUAH LAINNYA.WARNA KAYUNYA HITAM DENGAN KAMBIUM BERWARNA HITAM KEMERAH MERAHAN.

    19. KALIMASADA adalah PASANGAN dari Kayu Stigi dan Dewa Dharu. KeDUA jenis kayu ini banyak diburu pejabat. Kayu Kalimasada banyak dikoleksi para bisnismen. Biasanya dipadukan dengan Kayu Setigi dan Dewa Dharu dalam bentuk tasbih atau assesoris. Jika ketiganya disatukan, memiliki energi luar biasa untuk :
    Melancarkan rezeki, Meningkatkan keluhuran budi, Kewibawaan dan Keselamatan, Umbul derajat dsb

    20. KENGKENG adalah kayu khusus yang memiliki karakter menentramkan. Karena itu kayu Kengkeng sering digunakan untuk menenangkan bayi rewel (menangis) dengan cara diletakkan di bawah bantal. Fungsi lain kayu ini untuk :
    Menentramkan rumah tangga yang sering ribut, Meningkatkan ketenangan batin dan Keselamatan jiwa
    Bagi yang ingin lingkungan rumah atau kontor menjadi lebih sejuk, tenang dan damai gunakan kayu Kengkeng sebagai sarana.

    21. WINONG sering digunakan para ahli ilmu spiritual (metafisika) yang meyakini bahwa manusia yang masih hidup dapat berkomunikasi dengan ruh. Kayu ini disukai para makhluk ghaib dan ruh para leluhur sekaligus untuk : Menolak santet, guna-guna, Kebijaksanaan, Keselamatan jiwa. Mereka yang nyalinya kecil, memiliki gejala jiwa dan lemah jantung tidak disarankan memanfaatkan kayu ini. Kayu ini dapat menjadi sarana pemikat agar makhluk-makhluk halus berkenan mambantu segala aktivitas kita.

Rabu, 02 Januari 2019

Habib abdullah bin abdul qodir bil fagih

Kisah Al Habib Abdullah bin Abdulqadir Bil Faqih bertemu dengan Nabiyullah Khidir
as-sayyid al-walid habibana Hasan bin ja’far assegaf,dan bliau sendiri yg mengalaminya.
suatu ketika,semasa habib Hasan di pesantren darul hadist malang, beliau dipanggil oleh gurunya untuk membuat teh 2 gelas,lalu habib Hasan bingung berfikir dalam hati beliau, kan ga ada tamu kok minta bikin 2 gelas teh…
krena printah guru bsar,beliau turuti….
Singkat cerita jadilah teh itu dibawa kehadapan guru beliau Habib Abdullah bin Abdulqadir Bil Faqih. lalu habib Hasan berfikir,klo teh itu untuk beliau berdua. Ternyata Habib Hasan disuruh keluar,ya Hasan ente boleh keluar (perkataan Habib Abdullah Bil Faqih).
lalu Habib Hasan keluar,dari kejauhan Habib menunggu tamu siapa yg akan datang. Dan lalu tiba-tiba datang tukang siomay berpakaian compang camping dengan mengenakan handuk kcil dilehernya, lalu tukang siomay itu diciumi kening dan pipinya oleh gurunya Habib Hasan. Dan tekang siomay itu memegang jenggot gurunya, dalam hati Habib Hasan bertanya-tanya siapa dia lancang sekali tidak lama kemudian, karena Habib Hasan perutnya sakit beliau menuju belakang (kamar mandi), tidak selang lama panggilan adzan datang. Lalu Habib Hasan buru-buru menuju masjid, dan ketika sebelum sampai masjid bertemu guru beliau al Habib Abdullah bin Abdulqadir bin Ahmad Bil Faqih lalu beliau bercakap-cakap dengan Habib Hasan,
“ya Hasan kmana td ente”, dg polosnya beliau jawab
“ane ke belakang bib sakit perut”,
lalu guru bliau bilang lagi,
“coba tadi ente sabar sebentar menunggu ane,ane ajak salaman ma beliau”
Habib Hasan kaget dan berkata, “kan cuma tukang siomay ya Habib”. lalu guru beliau berkata
“enak aje ente,ente liat pake kaca mata gag.itu nabi yaallah khidir yg bertamu ama ane,klo bliau pake gamis n imamah rapih,org2 pada mau salaman”
subhanallah,ini terjadi waktu tahun 80an

Al Maghfurlah Al Habib Abdullah Bin Abdulqodir Bilfaqih

Lahir Pada tanggal 12 Rabiul Awal 1355 H / 1935 M. Wafat pada hari Sabtu 24 Jumadil Awal 1411 H / 30 November 1991 dalam usia 56 tahun. Makam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasin, Kel. Kasin, Kec. Klojen, dekat Rumah Sakit Bersalin Anak Muhammadiyah Malang.

Habib Abdullah bin ‘Abdul Qadir bin Ahmad BalFaqih al-’Alawi adalah ulama yang masyhur alim dalam ilmu hadits. Beliau menggantikan ayahandanya Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad BalFaqih sebagai penerus mengasuh dan memimpin pesantren yang diasaskan ayahandanya tersebut pada 12 Rabi`ul Awwal 1364 / 12 Februari 1945 di Kota Malang, Jawa Timur.

Pesantren yang terkenal dengan nama Pondok Pesantren Darul Hadits al-Faqihiyyah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Pesantren ini telah melahirkan ramai ulama yang kemudiannya bertebaran di segenap pelusuk Nusantara. Sebahagiannya telah menurut jejak langkah guru mereka dengan membuka pesantren-pesantren demi menyiarkan dakwah dan ilmu, antaranya ialah Habib Ahmad al-Habsyi (PP ar-Riyadh, Palembang), Habib Muhammad Ba’Abud (PP Darun Nasyi-in, Lawang), Kiyai Haji ‘Alawi Muhammad (PP at-Taroqy, Sampang, Madura) dan ramai lagi.

Bak Pinang Dibelah Dua, Bapak dan anak sama-sama ulama besar, sama-sama ahli hadits, sama-sama pendidik ulung dan bijak. Merekalah Habib Abdul Qadir dan Habib Abdullah Bilfaqih. Masyarakat Malang dan sekitarnya mengenal dua tokoh ulama yang sama-sama kharismatik, sama-sama ahli hadits, sama-sama pendidik yang bijaksana. Mereka adalah bapak dan anak: Habib Abdul Qadir Bilfagih dan Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfagih. Begitu besar keinginan sang ayah untuk “mencetak” anaknya menjadi ulama besar dan ahli hadist – mewarisi ilmunya.

Ketika menunaikan ibadah haji, Habib Abdul Qadir Bilfagih berziarah ke makam Rasulullah SAW di kompleks Masjid Nabawi, Madinah. Di sana ia memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dikaruniai putra yang kelak tumbuh sebagai ulama besar, dan menjadi seorang ahli hadits. Beberapa bulan kemudian, doa itu dikabulkan oleh Allah SWT. Pada 12 Rabiul Awal 1355 H/1935 M, lahirlah seorang putra buah pernikahan Habib Abdul Qadir dengan Syarifah Ummi Hani binti Abdillah bin Agil, yang kemudian diberi nama Abdullah.

Sesuai dengan doa yang dipanjatkan di makam Rasulullah SAW, Habib Abdul Qadir pun mencurahkan perhatian sepenuhnya untuk mendidik putra tunggalnya itu. Pendidikan langsung ayahanda ini tidak sia-sia. Ketika masih berusia tujuh tahun, Habib Abdullah sudah hafal Al-Quran. Hal itu tentu saja tidak terjadi secara kebetulan. Semua itu berkat kerja sama yang seimbang antara ayah yang bertindak sebagai guru dan anak sebagai murid. Sang guru mengerahkan segala daya upaya untuk membimbing dan mendidik sang putra, sementara sang anak mengimbanginya dengan semangat belajar yang tinggi, ulet, tekun, dan rajin.

Menjelang dewasa, Habib Abdullah menempuh pendidikan di Lembaga Pendidikan At-Taroqi, dari madrasah ibtidaiyah hingga tsanawiyah di Malang, kemudian melanjutkan ke madrasah aliyah di Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah li Ahlis Sunnah Wal-Jama’ah. Semua lembaga pendidikan itu berada di bawah asuhan ayahandanya sendiri. Sebagai murid, semangat belajarnya sangat tinggi. Dengan tekun ia menelaah berbagai kitab sambil duduk. Gara-gara terlalu kuat belajar, ia pernah jatuh sakit. Meski begitu ia tetap saja belajar. Barangkali karena ingin agar putranya mewarisi ilmu yang dimilikinya, Habib Abdul Qadir pun berusaha keras mendidik Habib Abdullah sebagai ahli hadits.

Maka wajarlah jika dalam usia relatif muda, Habib Abdullah telah hafal dua kitab hadits shahih, yakni Shahihul Bukhari dan Shahihul Muslim, lengkap dengan isnad dan silsilahnya. Tak ketinggalan kitab-kitab Ummahatus Sitt (kitab induk hadits), seperti Sunan Abu Daud, Sunan Turmudzy, Musnad Syafi’i, Musnad Imam Ahmad bin Hanbal; Muwatha’karya Imam Malik; An-Nawadirul Ushul karya Imam Hakim At-Turmudzy; Al-Ma’ajim ats-Tsalats karya Abul Qasim At-Thabrany, dan lain-lain. Tidak hanya menghafal hadits, Habib Abdullah juga memperdalam ilmu musthalah hadist, yaitu ilmu yang mempelajari hal ikhwal hadits berikut perawinya, seperti Rijalul Hadits,yaitu ilmu tentang para perawi hadits. Ia juga menguasai Ilmu Jahr Ta’dil (kriteria hadits yang diterima) dengan mempelajari kitab-kitab Taqribut Tahzib karya Ibnu Hajar Al-Asqallany, Mizanut Ta’dil karya Al-Hafidz adz-Dzahaby.

Empat Madzhab
Selain dikenal sebagai ahli hadits, Habib Abdullah juga memperdalam tasawuf dan fiqih, juga langsung dari ayahandanya. Dalam ilmu fiqih ia mempelajari kitab fiqih empat madzhab (Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali), termasuk kitab-kitab fiqih lain, seperti Fatawa Ibnu Hajar, Fatawa Ramli, dan Al-Muhadzdzab Imam Nawawi.

Setelah ayahandanya mangkat pada 19 November 1962 (21 Jumadil Akhir 1382 H), otomatis Habib Abdullah menggantikannya, baik sebagai pengasuh pondok peantren, muballigh, maupun pengajar. Selain menjabat direktur Lembaga Pesantren Darul Hadits Malang, ia juga memegang beberapa jabatan penting, baik di pemerintahan maupun lembaga keagamaan, seperti penasihat menteri koordinator kesejahteraan rakyat, mufti Lajnah Ifta Syari’i, dan pengajar kuliah tafsir dan hadits di IAIN dan IKIP Malang. Ia juga sempat menggondol titel doktor dan profesor.

Sebagaimana ayahandanya, Habib Abdullah juga dikenal sebagai pendidik ulung. Mereka bak pinang dibelah dua, sama-sama sebagai pendidik, sama-sama menjadi suri tedalan bagi para santri, dan sama-sama tokoh kharismatik yang bijak. Seperti ayahandanya, Habib Abdullah juga penuh perhatian dan kasih sayang, dan sangat dekat dengan para santri. Sebagai guru, ia sangat memperhatikan pendidikan santri-santrinya. Hampir setiap malam, sebelum menunaikan shalat Tahajjud, ia selalu mengontrol para santri yang sedang tidur. Jika menemukan selimut santrinya tersingkap, ia selalu membetulkannya tanpa sepengetahuan si santri. Jika ada santri yang sakit, ia segera memberikan obat. Dan jika sakitnya serius, ia akan menyuruh seseorang untuk mengantarkannya ke dokter.

Seperti halnya ulama besar atau wali, pribadi Habib Abdullah mulia dan kharismatik, disiplin dalam menyikapi masalah hukum dan agama. Tanpa tawar-menawar, sikapnya selalu tegas: yang haq tetap dikatakannya haq, yang bathil tetap dikatakannya bathil. Sikap konsisten untuk mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar itu tidak saja ditunjukkan kepada umat, tapi juga kepada pemerintah. Pada setiap kesempatan hari besar Islam atau hari besar nasional, Habib Abdullah selalu melancarkan saran dan kritik membangun – baik melalui pidato maupun tulisan.

Habib Abdullah juga dikenal sebagai penulis artikel yang produktif. Media cetak yang sering memuat tulisannya, antara lain, harian Merdeka, Surabaya Pos, Pelita, Bhirawa, Karya Dharma, Berita Buana, Berita Yudha. Ia juga menulis di beberapa media luar negeri, seperti Al-Liwa’ul Islamy (Mesir), Al-Manhaj (Arab Saudi), At-Tadhammun (Mesir),Rabithathul Alam al-Islamy (Makkah), Al-Arabi (Makkah), Al-Madinatul Munawarah(Madinah).

Habib Abdullah wafat pada hari Sabtu 24 Jumadil Awal 1411 H (30 November 1991) dalam usia 56 tahun. Ribuan orang melepas kepergiannya memenuhi panggilan Allah SWT. Setelah dishalatkan di Masjid Jami’ Malang, jenazahnya dimakamkan berdampingan dengan makam ayahandanya di pemakaman Kasin, Malang, Jawa Timur

Kamis, 13 September 2018

Prosesi jamas keris

CARA MENJAMAS SECARA TRADISIONAL
Mengulang tulisan lama yang sudah ada
MENJAMAS TOSAN AJI
Bahan dan Alat :
Bahan -bahan yang diperlukan adalah :
• Air, terbaik air tanah / sumur, karena air PAM mengandung kaporit.
• Air perasan buah jeruk nipis / pecel (Citrus au-rantifolia); berguna untuk menghilangkan karat dan melarutkan warangan. Yang terbaik adalah jeruk pecel jawa, bukan lemon / bangkok. Kupaslah ku-litnya sebelum diperas, karena kulit jeruk me-ngandung minyak yang dapat menggangu proses marangi. Jangan diencerkan dengan air !
• Warangan (Arsen) ; beracun; berguna untuk mengawetkan tosan aji dan mengeluarkan pamor. Yang terbaik warangan alam, berwarna merah jingga berbentuk kristal. Tetapi warangan alam sulit dicari dan mahal harganya. Sebagai penganti, digunakan warangan apotek/kimia yaitu Arsenic Trioxide (As2O3) yang dapat dibeli di toko bahan kimia. Tumbuk halus warangan, dan campur ± 1 sendok teh bubuk warangan dengan 100cc air jeruk nipis. Endapkan minimal 1 jam. Sebelum digunakan, campur larutan warangan yang baru dibuat dengan sisa warangan lama yang telah digunakan secukupnya.
• Air kelapa; berguna untuk menghilangkan karat membandel pada tosan aji yang sangat kotor.
• Lerak; berguna untuk menghilangkan sisa minyak lama, sebagai pengganti dapat digunakan sabun.

• Minyak Pusaka; berguna untuk meminyaki tosan aji supaya tidak mudah berkarat. Merupakan cam-puran minyak kelapa dengan bibit minyak wangi (cendana, melati, mawar, dll). Minyak kelapa mu-dah menimbulkan jamur, karena itu sebagai peng-ganti sering digunakan minyak mesin jahit/singer atau minyak paraffin.

Alat yang digunakan :
• Kuas 2 buah, satu untuk menguaskan warangan, satu untuk menguaskan minyak. Jangan men-campur kuas untuk mewarangi dan untuk memi nyaki !
• Sikat 3 buah, satu untuk membersihkan dan memutihkan tosan aji, satu untuk mengebat/ mengoleskan air, satu untuk membersihkan kawul (bila menggunakan kawul). Dapat menggunakan sikat gigi.
• Blandongan / telawah, wadah untuk merendam tosan aji yang telah berkarat.
• Kawul / serutan bambu : untuk mengeringkan bilah. Bila tidak ada dapat diganti kain lap.

III. Pelaksanaan Proses Marangi
Tahap-tahap pelaksanaan marangi tosan aji terdiri dari tahap persiapan, memutihkan tosan aji, mewarangi, dan memberi minyak.
Persiapan
Pada tahap ini, sisa minyak lama dan karat yang tebal dihilangkan.

Lepaskan deder/hulu keris dan mendhak/ cincin keris dari bilah. Gunakanlah lerak atau sabun untuk menghilangkan minyak, dan bila karat pada bilah sangat tebal, rendamlah tosan aji dengan air kelapa dalam telawah / blandongan. Usahakan agar seluruh bilah tosan aji terendam. Biarkan tosan aji terendam paling tidak selama 1 malam. Sikat bilah yang telah direndam, dan bila karat di permukaan bilah masih tebal, lanjutkan rendaman, tetapi selalu lihat dan sikatlah setiap hari. Merendam tosan aji da-lam air kelapa dalam waktu yang terlalu lama dapat menyebabkan rusaknya bilah, karena itu lakukan pe-rendaman hanya bila dianggap perlu. Perendaman juga dapat dilakukan bila warangan lama sulit di-hilangkan.

MUTIH
Memutihkan tosan aji merupakan kunci dari keberhasi-lan proses marangi. Pada tahap ini, warangan lama serta bibit-bibit karat dihilangkan,sehingga bilah tosan aji menjadi putih bersih.
Setelah minyak dan tumpukan karat hilang, maka proses memutihkan bilah dapat dilakukan. Keringkan-lah bilah terlebih dahulu, kemudian ambil air jeruk dengan ujung sikat, dan sikatlah bilah tosan aji dengan merata. Setelah air jeruk merata di per-mukaan bilah, diamkan bilah hingga berwarna kuning kehijauan. Pada saat didiamkan, usahakan tidak ada sesuatu yang menempel pada permukaan bilah. Untuk itu, bilah dapat disandarkan berdiri pada rak/jlagrag atau dinding, atau dengan posisi lain yang memung-kinkan. Setelah warna kuning kehijauan merata pada bilah, sikatlah bilah perlahan-lahan tetapi pandes. Diamkan kembali bilah hingga kembali kuning kehi-jauan dan merata. Kemudian sikatlah kembali. Bila bilah menjadi kering, sikatkan kembali sisa tetesan air jeruk yang kehitaman, bila kurang dapat ditambahkan air jeruk secukupnya saja. Campurkan air jeruk yang baru dengan air jeruk lama yang kehitaman. Ulangi terus proses ini hingga seluruh sisa warangan lama dan bibit karat hilang, dan bilah menjadi putih seperti aluminium / stainless steel. Setelah bilah dianggap cukup bersih, cuci dengan air dan lerak. Sikatlah per-mukaan bilah, hingga sisa air jeruk benar-benar hilang dan kemudian keringkan bilah.

Pada saat pertama kali menyikat dengan jeruk dan mendiamkan, seringkali bilah menjadi hitam. Bila hal itu terjadi, jangan panik. Biarkan saja bilah menjadi hitam, untuk kemudian menjadi kuning kehijauan. Bila anda menambahkan air jeruk baru ketika bilah menjadi hitam, justru bilah tosan aji akan semakin hitam dan semakin sulit diputihkan!

MARANGI
Setelah tosan aji diputihkan dengan baik, proses se-lanjutnya adalah mewarangi. Dengan mewarangi secara benar, bilah tosan akan menjadi tahan ter-hadap karat dan indah, karena pamor yang berwarna putih akan terlihat kontras dengan dasar besi tosan aji yang berwarna hitam karena warangan.
Untuk mewarangi bilah tosan aji, peganglah bilah pa-da bagian pesinya. Celupkan ujung kuas ke dalam larutan warangan, kemudian sapukan warangan secara merata pada permukaan bilah dengan kuas tersebut. Setelah merata, biarkan bilah dalam posisi berdiri, sehingga kelebihan warangan akan menetes ke bawah, dan bilah sedikit demi sedikit menjadi kea-bu-abuan. Setelah warna keabuan merata, segera siram bilah tosan dengan air dan sikatlah/kebat dengan air hingga sisa larutan warangan benar-benar hilang. Keringkan bilah, dan ulangi kembali pemberian warangan hingga didapat warna hitam yang di-inginkan. Kemudian keringkanlah bilah tosan aji dengan kain lap, dan angin-anginkan hingga kering betul.Bila proses memutihkan dan mewarangi tosan aji dilakukan dengan baik, maka akan didapat bilah yang bersih dari karat, pamor yang terlihat kontras dan in-dah, serta tahan terhadap serangan karat.
Kegagalan yang sering terjadi dalam proses marangi biasanya adalah belang (warna hitam tidak rata), nga-dal ijo (bilah menjadi hitam kehijauan), atau gosong (terlalu hitam, sehingga pamor juga ikut hitam). Bila hal tersebut terjadi, maka proses marangi sebaiknya diulangi kembali beberapa hari kemudian.Untuk dapat
memarangi dengan baik, diperlukan latihan dan pen-galaman, selain kesabaran dan konsentrasi yang ting-gi.
Meminyaki Tosan Aji.
Setelah tosan aji benar-benar kering, tahap terakhir adalah meminyaki tosan aji dengan minyak pusaka. Minyakilah tosan aji dengan kuas khusus untuk meminyaki. Sapukan minyak tipis-tipis pada per-mukaan bilah, jangan terlalu tebal. Minyak yang ber-lebih dapat merusak warangka / sarung tosan aji. Setelah diminyaki, jangan segera memasukkan tosan aji ke dalam warangka/sarung, tetapi angin-anginkanlah dulu hingga agak kering dan minyak yang berlebih hilang.
IV. Beberapa Tips Marangi dan Perawatan Tosan Aji
• Persiapkanlah seluruh bahan dan alat yang diper-lukan sebelum mewarangi, sehingga kita dapat melakukan marangi dengan tenang dan lancar.
• Lakukan proses memutihkan pada malam hari atau pagi hari sebelum matahari terbit, karena panas matahari menyebabkan air jeruk cepat ke-ring, sehingga proses memutihkan menjadi sulit.
• Lakukan proses mewarangi pada pagi sampai siang hari, karena reaksi warangan pada bilah di-pengaruhi oleh sinar matahari. Matahari di sore hari kurang baik untuk mewarangi.
• Carilah tempat mewarangi yang cukup terkena sinar matahari, tetapi tidak langsung, serta cukup mendapat angin untuk mencegah uap warangan terhirup oleh kita.
• Gunakanlah minyak pusaka yang encer, untuk mencegah tertutupnya pori-pori bilah dan mencegah bilah cepat kotor.
• Jangan menyentuh bilah tosan aji yang telah ber-sih, karena bekas jari/keringat akan memudahkan timbulnya karat.
• Marangi berlebihan dapat merusak bilah. Bila bilah masih bersih, cukup diminyaki/dijamas saja.

Rabu, 06 Juni 2018

PANDUAN ZAKAT

ZAKAT MAL ( ZAKAT HARTA ) DAN FITRAH

Dalam Islam, zakat menjadi salah satu dari lMALima pilar utama keislaman seseorang di samping syahadat,shalat lima waktu, puasa Ramadan dan haji satu kali seumur hidup. Tidak membayar zakat bagi yang mampu berarti dosa besar. Sama dosa besarnya dengan meninggalkan shalat lima waktu atau puasa Ramadhan. 

DEFINISI ZAKAT

Zakat adalah pemberian sebagian dari harta yang telah ditetapkan oleh agama kepada yang berhak menerimanya

HUKUM ZAKAT

Hukum zakat adalah wajib. Baik zakat mal maupun zakat fitrah. Dalilnya adalah sebagai berikut:

1. Dalil Quran وأقيموا الصلوة وآتوا الزكاة
Artinya : Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat. (QS Al-Baqarah 2:43; 110; Al-Bayyinah 98:5).

2. Dalil Hadits: بُِنيَ الإسلام على خمس شهادةِ أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقاِم الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان
Artinya : Islam itu didirikan atas lima ; bersaksi bahwa tiada Tuhan sekain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, Membayar zakat, menunaikan haji ke baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan. (HR. Bukhari dan Muslim)

PENERIMA ZAKAT

Golongan umat Islam yang berhak menerima zakat ada delapan berdasarkan Al Quran Surah At-Taubah 9:60 sebagai berikut:

1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
3. Amil/Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim xang ditawan oleh orang-orang kafir.
6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. 
8. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. 
9. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

MACAM-MACAM ZAKAT 

Zakat ada dua macam yaitu zakat harta (mal) dan zakat fitrah.

Zakat harta (mal) adalah zakat yang wajib dikeluarkan dari harta seorang muslim apabila sudah mencapai jumlah tertentu (nishab).

Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan seorang Muslim menjelang hari raya Idul Fitri pada bulan Ramadhan. Besar Zakat ini setara dengan 2,5 kilogram/3,5 liter makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.

ZAKAT HARTA (MAL)

Zakat harta (mal) adalah zakat yang wajib dikeluarkan dari harta seorang muslim ap`bila sudah mencapai jumlah tertentu (nishab).

SYARAT HARTA YANG WAJIB DIZAKATI

1. Milik penuh
2. Harta yang dapat berkembang
3. Sampai nishab (ambang batas minimal).
4. Melebihi kebutuhan pokok.
5. Bebas dari hutang.
6. Sampai haul (satu tahun) atau setelah panen untuk zakat pertanian.

JENIS HARTA YANG WAJIB DIZAKATI

Harta yang wajib dizakati apabila mencapai nishab (ambang batas minimum) adalah: 

1. Emas dan Perak (At-Taubah 9:34)
2. Hasil Pertanian (Al-An'am 6:141)
3. Aset Perdagangan (Al-Baqarah 2:267)
4. Hasil yang dikeluarkan dari bumi (barang tambang)
5. Binatang ternak.
6. Zakat Profesi.

ZAKAT EMAS DAN PERAK

Nishab (ambang batas minimal) emas, perak dan uang yang wajib dizakati dan jumlah zakat adalah sebagai berikut:

1. Emas : 85 gram emas murni atau 20 dinar.
2. Perak : 672 gram atau 200 dirham.
3. Uang tunai, tabungan, cek, saham, surat berharga, dan lain-lain, berpedoman pada nishab emas dan perak

Jumlah: Zakat yang harus dikeluarkan adalah 2 1/2 % atau 2.5 persen.
Waktu: Zakat dikeluarkan apabila harta sudah mencapai setahun (haul).

ZAKAT HASIL PERTANIAN DAN PERKEBUNAN

Ada dua macam hasil pertanian. Yaitu, (a) makanan pokok seperti beras, gandum, jagung, kurma, anggur dan lain-lain; dan (b) bukan makanan pokok seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daun, bunga, dll.

a. ZAKAT PERTANIAN MAKANAN POKOK

Hasil pertanian makanan pokok seperti beras dan gandum adalah sebagai berikut:

Nishab: 5 wasaq yang setara dengan 652,8 kg atau 653 kg gabah kering atau 520 Kg beras.
Waktu mengeluarkan zakat: setelah panen.

Jumlah zakat yang harus dikeluarkan: 

a. 1/10 atau 10% apabila disiram air hujan/mata air/sungai.
b. 1/20 atau 5% apabila pemeliharaannya menelan biaya pengairan seperti pakai pompa diesel, dll.

Cara menghitung zakat: 

Pertama, biaya pupuk, insektisida, dan biaya lain selain pengairan diambilkan dari hasil panen. Apabila hasil bersih mencapai 653 kg gabah kering/520 kg beras, maka berarti sudah wajib zakat. 

Kedua, zakatnya hasil bersih panen x 5% apabila pengairan memakan biaya. Hasil bersih panen x 10% apabila pengairan tidak memakan biaya seperti dengan air hujan, sungai, dll.

b. ZAKAT PERTANIAN BUKAN MAKANAN POKOK

Zakat hasil pertanian yang bukan makanan pokok adalah sebagai berikut:

Nishabnya disetarakan dengan harga nishab dari makanan pokok yang paling umum di daerah (negeri) tersebut. Dalam konteks Indonesia itu berarti beras.
Jadi, nishabnya = seharga 653 kg gabah kering/520 kg beras.

Cara menghitung zakat: 

Pertama, biaya pupuk, insektisida, pekerja dan biaya lain selain pengairan diambilkan dari hasil panen. Apabila hasil bersih mencapai senilai 653 kg gabah kering/520 kg beras, maka berarti sudah wajib zakat. 

Kedua, jumlah zakatnya adalah hasil bersih panen x 5% apabila pengairan memakan biaya. Hasil bersih panen x 10% apabila pengairan tidak memakan biaya seperti dengan air hujan, sungai, dll.

d. PERBEDAAN ULAMA TENTANG HASIL PERTANIAN YANG WAJIB DIZAKATI

Terdapat perbedaan ulama tentang apa saja dari hasil pertanian dan perkebunan yang wajib dizakati. Yang secara singkat dapat dikategorikan sebagai berikut:

a. Gandum (hintah- حنطه), gandum jenis lain (sya’ir - شعير), korma, anggur dan jagung, selainnya tidak wajib zakat. Ini pendapat Musa bin Thalhah, al-Hasan, Ibnu Sirin, dan ulama terdahulu (salaf/mutaqaddimin) lain. 

b. Bahan makanan pokok, dapat disimpan dan dikeringkan seperti gandum, jagung, beras dan sejenisnya. Selain itu, tidak wajib dizakati. Ini pendapat madzhab Syafi'i dan Maliki.

c. Seluruh hasil pertanian dan perkebunan yang dapat ditimbang atau ditakar, tahan lama, dan dapat dikeringkan, baik berupa bahan makanan pokok seperti gandum, beras, jagung dan sebagainya maupun berupa kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang kedele, kacang polong dan sebagainya, atau berupa bumbu-bumbuan seperti jintan putih, atau biji-bijian seperti biji kol dan sebagainya. Adapun sayur mayur tidak wajib dizakati karena tidak dapat ditimbang atau ditakar dan bukan biji-bijian. Inipendapat Madzhab Hanbali.

d. Semua hasil pertanian atau perkebunan wajib dikeluarkan zakatnya 10% atau 5% apabila dikerjakan dengan tujuan untuk keperluan produksi. Baik itu makanan pokok, biji-bijian, sayur-sayuran, yang sengaja ditanam. Ini pendapat madzhab Hanafi.

Catatan penting: seandainya hasil pertanian Anda termasuk jenis yang tidak wajib zakat menurut sebagian pendapat di atas, dan Anda mengikuti pendapat itu, Anda tetap berkewajiban zakat dari jalur lain, yaitu zakat emas perak yang senilai 85kg emas dan waktu pembayaran apabila sudah mencapai setahun (haul).

d. STATUS ZAKAT HASIL PERTANIAN DARI TANAH SEWA

Menurut Jumhur (mayoritas ulama fiqih), penyewa adalah pihak yang berkewajiban membayar zakat dari hasil pertanian. Bukan yang punya tanah. Walaupun ada pendapat dalam madzhab Hanafi yang menyatakan sebaliknya. Yakni, bahwa pemilik tanah yang harus bayar zakat.

e. ZAKAT HASIL PERTANIAN BAGI HASIL (SYIRKAH, KONGSI, JOINT VENTURE)

Apabila hasil pertanian berasal dari usaha lebih dari satu orang (dua orang atau lebih) yang dikenal dengan usaha kongsi/akad syirkah/joint venture, maka pelaku usaha tidak wajib mengeluarkan zakat kecuali setelah hasil bersih penghasilan telah mencapai nishab (ambang minimal wajib zakat) untuk masing-masing musytarik (pelaku bagi hasil).

Contoh, hasil bersih panen di sawah yang berasal dari akad kongsi antara A dan B adalah 1306 kg, setelah dibagi dua maka masing-masing memperoleh 653 kg (berarti mencapai nishab), maka keduanya harus mengeluarkan zakat. Kalau umpama hasil total panen senilai 1000 kg beras, setelah dibagi dua ternyata masing-masing mendapatkan 500 kg beras, maka tidak wajib zakat karena tidak mencapai nishab.

ZAKAT PERDAGANGAN/PERNIAGAAN

Syarat-syaratnya

1. Berbentuk suatu usaha yang terikat dengan adanya jual beli.
2. Ada usaha untuk memperoleh untung atau laba.
3.Nishab dan kadarnya
Nishabnya berpedoman pada emas (85 gr) yang dihitung dari modal + laba. Kadar zakat yang harus dikeluarkan sebanyak 2 1/2-nya.

ZAKAT PERTAMBANGAN

Bentuk : semua hasil tambang yang berharga baik padat maupun cair.
Nishab dan kadar barang tambang adalah berpedoman kepada nishab emas. 
Jumlah zakat yang harus dikeluarkan: 
- 2 1/2 %, jika diperoleh dengan mencurahkan tenaga dan biaya. 
- 20% (1/5) jika diperoleh dengan tidak menelan biaya dan banyak tenaga.

ZAKAT HEWAN TERNAK

a. Sapi, Kerbau dan Kuda

Nishab kerbau dan kuda disetarakan dengan nishab sapi. Perincian nishab dan zakatnya adalah sebagai berikut:

30 ekor : 1 ekor berumur 1 - 2 tahun.
40 ekor : 1 ekor berumur 2 - 3 tahun.
60 ekor : 2 ekor berumur 1 -2 tahun.
70 ekor : 1 ekor berumur 1 -2 tahun dan 1 ekor berumur 2 - 3 tahun.

b. Kambing/domba

Nishab kambing dan zakatnya adalah sebagai berikut:

40 sampai dengan 120 ekor : 1 ekor .
121 sampai dengan 200 ekor : 2 ekor.
201 sampai dengan 399 ekor : 3 ekor.
400 sampai dengan 499 ekor : 4 ekor.
500 sampai dengan 599 ekor : 5 ekor.
Dan seterusnya. 

c. Ternak Unggas(ayam,bebek,burung,dll) dan Perikanan

Nishab ternak unggas dan perikanan adalah setara dengan 85 gram emas.
Jumlah zakat: 2,5 %

d. Unta

Rinciannya nishab unta dan zakatnya adalah sebagai berikut:

5-9 ekor zakatnya 1 ekor kambing/domba. Kambing berumur 2 tahun atau lebih, atau domba berumur satu tahun atau lebih.
10-14 ekor zakatnya 2 ekor kambing/domba
15-19 ekor zakatnya 3 ekor kambing/domba
20-24 ekor zakatnya 4 ekor kambing/domba
25-35 ekor zakatnya 1 ekor unta bintu Makhad. Yaitu, Unta betina umur 1 tahun sempurna, masuk tahun ke-2
36-45 ekor zakatnya 1 ekor unta bintu Labun. Yaitu, Unta betina umur 2 tahun, masuk tahun ke-3.
45-60 ekor zakatnya 1 ekor unta Hiqah. Yaitu, Unta betina umur 3 tahun, masuk tahun ke-4.
61-75 ekor zakatnya 1 ekor unta Jadz'ah. Yaitu, Unta betina umur 4 tahun, masuk tahun ke-5
76-90 ekor zakatnya 2 ekor unta bintu Labun. Yaitu, Unta betina umur 2 tahun, masuk tahun ke-3.
91-120 ekor zakatnya 2 ekor unta Hiqah. Yaitu, Unta betina umur 3 tahun sempurna, masuk tahun ke-4.

ZAKAT PROFESI ATAU HONOR GAJI BULANAN 

(a) Batas minimum (nisab) untuk gaji yang harus dizakati adalah senilai 85 gram emas atau 595 gram perak.
(b) Harta tersebut harus sampai 1 tahun (haul)
(c) Jumlah yang wajib dikeluarkan adalah 2.5 atau 2 1/2 %, dengan berpedoman pada harga emas pada saat wajib mengeluarkan zakat.
Misalnya, hari ini 20 Juni 2013 harga emas adalah Rp. 428.000/gram maka nisah gaji yang harus dizakati apabila mencapai Rp. 428.000 x 85 = Rp. 36.380.000 (tiga puluh enam juta tiga ratus delapan puluh ribu)
(d) Penghitungan zakat memakai bulan Qomariyah Hijriyah. Bukan Masehi.
(e) Gaji yang dihitung zakat adalah yang tidak terpakai untuk keperluan sehari-hari.

CARA MENGHITUNG ZAKAT 

Seperti disinggung di muka, harta wajib dizakati apabila (a) mencapai nishab atau batas minimum yaitu 85 gram emas; dan (b) mencapai satu tahun (haul). Zakat ternak dan pertanian sudah cukup jelas cara mengeluarkan zakatnya. Yang agak rumit adalah cara menghitung zakat emas perak dan perdagangan. 

a. Cara Menghitung Zakat Emas dan Perak 

Contoh :
Seseorang memiliki simpanan harta sebagai berikut : 

Tabungan: Rp 5 juta 
Uang tunai (di luar kebutuhan pokok): Rp 2 juta
Perhiasan emas (berbagai bentuk): 100 gram
Utang yang harus dibayar (jatuh tempo): Rp 1.5 juta 

Dengan demikian jumlah harta orang tersebut, sbb :
1.Tabungan: Rp 5.000.000
2.Uang tunai: Rp 2.000.000
2.Perhiasan (10-60) gram @ Rp 25.000: Rp 1.000.000
------------------------------ 
Jumlah Rp 8.000.000
Utang Rp 1.500.000
------------------------------
Saldo Rp 6.500.000

Besar zakat = 2,5% x Rp 6.500.000 = Rp 163.500,- 

b. Cara Menghitung Zakat Perdagangan (Perniagaan)

Kekayaan yang dimiliki badan usaha tidak akan lepas dari salah satu atau lebih dari tiga bentuk di bawah ini :

- Kekayaan dalam bentuk barang
- Uang tunai
- Piutang 

Maka yang dimaksud dengan harta perniagaan yang wajib dizakati adalah yang harus dibayar (jatuh tempo) dan pajak.

Contoh :
Sebuah perusahaan meubel pada tutup buku per Januari tahun 1995 dengan keadaan sbb :

1.Mebel belum terjual 5 set: Rp 10.000.000
2.Uang tunai: Rp 15.000.000
3. Piutang: Rp 2.000.000
----------------------------
Jumlah Rp 27.000.000
Utang & Pajak Rp 7.000.000
----------------------------
Saldo Rp 20.000.000

Maka, zakat yang harus dibayar adalah: 2,5 % x Rp 20.000.000,- = Rp 500.000,-

c. Cara Menghitung Zakat Profesi

Zakat profesi adalah zakat yang diambil dari gaji bulanan seseorang. Ulama kontemporer seperti Yusuf Qardhawi (يوسف القرضاوي), Muhammad Abu Zahrah (محمد أبو زهرة), Abdurahman Hasan (عبد الرحمن حسن), Abdul Wahhab Khallaf (عبد الوهاب خلاف), Wahbah Az-Zuhaili (وهبة الزحيلي), hasil kajian majma’ fiqh dan fatwa MUI nomor 3 tahun 2003 dan lain-lain sepakat akan wajibnya zakat profesi berdasarkan keumuman perintah dalam Quran Surah Al Baqarah 2:267 dan Adz-Dzaariyaat 51:19. Dan mengacu pada pendapat sebgian sahabat (Ibnu Abbas, Ibnu Masud dan Mu’awiyah), Tabiin ( Az-Zuhri, Al-Hasan Al-Bashri, dan Makhul) juga pendapat Umar bin Abdul Aziz, dll. (الفقه الإسلامي وأدلته2/866 )

Cara menunaikan zakat profesi ada dua macam yaitu (a) setiap bulan setelah gaji keluar; dan (b) setiap tahun. Zakat profesi bulanan dianalogikan dengan zakat pertanian yang dikeluarkan setiap kali panen, namun nilai zakat dianalogikan pada zakat emas perak yaitu 2.5 %. Sementara zakat profesi tahunan dianalogikan (qiyas) pada zakat emas dan perak. Dengan demikian, cara penghitungan zakat profesi bulanan berbeda dengan yang tahunan. Detailnya sebagai berikut:

c. Cara Menghitung Zakat Profesi Bulanan 

Zakat profesi bulanan, sama dengan zakat pertanian dalam nishab dansama dengan zakat emas dalam nilai zakat yakni 2.5 persen. Detailnya sbb:

Nishab (penghasilan minimal): senilai 653 kg gabah kering atau 520 Kg beras. Kalau harga beras Rp. 8.000/kg x 520 = Rp. 4.160.000,- Kalau gaji total perbulan sudah mencapai jumlah ini atau lebih, maka wajib zakat. 
Waktu bayar: setiap bulan.
Nilai zakat: 2.5%

Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa penghitungan zakat profesi ada dua cara yang sama-sama dapat dipakai: 

a. Secara langsung (bruto), zakat dihitung dari 2,5 persen dari penghasilan kotor secara langsung. Contoh, gaji perbulan 5 juta (berarti sudah sampai nishab) x 2.5% = Rp. 125.000
b. Zakat dihitung setelah dipotong kebutuhan pokok termasuk hutang dan kredit (netto). Contoh, gaji perbulan 5 juta dipotong kebutuhan pokok 3 juta. Sisa 2 juta berarti tidak sampai nishab dan tidak wajib zakat.

c. Cara Menghitung Zakat Profesi Tahunan (Haul) 

Zakat profesi tahunan dianalogikan dengan zakat emas perak.

Nishab: senilai 85 gram emas. Kalau satu gram = 400.000 x 85 gram = Rp. 34.000.000 (tiga puluh empat juta)
Waktu bayar: akhir tahun tutup buku.
Nilai zakat: 2.5 %

Kalau nilai gaji selama setahun kurang dari Rp 34 juta, maka tidak wajjib zakat. 

CARA MENGHITUNG ZAKAT DARI GAJI BULANAN MENURUT ULAMA KONSERVATIF

Ulama fiqih salaf dan ulama kontemporer konservatif madzhab Hanbali seperti Ibnu Baz dan Ibnu Uthaimin (Wahabi) berpendapat bahwa gaji bulanan wajib zakat tapi harus dianalogikan dengan zakat emas dan perak yakni (a) nishabnya senilai 85 gram emas dan (b) harus haul (mencapai setahun penuh). Pendapat ini didukung oleh mayoritas anggota muktamar zakat di Kuwait

Namun mereka juga membolehkan dua tipe cara pembayaran zakat yaitu tiap bulan atau pertahun itu semua tetap dengan syarat harus mencapai setahun.

1. Cara konvensional: 

Cara dasar dalam menghitung zakat gaji bulanan adalah dengan dihitung perbulan. Misalnya, gaji bulan Ramadan tahun ke-1 yang sudah mencapai nisab dibayar pada bulan Ramadan tahun ke-2. Gaji bulan Syawal tahun ke-1 dibayar zakatnya pada bulan Syawal tahun ke-2, dan seterusnya selama setahun.

2. Cara alternatif: Takjil Zakat

Teknis takjil zakat atau mempercepat zakat dari waktunya dilakukan dengan cara sebagai berikut: 

(a) Tentukan bulan apa untuk membayar zakat. Misalnya, bulan Ramadan.
(b) Maka, zakat pada bulan-bulan berikutnya diikutkan pada bulan Ramadan tersebut.

ZAKAT FITRAH

Seperti disebut di muka, zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan seorang Muslim menjelang hari raya Idul Fitri pada bulan Ramadhan. Besaran Zakat fitrah adalah 1 sha' yang setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.

WAKTU PEMBAYARAN ZAKAT FITRAH

Adapun waktu wajibnya zakat fitrah adalah sejak terbenamnya matahari pada hari akhir bulan Ramadhan. Artinya, bayi yang lahir sebelum terbenam matahari atau orang yang mati setelah terbenam matahari sudah dan masih berkewajiban membayar zakat fitrah.

Sedangkan waktu membayar zakat fitrah adalah sebelum shalat hari raya Idul Fitri. Dan boleh dilakukan sejak awal bulan Ramadhan menurut madzhab Syafi'i. Yang utama menjelang sehari atau dua hari sebelum lebaran Idul Fitri.

Jika lewat dari shalat Idul Fitri, maka jatuhnya sebagai sedekah.

ORANG YANG WAJIB MEMBAYAR ZAKAT FITRAH 

Menurut Al-Ghazi dalam Fathul Qorib, syarat wajibnya zakat Fitrah ada 3 yaitu (a) Islam, (b) terbenamnya matahari pada hari akhir bulan Ramadan dan (c) ada kelebihan makanan pokok untuk menunaikan zakat fitrah pada malam dan siangnya hari raya Idul Fitri . Lebih detail.

Jadi, anak kecil maupun dewasa, tua dan muda, laki-laki dan perempuan wajib bayar zakat fitrah. Khusus untuk bayi, anak kecil dan istri maka yang wajib menunaikan zakat adalah laki-laki yang wajib menafkahinya yaitu ayah dan suami. Namun, bagi yang mampu dianjurkan membayar sendiri.

DALIL DASAR ZAKAT FITRAH 

1. Hadits sahih riwayat Bukhari tentang wajibnya zakat fitrah dan jumlahnya 1 sha'

فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر من رمضان صاعاً من تمر ، أو صاعاً من شعير ؛ على العبد والحر ، والذكر والأنثى ، والصغير والكبير من المسلمين . و أمر بها أن تؤدى قبل خروج الناس إلى الصلاة

Artinya: Rasulullah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan sebanyak 1 sha' kurma, atau biji-bijian untuk .. laki-laki, perempuan, anak kecil, orang dewasa yang Islam.

2. Hadits sahih riwayat Bukhari tentang waktu mengeluarkan zakat fitrah

فعن نافع مولى ابن عمر رضي الله عنهما أنه قال في صدقة التطوع : " و كانوا يعطون قبل الفطر بيوم أو يومين

Artinya: Ibnu Umar berkata, "Mereka memberikan zakat selang sehari atau dua hari sebelum lebaran Idul Fitri."

3. Hadits hasan riwayat Abu Daud tentang hikmah zakat fitrah

فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث ، وطعمة للمساكين . من أداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ، ومن أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقات

Artinya: Nabi Muhammad mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan kekotoran dan untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat Idul Fitri maka itu adalah zakat fitrah yang diterima dan barangsiapa yang membayar zakat fitrah setelah shalat maka itu dianggap sedekah biasa.

BACAAN NIAT ZAKAT FITRAH

Teks lafadz bacaan Niat zakat fitrah dalam bahasa Arab dan terjemahannya adalah sebagai berikut: 

- Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri.

نَوَيْتُ اَنْ اَخْرَجَ زَكَاةَ الفِطْرِ عَنْ نَفْسِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالىَ

Artinya : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya sendiri, Fardhu karena Allah Ta’ala

- Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk anak laki-laki

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ... فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) Fardhu karena Allah Ta’ala

- Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk anak perempuan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ... فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala

- Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk orang yang diwakili

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya: Niat saya mengeluarkan zakat fitrah atas…. (sebut nama orangnya), Fardhu karena Allah Ta’ala

- Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk istri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya: Niat saya mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya, Fardhu karena Allah Ta’ala

- Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya: Saya niat mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’aala.

BACAAN DOA PENERIMA ZAKAT FITRAH

Yang menerima zakat fitrah disunnahkan baca doa berikut:

ءَاجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَ اللهُ لَكَ طَهُوْرًا

Artinya : Sengaja Allah senantiasa memberimu pahala, pada barang yang telah engkau berikan dan mudah-mudahan Allah memberikanmu berkah pada apa saja yang tinggal padamu serta mudah-mudahan dijadikannya kesucian bagi engkau