Senin, 04 Desember 2017

Mendapatkan kewalian dgn singkat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِاَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُMENDAPATKAN KEWALIAN DALAM TEMPOSINGKATAl-Imam Al-Habib ‘Ali bin Muhammad al-Habsyi Radhiyallahu 'anhu bercerita,“Husein bin Dar’an adalah keturunan Syeikh Abu Bakar bin Salim. Ia sering kali menemuiku dan berkata, ‘ Habib ‘Ali saat ini aku telah berada dalam nafs ini . . . , jumlah hizb yang kubaca sekian . . . , wiridku sekian . . .’Dahulu, ia menemui Sultan Ghalib. Kebetulan saat itu ‘Abduh Bazheir juga sedang berkunjung ke istana. Keduanya bertemu disana.‘Husein bin Dar’an adalah seorang sayid keturunan Syeikh Abu Bakar bin Salim,’ kata Sultan kepada ‘Abduh Bazheir.‘Dia bukan seorang sayid, juga tidak menempuh jalan para Sayid. Kamilah yangpantas disebut sayid,’ “ kata ‘Abduh Bazheirmenyindir Husein bin Dar’an )yang saat itu berambut gondrong dan berpakaian badui(Rupanya ucapan ‘Abduh Bazheir ini menyentuh perasaan Husein bin Dar’an. Ia selalu bertanya kepada ‘Abduh Bazheir,‘Bagaimana caranya agar aku dapat menjadi sayid?’‘Bangkitlah kau ikutlah aku.‘Abduh Bazheir kemudian membawa Husein bin Dar’an untuk menemuiku. Setelah sampai di depan rumahku ‘Abduh Bazheir berteriak,“YA HABIB ‘ALI…, AKU DATANG MEMBAWA KAMBING YANG SANGAT BESAR. Dia adalah seorang sayid dari keluarga Al-Muhdhar bin Syeikh Abu Bakar bin Salim.’Ia lalu membawa Sayid Husein bin Dar’an menemuiku ditingkat atas.‘Potonglah rambutnya,’ ucapku kepada orang-orang yang ada di situ.Setelah dicukur, aku memberinya pakaian putih. Ia kemudian menetap di Ribath, mempelajari Quran. Husein bin Dar’an yang sebelumnya tidak tahu apa-apa dalam waktu kurang lebih 6 bulan telah memperoleh rahasia Qur'an.Syeikh Abu Bakar bin Salim pernah menemuinya yaqdhotan )dalam keadan jaga ( jika memperoleh sebuah warid, ia segera menceritakannyakepadaku, ia mendektekannya kepada Umar bin Hamid.Suatu hari beliau berziarah ke kubur HabibAhmad bin Muhammad al Habsyi. Sesampainya disana beliau berkata ,” aku tidak datang untuk menziarahi batu dan kapur. Jabatlah tanganku dengan tangan yang pernah kau gunakan untuk menjabat tangan Syeikh Abu Bakar bin Salim. Tak lama kemudian muncul tangan dari makam Habib Ahmad bin Muhammad al Habsyi, mereka lalu berjabat tangan.Suatu malam ia menemuiku dan berkata, aku rindu pada Madinah. Aku ingin berziarah ke Madinah malam ini juga, maukah kau ikut bersamaku ?Aku tak bisa, jawabku.Ia lalu pergi ke Madinah Al-Munawwaroh untuk menjiarahi Nabi SAW. Dan diwaktu subuh ia telah kembali )ke kota Seiwun( dan shalat subuh berjama’ah bersama dengan kami)Majmu Kalamil Imam Al-Habib Ali bin Muhammad Al -Habsyi(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar