Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Oktober 2015

Kasih sayang ALLAH SWT

Kasih Allah SWT
Jika Anda mampu mencintai seseorang tanpa
syarat dan tanpa alasan..
Anda akan dapat mulai memahami bagaimana
Allah mengajarkan mencintai tanpa syarat untuk
Anda
"Memohonlah Pada Allah segala kebutuhanmu,
sekalipun itu hanya sepasang tali sepatu,
mintalah..
Sebab jika Allah tidak meringankan hidupmu, tak
ada kemudahan yang bisa di raih"..
Sayyidah ‘Ā’isyha RHA
[d 57 or 58H]
al-Tirmidhi., #1326.
Salah satu guru dari Habib Ali, Shaykh Nazim Al
Haqqani menggambarkan Kasih Allah Dalam
kisah dibawah ini
Musa (alahissalaam) dan Korah
Di antara Bani Israel pada saat hijrah dari Mesir,
Korah adalah orang terkaya. Dan Korah
membawa sebagian besar kekayaan itu saat
hijrah, hingga tiba di Sinai dengan selamat, dan
dengan kekayaan yang banyak itu dia
mempengaruhi Bani Israil. Sayangnya untuk
Korah, ia menggunakan pengaruhnya untuk
membangkitkan pemberontakan dan
ketidakpuasan dengan kepemimpinan Musa
Alaihissalaam. Dalam rangka untuk
mendiskreditkan Musa alaihissalaam.. Hingga
akhirnya Korah menyuap seorang wanita
terhormat untuk mengklaim bahwa Musa telah
berzinah dengan dia dan memiliki anak dalam
rahimnya adalah anak Musa.
Karena ia tentu saja tidak bersalah, Musa sangat
marah, tetapi ia hanya bisa menyangkal tuduhan
itu dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk
membuktikan tuduhan palsu itu. Bagaimana dia
bisa memimpin Bani Israil ketika timbul keraguan
dalam hati mereka tentang moral dan kebenaran-
nya?
Musa berpaling kepada Tuhan, dan berdoa : "Oh
Tuhanku, bantulah aku"..
Tuhan menjawab: "Aku telah memberikan Anda
kekuatan untuk memerintah Bumi. Anda dapat
menggunakannya untuk membela diri sendiri dan
membuktikan bahwa anda tidak bersalah kepada
Bani Israel ".
Musa mengumpulkan semua bani israel dan
berkata : "Semua yang bersama aku datang ke
sisiku dan mereka yang mematuhi Korah tinggal
di sisinya". Musa berkata: "Wahai bumi, himpit
dan telanlah Korah!"..
Menanggapi perintah ini Bumi menjepit Korah,
kakinya (dari telapak, pergelangan hingga mata
kaki) tercekal erat oleh bumi. Mendapati
kenyataan ini Korah menangis: "wahai sepupu
tersayangku Musa, demi kekerabatan kita, mohon
maafkan aku!" Tapi Musa sangat marah dan
bertekad untuk menghukum Korah untuk semua
kejahatannya: "Ya bumi, telanlah korah"
Kemudian Bumi menarik kaki korah sedikit lebih
dalam dan korah kembali berteriak kepada Musa
memohon pengampunan-dan dimaafkan, hal itu
berlangsung sebanyak tujuh puluh kali: Korah
meminta maaf dan Musa menolak dan menuntut
pembalasan. Hingga Akhirnya bumi telah benar-
benar menelan habis Korah. Kemudian Tuhan
berfirman pada Musa:
"Korah memohon pengampunan pada anda tujuh
puluh kali, tetapi Anda tidak memiliki belas
kasihan baginya dalam hati Anda. Aku
bersumpah dengan kebesaran dan kemulianKu,
seandainya tadi ia bermohon pada Ku sekali saja,
dengan mengatakan: "Oh Tuhanku, aku bertobat,
mohon maafkan aku ', Aku akan melepaskannya.
Anda tidak memiliki belas kasihan baginya karena
Anda tidak menciptakan dia. Aku Pencipta dan
Aku miliki rasa kasihani yang tak terbatas bagi
hambaku yang mau bertobat".

Malaikat maut dan bayi durhaka

DILARANG MELUDAH KE ARAH KIBLAT
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
“Siapa yang meludah ke arah kiblat, ia akan
datang pada hari kiamat dalam keadaan
ludahnya di antara kedua matanya.” (HR. Abu
Dawud dari shahabat Hudzaifah bin Al Yaman
oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash Shahihah)
.
Hadits yang semakna: “Orang yang membuang
dahak ke arah kiblat, akan dibangkitkan pada hari
kiamat dalam keadaan dahaknya di
wajahnya.” (HR. Ibnu Hibban dari shahabat
Abdullah bin Umar dishahihkan oleh Syaikh Al-
Albani dalam Ash Shahihah)
.
Al Hafizh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari
menukilkan dan membenarkan pernyataan An
Nawawi tentang dilarangnya meludah (termasuk
buang dahak) ke arah kiblat secara mutlak, baik
di luar atau di dalam shalat.
.
Demikian pula pendapat Ash Shan’ani di dalam
Subulus Salam, juga Al Albani dalam Ash
Shahihah. Di kitab beliau tersebut, Asy Syaikh Al
Albani menyebutkan bahwa hal ini termasuk adab
dan pemuliaan terhadap Ka’bah.
.
Ketika terpaksa harus meludah saat shalat, maka
boleh meludah ke arah kirinya dengan syarat
tidak ada jamaah yang lain. Kalau ada orang lain,
bisa meludah ke bawah kakinya apabila lantainya
tanah atau pasir, sehingga memungkinkan untuk
ditutup dengan tanah. Seandainya lantainya
keramik atau karpet, maka meludah ke tisu atau
sapu tangan, atau bisa juga ke bajunya.
Berdasarkan riwayat bahwa Nabi pernah melihat
dahak di kiblat masjid. Kemudian beliau
bersabda,
.
“Bagaimana ada seorang di antara kalian
menghadap Rabbnya, lalu membuang dahak di
hadapan-Nya?? Apakah ia mau ada orang
membuang dahak di wajahnya??? ........... ” (HR.
Muslim)
.
Dalam hadits yang lain beliau membimbingkan:
“Apabila kalian shalat, maka jangan meludah ke
arah depannya. Karena sesungguhnya ia sedang
bermunajat kepada Allah. Jangan pula ke
kanannya, karena di kanannya ada malaikat.
Akan tetapi ke kirinya atau bawah kakinya.” (HR.
Al Bukhari dari shahabat Abu Hurairah)

Dilarang meludah ke arah kiblat

DILARANG MELUDAH KE ARAH KIBLAT
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
“Siapa yang meludah ke arah kiblat, ia akan
datang pada hari kiamat dalam keadaan
ludahnya di antara kedua matanya.” (HR. Abu
Dawud dari shahabat Hudzaifah bin Al Yaman
oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash Shahihah)
.
Hadits yang semakna: “Orang yang membuang
dahak ke arah kiblat, akan dibangkitkan pada hari
kiamat dalam keadaan dahaknya di
wajahnya.” (HR. Ibnu Hibban dari shahabat
Abdullah bin Umar dishahihkan oleh Syaikh Al-
Albani dalam Ash Shahihah)
.
Al Hafizh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari
menukilkan dan membenarkan pernyataan An
Nawawi tentang dilarangnya meludah (termasuk
buang dahak) ke arah kiblat secara mutlak, baik
di luar atau di dalam shalat.
.
Demikian pula pendapat Ash Shan’ani di dalam
Subulus Salam, juga Al Albani dalam Ash
Shahihah. Di kitab beliau tersebut, Asy Syaikh Al
Albani menyebutkan bahwa hal ini termasuk adab
dan pemuliaan terhadap Ka’bah.
.
Ketika terpaksa harus meludah saat shalat, maka
boleh meludah ke arah kirinya dengan syarat
tidak ada jamaah yang lain. Kalau ada orang lain,
bisa meludah ke bawah kakinya apabila lantainya
tanah atau pasir, sehingga memungkinkan untuk
ditutup dengan tanah. Seandainya lantainya
keramik atau karpet, maka meludah ke tisu atau
sapu tangan, atau bisa juga ke bajunya.
Berdasarkan riwayat bahwa Nabi pernah melihat
dahak di kiblat masjid. Kemudian beliau
bersabda,
.
“Bagaimana ada seorang di antara kalian
menghadap Rabbnya, lalu membuang dahak di
hadapan-Nya?? Apakah ia mau ada orang
membuang dahak di wajahnya??? ........... ” (HR.
Muslim)
.
Dalam hadits yang lain beliau membimbingkan:
“Apabila kalian shalat, maka jangan meludah ke
arah depannya. Karena sesungguhnya ia sedang
bermunajat kepada Allah. Jangan pula ke
kanannya, karena di kanannya ada malaikat.
Akan tetapi ke kirinya atau bawah kakinya.” (HR.
Al Bukhari dari shahabat Abu Hurairah)

Pembagian dunia

Dunia Dibagi Menjadi 3 Bagian..
Sayyidina Luqman Al-Hakim ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨـﻪ
memberikan Nasehat kepada Puteranya,
"Wahai Puteraku... 'Jual-lah' HARTAMU dengan
AKHIRATMU, agar engkau akan menerima
keuntungan dari KEDUANYA..
Tetapi jangan engkau 'Menjual' AKHIRATMU
dengan DUNIAMU, karena engkau akan MERUGI
dari keduanya secara BERSAMAAN..!
Sayyidina Ibnu Abbas ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨـﻪ berkata,
"Sesungguhnya ﺍَﻟﻠّﻪُ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ menjadikan
Dunia menjadi 3 bagian, yaitu ; Sbagian untuk
seorang MUKMIN, sbagian lagi untuk seorang
MUNAFIQ dan sbagian yg terakhir untuk seorang
KAFIR..!
- Adapun Kehidupan Dunia bagi seorang MUKMIN
digunakan untuk mencari Bekal ke AKHIRAT..
- Sedangkan seorang MUNAFIQ, ia menggunakan
Dunia untuk KEBANGGAAN..
- Dan seorang KAFIR menikmati Dunianya HANYA
untuk KEBAHAGIAN HIDUPNYA..!"
ﺃﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠّﻪَ ﺍﻟْﻌَﻈﻴْﻢ ﻭﺃﺗﻮﺏُ ﺇﻟﻴﮧ
("Al-Qabas An-Nuur Al-Mubiin min Ihya'
'Ulumuddiin", Sayyidinal Imam Al-'Allamah Sayyid
Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz BSA)

Keutamaan qiyamu lail

”̮ KEUTAMAAN QIYAMUL LAIL ”̮ ﺍﻟﺤﻜﺎﻳﺔ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ :
ﻓﻲ ﻓﻀﻞ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻟﻴﻼﺣﻜﻲ :ﺍﻥ ﺭﺟﻼ ﺍﺷﺘﺮﻯ
ﻏﻼﻣﺎ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ": ﻳﺎ ﻣﻮﻻﻱ ﺍﺭﻳﺪ ﻣﻨﻚ ﺛﻼ ﺛﺔ ﺷﺮﻭﻁ
: ﺍﺣﺪﻫﺎ ﺍﻥ ﻻ ﺗﻤﻨﻌﻨﻲ ﻋﻦ ﺍﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﺫﺍ ﺩﺧﻞ
ﻭﻗﺘﻬﺎﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﺍﻥ ﺗﺴﺘﺨﺪ ﻣﻨﻲ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﻻ ﺗﺸﻐﻠﻨﻲ
ﺑﺎﻟﻠﻴﻠﻮﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ﺍﻥ ﺗﺠﻌﻞ ﻟﻲ ﺑﻴﺘﺎ ﻻ ﻳﺪﺧﻠﻪ ﺍﺣﺪ ﻏﻴﺮﻱ
". ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ": ﻟﻚ ﺫﻟﻚ " ﻓﺎﻧﻈﺮ ﺍﻟﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺒﻴﻮﺕ , ﻓﻄﺎﻑ
ﺑﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﺭﺍﻯ ﺑﻴﺘﺎ ﺧﺮﺑﺎ ﻓﺎﺧﺘﺎﺭﻩ , ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﻣﻮﻻﻩ ": ﻟﻢ
ﺍﺧﺘﺮﺕ ﺍﻟﺨﺮﺍﺏ ؟ " ﻓﻘﺎﻝ ": ﻳﺎ ﻣﻮﻻﻱ , ﺍﻣﺎ ﻋﻠﻤﺖ ﺍﻥ
ﺍﻟﺨﺮﺍﺏ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻊ ﺍﻟﻠﻬﻌﻤﺎﺭﺍ ﻭ ﺑﺴﺘﺎﻧﺎ ".ﻓﺼﺎﺭ ﺍﻟﻐﻼﻡ
ﻳﺎﺀﻭﻯ ﺍﻟﻴﻪ ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ , ﻓﻔﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﺗﺨﺬ ﻣﻮﻻﻩ
ﻣﺠﻤﻌﺎ ﻟﻠﺸﺮﺍﺏ ﻭﺍﻟﻠﻬﻮ , ﻓﻠﻤﺎ ﺍﻧﺘﺼﻒ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻭﺗﻔﺮﻕ
ﺍﺻﺤﺎﺑﻪ ﻗﺎﻡ ﻳﻄﻮﻑ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺍﺭ ﻓﻮﻗﻊ ﺑﺼﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﺣﺠﺮﺓ
ﺍﻟﻐﻼﻡ , ﻓﺎﺫﺍ ﻓﻴﻬﺎ ﻗﻨﺪﻳﻞ ﻣﻦ ﻧﻮﺭ ﻣﻌﻠﻖ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ
ﻭﺍﻟﻐﻼﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﺠﻮﺩ ﻳﻨﺎﺟﻲ ﺭﺑﻪ ﻭﻫﻮ ﻳﻘﻮﻝ ": ﺍﻟﻬﻲ ,
ﺍﻭﺟﺒﺖ ﻋﻠﻰ ﺧﺪﻣﺔ ﻣﻮﻻﻱ ﻧﻬﺎﺭﺍ ﻭﻟﻮ ﻻﻩ ﻣﺎ ﺍﺷﺘﻐﻠﺖ ﺍﻻ
ﺑﺨﺪ ﻣﺘﻚ ﻟﻴﻠﻲ ﻭ ﻧﻬﺎﺭﻱ ﻓﺎﻋﺬﺭﻧﻲ ﺭﺑﻲ ".ﻓﻠﻢ ﻳﺰﻝ ﻣﻮﻻﻩ
ﻳﻨﻈﺮ ﺍﻟﻴﻪ ﺣﺘﻰ ﻃﻠﻊ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻓﺎﺭﺗﻔﻊ ﺍﻟﻘﻨﺪﻳﻞ ﻭﺍﻟﺘﺎﺀﻡ
ﺍﻟﺴﻘﻒ , ﻓﺠﺎﺀ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻭﺍﺧﺒﺮ ﺍﻣﺮﺍﺗﻪ ﺑﺬﻟﻚ ,ﻓﻠﻤﺎ ﻛﺎﻧﺖ
ﺍﻟﻠﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺎﺑﻠﺔ ﺍﻗﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻭﺍﻣﺮﺍﺗﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﺠﺮﺓ ﻭﺍﻟﻘﻨﺪﻳﻞ
ﻣﻌﻠﻖ ﻭﺍﻟﻐﻼﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﺠﻮﺩ ﻭﺍﻟﻤﻨﺎﺟﺎﺓ ﺍﻟﻰ ﻃﻠﻮﻉ ﺍﻟﻔﺠﺮ ,
ﺛﻢ ﺩﻋﻮﺍ ﺍﻟﻐﻼﻡ ﻭﻗﺎﻻ ﻟﻪ ": ﺍﻧﺖ ﺣﺮ ﺑﻮ ﺟﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺘﻰ
ﺗﺘﻔﺮﻍ ﻟﺨﺪﻣﺔ ﻣﻦ ﻛﻨﺖ ﺗﻌﺘﺬﺭ ﺍﻟﻴﻪ ,"ﻭﺍﺧﺒﺮﺍﻩ ﺑﻤﺎ ﺭﺍﺀﻳﺎ
ﻣﻦ ﻛﺮﺍﻣﺎﺗﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .ﻓﻠﻤﻞ ﺳﻤﻊ ﺫﻟﻚ ﺭﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﻭ
ﻗﺎﻝ ": ﺍﻟﻬﻲ , ﻛﻨﺖ ﺍﺳﺎﺀﻝ ﺍﻥ ﻻ ﺗﻜﺴﻒ ﺳﺘﺮﻱ ﻭﺍﻥ ﻻ
ﺗﻈﻬﺮ ﺣﺎﻟﻲ , ﻓﺎﺫﺍ ﻛﺸﻔﺘﻪ ﻓﺎﻗﺒﻀﻨﻴﺎﻟﻴﻚ ," ﻓﺨﺮ ﻣﻴﺘﺎ
ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ Dikisahkan ada seorang laki-laki
yang membeli budak , maka budak tersebut
berkata kepada laki-laki itu :" Wahai Tuanku , aku
mau menjadi budakmu asal kau bersedia
memenuhi tiga syarat yang akan aku ajukan
padamu :- yang pertama , jika waktu sholat telah
tiba jangan cegah aku untuk mendirikan shalat,-
yang kedua , jadikanlah aku pembantu untuk
melayanimu ketika siang hari dan jangan kau
bebani aku dengan kesibukanapapun dimalam
hari ,- yang ketiga , buatkanlah untukku sebuah
rumah khusus yang mana tidak ada satupun
orang yang bisa memasukinya selain aku
.Kemudian laki-laki itu berkata :" Baiklah , akan
aku kabulkan permintaanmu , lihatlah rumah-
rumah itu , silahkan pilih sesukamu ."Maka
berkelilinglah budak itu diantara rumah-rumah
yang ditunjukkan oleh tuannya tadi , dia melihat
ke sebuah rumah yang sudah rusak , dan ia pun
memilih rumah tersebut.Lantas sang Tuan
bertanya :" Kenapa kamu memilih rumah yang
sudah rusak ?"Dan budak itu pun menjawab :"
Wahai tuanku , apakah kau tidak mengerti bahwa
rumah yang sudah rusak ini jika ada Allah akan
menjadi ramai dan menjadi taman yang
indah ?"Maka budak itupun menempati rumah
ituhanya diwaktu malam saja .Suatu ketika
disebagian malam , tuannya mengundang
beberapa orang untuk sekedar minum-minum dan
bermain , ketika tengah malam jamuan sudah
selesai dan semua teman-temannya sudah
pulang , maka berkelilinglah sang tuan tersebut
ke sekitar rumah dan tiba-tiba tanpa disengaja
pandangannya tertuju pada kamar budaknya
tersebut .Ternyata didalam kamar itu ada lampu
yang bersinar terang dari cahaya dan memancar
ke langit , yang mana budaknya sedang bersujud
kepada Allah sembari berdo'a :" Yaa Allah ,
Engkau mewajibkan kepada hamba untuk
melayani tuanku diwaktu siang , andaikan tidak
seperti itu maka aku tidak akan disibukkan
dengan siapapun kecuali hanya untuk khidmah
kepada_MU , baik diwaktu siang maupun malam ,
maka ampunilah hamba Yaa Robb ."Maka tak
henti-hentinya tuannya itu melihat kearahnya ,
hingga tiba waktu fajar selesai naiklah cahaya itu
ke langit sedang atappun masih utuh .Kemudian
sang tuan tadi mendatangi dan mengabari
istrinya mengenai kejadian yang telah dialaminya
itu .Dan pada malam berikutnya , berdirilah
keduanya { sang tuan dan istrinya } disebelah
kamarbudaknya tersebut , maka melihatlah
mereka kepada cahaya yang sungguh terang
benderang yang memancar ke atas langit ,
sedangkan budak tersebut dalam keadaan
bersujud dan bermunajathingga terbitnya fajar
.Kemudian mereka berdua meminta dido'akan
oleh budaknya tersebut , dan keduanya berkata :"
Sesungguhnya engkau merdeka dihadapan Allah ,
sehingga engkau meluangkan waktu untuk
melayani orangyang merepotkanmu ."Sang Tuan
tersebut kemudian menceritakan apa yang telah
dilihatnya bersama istrinya tadi kepada budaknya
, dan ketika budak itu mendengar cerita itu, ia
lantas menengadahkan kedua tangannya dan
berkata :" Yaa Allah , bukankah aku telah
meminta kepada Engkau agar menutup rahasiaku
dan keadaanku ini ? Maka ketika Engkau telah
membuka rahasiaku ,maka cabutlah nyawaku
."Kemudian sang budak itu jatuh dan meninggal
dunia seketika itu juga .Wallaahu A'lamSumber :
Kitab An Nawadir

Sabtu, 24 Oktober 2015

Setiap hari bumi menyeru 10 hal

Bumi Menyeru Dengan 10 Perkara...!
Sayyidina Anas bin Malik ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨـﻪ (seorang
Sahabat Rasul yg snantiasa setia melayani
Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ ) telah berkata
;
"Sesungguhnya Setiap Hari, Bumi MENYERU
kepada Manusia dengan 10 Perkara ;
1. Wahai anak Adam... Berjalanlah diatas
"Perutku", namun ingatlah bahwa kelak engkau
akan dimasukkan ke dalamnya..
2. Wahai anak Adam... Engkau melakukan
maksiat diatas punggungku, namun ingatlah
bahwa kelak engkau akan diadzab di dalam
perutku..
3. Wahai anak Adam... Engkau tertawa terbahak-
bahak diatas perutku, namun ingatlah bahwa
kelak engkau akan menangis di dalam perutku..
4. Wahai anak Adam... Ketahuilah, bahwa engkau
bergembira diatas punggungku, namun kelak
engkau akan kecewa di dalam perutku..
5. Wahai anak Adam... Engkau telah
mengumpulkan harta diatas punggungku, namun
ingatlah bahwa kelak engkau akan menyesal di
dalam perutku
"6. Wahai anak Adam... Engkau makan benda
yang haram diatas punggungku, namun ingatlah
bahwa kelak engkau akan dimakan oleh ulat di
dalam perutku..
7. Wahai anak Adam... Engkau berbuat angkuh
diatas punggungku, namun ingatlah bahwa
engkau kelak akan dihinakan di dalam perutku..
8. Wahai anak Adam... Engkau berlari dengan
riang diatas punggungku, namun ingatlah bahwa
kelak engkau akan jatuh di dalam perutku..
9. Wahai anak Adam... Engkau hidup di dalam
dunia bersinarkan cahaya Matahari, Bulan dan
Bintang diatas punggungku, namun ingatlah
bahwa kelak engkau akan tinggal dalam
kegelapan di dalam perutku..
10. Wahai anak Adam... Engkau hidup diatas
punggungku beramai-ramai, namun ingatlah
bahwa engkau akan hidup seorang diri di dalam
perutku...!"
ﺃﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠّﻪَ ﺍﻟْﻌَﻈﻴْﻢ ﻭﺃﺗﻮﺏُ ﺇﻟﻴﮧ
Firman ﺍَﻟﻠّﻪُ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ , "Katakanlah :
"Sesungguhnya kematian yg kalian lari
daripadanya itu, PASTI ia akan menjemput
kalian...!!!" (QS. Al-Jumu'ah; 8)
ﻳــــــﺎﺍﻟﻠــــﻩ ﺑــــﻬﺎ ﻳـــــــﺎﺍﻟﻠـــــﻪ ﺑــــــﻬﺎﻳـــــﺍﺍﻟﻠــــﻪ ﺑﺤﺴــــــــﻦ
ﺍﻟﺨـــــﺎﺗـــــــﻤﺔ

Cara mencintai ahlul bayt

bagaimana kita harus bersikap pada ahlul bayt
SEMOGA BERMANFAAT
1.>>> MENGHORMATI DIA DENGAN PANTAS
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
Artinya ” Dan terhadap ahli baitku, aku ingatkan
kalian kepada Allah tentang ahli baitku”. Beliau
mengulang ucapannya sampai 3 kali” [HR
Muslim: 24028]
Abdullah bin Hasan bin Husain bin Ali bin Abi
Thalib pernah masuk menemui Umar bin Abdul
Aziz dlm suatu keperluan, lantas Umar bin Abdul
Aziz berkata: “Apabila engkau mempunyai
kebutuhan kepadaku, maka kirimlah utusan atau
tulislah surat, karena aku malu kepada Allah
apabila Dia melihatmu di depan pintu
rumahku” [Asy-Syifa 2/608, Lihat Dam'ah Ala
Hubb Nabi, hal. 51]
2>>> MENCINTAI MEREKA
Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu pernah berkata
kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu:
“Sungguh aku lebih senang menyambung tali
kekerabatan kepada keluarga Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam daripada keluargaku
sendiri” [HR Bukhari: 3712]
Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu ketika pulang dari
shalat Ashar ia melihat Hasan Radhiyallahu anhu
sedang bermain-main bersama anak-anak nan
lain di jalan. Lalu Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu
menggendong Hasan Radhiyallahu ‘anhu di atas
pundaknya sambil berkata “Demi bapakku nan
menjadi tebusan, Hasan lebih mirip Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan dgn Ali
Radhiyallahu ‘anhu. Mendengar hal itu Ali
Radhiyallahu ‘anhu hanya bisa tertawa” [HR
Bukhari: 3542]
3>>> MEMBELA DARI HUJATAN
Imam Malik rahimahullah berkata: “Barangsiapa
nan menuduh Aisyah Radhiyallahu ‘anha, sungguh
ia telah menyelisihi Al-Qur'an. Dan orang nan
menyelisihi Al-Qur'an berhak dibunuh”. Imam
Ibnu Hazm rahimahullah berkomentar:
“Perkataan Imam Malik ini benar, karena hal itu
merupakan kemurtadan nan nyata & pelakunya
berarti telah mendustakan Allah dlm
ketegasanNya terhadap kesucian Aisyah
Radhiyallahu ‘anha” [Al-Muhalla 13/503]
4>>> TIDAK MENGHINA
Imam Bukhari dlm kitab shahih-nya telah
menceritakan bahwasanya Abu Bakar
Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Perhatikan
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm
keluarganya” [HR Bukhari: 3713]
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan
perkataan di atas: “Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu
menghimbau manusia & berwsiat kepada mereka.
Maksudnya adalah agar manusia menjaga ahli
bait, janganlah kalian menyakitinya & berbuat
jelek kepada mereka” [Fathul Bari 7/101]
5>>> MENASEHATI AHLUL BAIT YANG SALAH
DNGN SANTUN
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
Artinya ” Barangsiapa nan lambat amalannya,
maka nasabnya tak dapat mempercepat” [HR
Muslim: 2699, Ahmad 2/252, Abu Dawud: 3643,
Tirmidzi: 2646, Ibnu Majah: 225, Darimi 1/99,
Baghowi: 127, Ibnu Hibban: 84]
Maka barangsiapa nan lambat amalannya utk
sampai pada derajat tertinggi di sisi Allah,
nasabnya juga tak akan mempercepatnya utk
mencapai derajat tinggi tersebut, karena Allah
mengiringkan balasan itu seimbang dgn amalan,
bukan dgn nasab” [Jami'ul Ulum wal Hikam
2/308]
6>>> BERSHOLAWAT PADA MEREKA
Berdasarkan hadits Ka'ab bin Ujroh: Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui
kami, & kami pun bertanya kepadanya: “Kami
sudah mengetahui bagaimana mengucapkan
salam kepadamu, sekarang bagaimana kami
bershalawat kepadamu?” Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam menjawab: Ucapkanlah. Artinya
” Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad &
keluarga Muhammad sebagaimana engkau telah
bershalawat kepada Ibrahim, sesungguhnya
Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah
berkahilah Muhammad & keluarga Muhammad
sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga
Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi
Maha Mulia” [HR Bukhari: 4797, Muslim 4/126]

Percakapan imam syaqiq al balkhi dgn muridnya hatim al ashom

33 TAHUN "HANYA" DAPAT 8 HAL
⊙Suatu hari, Imam Syaqiq Al Balkhi bertanya
kepada muridnya yang bernama
Hatim Al Ashom :
■Imam syaqiq : "Sudah berapa lama engkau
menuntut ilmu dariku?".
●"Sudah 33 tahun", jawab Hatim.
■"Apa yang telah kau pelajari, selama 33 th ini?",
tanya Imam Syaqiq.
●"Hanya 8 hal ", jawab Hatim.
■" Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun !
Kuhabiskan umurku untuk mendidikmu,
namun kau hanya mempelajari 8 hal dariku?",
Ucap Imam Syaqiq heran.
●"Benar Yaa Syeikh, aku hanya mempelajari 8 hal
saja,
aku tidak mau mendustai anda", jawab Hatim.
■"Coba sebutkan 8 hal yang telah kau pelajari
itu ! ". pinta Imam Syaqiq.
●Hatim Al Ashom pun berkata :
Pertama :
"Kulihat setiap manusia memiliki seorang
kekasih.
Ketika dia mati, kekasihnya ikut
mengantarkannya hingga ke kuburan, lalu
meninggalkannya sendirian di sana.
○Maka,
Aku lebih memilih amal kebajikan sebagai
kekasihku,
Sehingga ketika nanti Aku masuk liang kubur,
amalku akan ikut bersamaku".
Kedua :
"Aku merenungkan Wahyu Alloh SWT :
"Dan Adapun orang2 yang takut kepada
Kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari
keinginan hawa nafsunya, maka surga lah yang
akan menjadi tempat tinggalnya".
(QS. An Naazi'aat,79:40-41).
○Aku sadar,
Bahwa Firman Alloh pasti lah benar,
Maka Aku pun berjuang untuk melawan keinginan
nafsuku, hingga nafsuku tunduk kepada Alloh
SWT ".
Ketiga :
"Ku perhatikan manusia selalu memulyakan dan
menyimpan harta benda berharga yang mereka
miliki, lalu Kupelajari Firman Alloh swt :
"Apa yang ada disisimu akan lenyap, dan apa
yang ada disisi Alloh akan kekal". (QS. An
Nahl,16:96).
○Maka setiap kali Aku memperoleh sesuatu yg
berharga,
Aku pun menyedekahkannya dijalan Alloh swt,
agar hartaku selalu tetap terjaga di sisi-Nya".
Keempat :
"Aku melihat setiap manusia mengejar harta,
kedudukan, kehormatan dan kemulyaan nasab.
Namun setelah aku mempelajarinya, ternyata
semua itu tidak ada apa2nya, saat Aku membaca
Wahyu Alloh swt :
"Sesungguhnya, orang yg paling mulia disisi
Alloh, adalah orang yg paling bertaqwa (kepada
Alloh) di antara kalian".
(QS. Al Hujuroot,49:13).
○Karena itulah,
Aku pun beramal utk mewujudkan Taqwa, agar
Aku memperoleh kedudukan yang Mulia di sisi
Alloh SWT.
Kelima :
"Aku melihat manusia saling mencela dan
melaknat, dan sumber semua itu adalah hasad
(kedengkian). Lalu aku mempelajari Wahyu Alloh
SWT :
"Kami telah membagikan utk penghidupan
mereka di alam dunia".
(QS. Az Zukhruf,43:32).
○Akupun sadar,
Bahwa semuanya telah dibagi oleh Alloh swt.
Maka aku tinggalkan sifat Hasad (dengki), kujauhi
manusia, dan aku tidak bermusuhan dengan
seorang pun".
Keenam :
"Kulihat manusia saling menganiaya dan saling
membunuh, padahal Alloh SWT berfirman :
"Sesungguhnya syeitan itu adalah musuh bagimu,
maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu)".
(QS. Al Fathir,35:6).
○Oleh sebab itu,
Kutinggalkan permusuhan dengan manusia dan
Kujadikan Syeitan sebagai satu2nya musuhku.
Aku selalu mewaspadainya dengsn sekuat
tenaga, sebab Alloh swt sendiri yg telah
menjadikan Syeitan sebagai musuhku".
Ketujuh :
"Aku melihat setiap orang hanya demi sepotong
roti (harta), mereka rela menghinakan diri mereka
sendiri dengan melakukan hal2 yg diharamkan
oleh Alloh swt. Lalu kuperhatikan Firman Alloh
SWT :
"Dan tiada satupun binatang melata dibumi,
melainkan Alloh telah menanggung rezeki nya".
(QS. Hud,11:6).
○Aku sadar,
Bahwa diriku adalah salah satu dari yang melata
itu, dan Alloh swt telah menjamin Rezeki ku.
Oleh karena itu, kusibukkan diriku untuk
menunaikan kewajiban yang telah di berikan oleh
Alloh swt dan aku tidak pernah merisaukan
sesuatu yang telah dijamin oleh Alloh swt
untukku".
Kedelapan :
"Aku melihat semua org bergantung kepada
Makhluq Alloh swt.
Ada yg bergantung kepada ladangnya,
bergantung kepada perniagaannya,
bergantung kepada pekerjaannya, dan
bergantung kepada kesehatan jasmaninya.
Akupun kembali kepada Firman Alloh :
"Dan barang siapa yg bertawakkal kepada Alloh,
maka Alloh akan mencukupkan (segala
keperluan) nya".
(QS. Ath Tholaaq,65:3).
○Oleh karena itulah,
Aku pun bertawakkal (bergantung) kepada Alloh
swt yang Maha Perkasa dan Maha Agung, dan
Alloh swt pun mencukupi semua kebutuhanku".
■Mendengar jawaban dari Hatim Al Ashom,
Imam Syaqiq Al Balkhi berkata :
"Wahai Hatim, semoga Alloh memberimu Taufiq.
Aku telah mempelajari Zabur, Taurot, Injil dan Al
Qur'an.
Dan kutemukan bahwa semua jenis kebaikan dan
ajaran Agama, berkisar pada 8 hal yang tadi telah
kau sampaikan.
Barang siapa mengamalkan 8 hal tersebut.
Maka berarti, dia telah mengamalkan isi dari 4
kitab suci".
LALU........
♡Berapa lama kita menuntut ilmu?
♡Apa yang kita dapatkan?
♡Adakah pelajaran penting yang meresap
kedalam hati kita dan selalu kita amalkan?
♡Atau semua itu hanya sekedar penghibur
telinga kita?
Semoga Alloh SWT, memberi kita Taufiq dan
Hidayah,
Sehingga kita dapat mengamalkan apa yang kita
dengar, kita lihat dan kita baca.......
Amin
Semoga bermanfaat
Silahkan share
Referensi:
Ibnu Qudamah Al-Maqdisi. Mukhtashar Minhajil
Qashidin.

Kamis, 22 Oktober 2015

Mutiara hikmah al imam al habib abdullah bin alawi alhaddad (sohibul ratib al haddad)

MUTIARA HIKMAH QUTHUBIL IRSYAD WAL BILAD AL HABIB ABDULLOH BIN ALWI AL
HADDAD RODIALLOHU TA'AL A WA'ARDOH.........
Bagaimana seseorang dapat disebut sebagai mukmin, jika dia berusaha menyenangkan
manusia dengan sesuatu yang membuat Allah itu murka”
“Kasih sayang (persahabatan) yang dipaksakan tidak akan bertahan lama”
“Barangsiapa menempatkan dirinya di hadapan Allah seperti budak di hadapan tuannya,
maka dia akan meraih semua kesempurnaan”
“Barangsiapa yang tidak merasa cukup dengan sedikit harta yang dimilikinya, maka
harta yang banyak pun tidak akan pernah membuatnya puas. Barangsiapa tidak
mengamalkan sedikit ilmu yang dimilikinya, maka ketika memiliki ilmu yang banyak pun
dia tidak akan mengamalkannya”
“Tidak ada yang dapat menghibur seseorang yang mengalami musibah seperti
menceritakan keadaan orang-orang yang bernasib sama dengannya”
“Seseorang yang terbiasa menggagalkan niat-niat baik yang telah ia tetapkan, maka dia
tidak akan memperoleh karunia-karuina yang besar”
“Seseorang hamba tidak akan mencapai hakikat iman sebelum dia merasakan
nikmatnya memenuhi keinginan nafsu mereka”
“Beban menyimpan rahasia lebih ringan daripada perasaan khawatir akan terbongkarnya
rahasia yang kau ceritakan kepada seseorang”
“Tanda terjelas kesempurnaan akal seseorang adalah jika dia tidak berkeberatan untuk
memuji teman-temannya. Tanda terjelas kerendahan hati seseorang adalah jika ia rela
diletakkan di akhir padahal ia layak untuk diletakkan di depan. Dan tanda terjelas
keikhlasan sesorang adalah jika ia tidak memperdulikan kebencian masyarakat demi
mencapai keridhaan Allah”
“Jangan mempercayai ucapan jiwa yang menyatakan bahwa menjadi kaya atau miskin
baginya sama saja, sebelum kau uji dia. Jika bukti tidak diperdulikan, tentu setiap orang
akan mengakui sesuatu yang tidak dia miliki. Buktilah yang akan membedakan siapa
yang jujur dan siapa yang berdusta”
“Barangsiapa mudah mewujudkan cita-cita akhiratnya dan sulit menggapai cita-cita
dunianya, maka daia adalah Pewaris Nabi. Dan barangsiapa mudah mencapai keinginan
dunianya dan sulit menggapai kepentingan akhiratnya, maka dia termasuk orang-orang
yang tertipu. Dan barangsiapa sulit mewujudkan kepentingan akhirat dan dunianya,
maka dia dalah orang yang dimurkai”
“Seburuk-buruk orang miskin adalah dia yang ingin menjadi kaya (karena tidak rela
menjadi orang miskin. Sedangkan sebaik-baik orang kaya adalah dia yang tidak
berkeberatan untuk menjadi orang miskin”
“Seorang dai yang menyeru manusia ke jalan Allah, tidak akan menjadi sempurna
sebelum ucapan dan perbuatannya menjadi suri tauladan bagi seluruh alam”
“Barangsiapa senang dipuji dengan kebaikan yang tidak pernah dia lakukan,dan benci
dicaci atas keburukan yang ia lakukan,maka dia adalah seorang yang suka pamer (riya)”
“Manusia sering tidak mampu membedakan rasa malu yang terpuji dengan sifat
pengecut yang tercela. Perasaan malu yang mencegahmu dari berbuat baik dan
mendorongmu untuk bermaksiat, dia adalah sifat pengecut yang tercela, bukan rasa
malu yang terpuji. Sebab rasa malu akan selalu membawa kebaikan”
“Barangsiapa mudah berdusta ketika merasa takut kepada sesuatu, maka ketika
menginginkan sesuatu dia pun akan berdusta”
“Ada 3 jenis tanah, PERTAMA, tanah yang jika diberi air mampu menumbuhkan rumput.
Inilah permisalan manusia yang mampu memahami ilmu yang dipelajarinya.
Sebagaimana air akan membuat tanah menjadi subur, maka kecerdasan akan
memudahkan manusia untuk memperoleh ilmu. KEDUA, tanah yang mampu menyimpan
air, tetapi tidak dapat menumbuhkan rumput. Inilah permisalan manusia yang tidak
memiliki kemampuan untuk menghafal, tetapi tidak dapat memahami apa yang dia
hafal. Jika engkau melihat seorang berilmu yang tidak mampu memahami lebih dari apa
yang ia dengar, maka dia akan masuk ke dalam kelompok kedua ini. Tetapi, jika dia
mampu memahamai lebih dari apa yang ia dengar maka ia masuk dalam kelompok
pertama. KETIGA, tanah yang tidak mampu menumbuhkan rumput maupun menyimpan
air. Inilah permisalan manusia yang tidak memiliki kemampuan menghafal maupun
memahami, mengajarkan ilmu kepadanya justru menyia-nyiakan ilmu itu sendiri.
Bukankah seseorang yang memiliki tanah yang tidak mampu menumbuhkan rumput
maupun air tidak akan mengairi tanahnya ?! bukankah dia berpikir bahwa mengairinya
merupakan suatu perbuatan yang sia-sia ?! Begitu pula ilmu, seharusnya tidak ia ajarkan
kepada orang yang akan menyia-nyiakannya. Inilah sikap yang lebih utama.”
“Jika nafsu mengajakmu untuk memenuhi keinginannya, maka jangan kau katakan,
`Akan kupenuhi keinginannya sekali ini saja agar ia tidak terus-menerus menuntut
hatiku`. Sebab sekali kau penuhi keinginannya, maka dia akan memintamu untuk
memenuhi keinginannya yang lebih besar lagi”
“Jika engkau melihat seorang yang berilmu dapat memberikan manfaat dengan
ucapannya, tetapi perbuatannya tidak dapat diteladani, maka dia memiliki kekurangan.
Jika engkau melihat seorang penuntut ilmu mampu mengambil manfaat dari apa yang ia
dengar, tetapi tidak dapat belajar dari perbuatan (contoh-contoh) nyata, maka dia juga
memiliki kekurangan. Jika engkau melihat penuntut ilmu mampu memetik manfaat dari
ucapan gurunya dan tidak mampu belajar dari perilaku gurunya, maka lihatlah terlebih
dahulu bagaimana gurunya. Jika perilaku gurunya ternyata tidak ada yang dapat
dicontoh, maka pantaslah dia bersikap demikian. Dan jika ternyata perilaku sang guru
baik tetapi si murid yang tidak mampu mencontohnya, maka jangan anggap ia sebagai
muridnya”
“Dosa seseorang yang tidak mendermakan harta bukan pada tempatnya lebih banyak
daripada dia yang enggan mendermakan harta kepada orang yang berhak menerimanya”
“Barangsiapa menyimpan sesuatu yang ia tahu bahwa memginfakkannya lebih baik,
maka dia adalah orang yang mengutamakan dunia”
“Jika memandang orang-orang yang mengutamakan dunia akan menghapus rasa cinta
akhirat dalam hati, lalu bagaimana halnya dengan orang yang duduk dan bergaul dengan
mereka ?!”
“Barangsiapa meniggalkan sesuatu yang pasti demi sesuatu yang belum pasti, maka dia
adalah seorang yang sangat bodoh. Dan barangsiapa berpegang pada keraguan padahal
dia dapat berpegang pada sesuatu yang pasti, maka dia adalah seorang yang pandir
(bingung)”
“Topik pembicaraan seorang yang berilmu terhadap kaum mukminin awam hendaknya
mengacu pada tiga topik berikut, PERTAMA mengingatkan mereka akan berbagai
nikmat yang diberikan Allah. KEDUA mengajak mereka untuk selalu taat kepada Allah.
KETIGA menghimbau mereka untuk tidak bermaksiat kepada Allah. Seorang berilmu
yang berbicara kepada kaum awam di luar ketiga topik ini, maka dia adalah seorang
penebar fitnah”
“Rasa rakus kepada dunia timbul dari tiga hal, PERTAMA memandang indah dunia.
Inilah yang mendorong manusia untuk hidup selama-lamanya demi menikmati keindahan
itu. KEDUA penghormatan manusia kepada mereka yang berharta. Inilah yang
menyebabkan manusia suka berbangga dan bersaing harta. KETIGA prasangka bahwa
tanpa dunia dia tidak dapat hidup. Inilah yang menyebabkan manusia maenjadi kikir dan
takut miskin”
“Orang yang paling bodoh adalah dia yang pengetahuannya tentang keluasan rahmat
Allah justru membuatnya semakin berani bermaskiat kepada-Nya”
“Permisalan orang yang berbuat dosa dengan niatan untuk kemudian bertobat adalah
seperti orang yang mengotori tubuh dan pakaiannya denagn niat untuk mandi
setelahnya. Seharusnya dia tidak bersikap demikian, tetapi berusaha dengan sekuat
tenaga agar tubuh dan pakaiannya tidak kotor. Kemudian jika ternyata dia lalai dan
secara tidak sengaja mengotori tubuh dan pakaiannya, maka dia akan segera
membersihkannya”
“Persaudaraan di jalan Allah adalah ibarat sebuah pohon, dia perlu disiram. Saling
berkunjung merupakan air yang digunakan untuk menyiraminya. Tolong menolong dalam
perbuatan baik dan ketakwaan merupakan buahnya. Sebuah pohon yang tidak akan
disiram akan layu, dan yang tidak menghasilkan buah akan ditebang”
“Merendahkan diri ketika memiliki kedudukan tinggi, menampakkan kecukupan ketika
berada dalam kekurangan dan hidup sederhana ketika memiliki kekayaan, merupakan
wujud dari akhlak mulia”

Nasehat syeh abdul kadir ra

WEJANGAN SYEKH ABDUL QADIR QS
# Rendah Diri Pada Setiap Jenis Manusia#
Berkata Syaikh Al-Arif billah Abdul Qadir al-Jailani
Rahimahullah:
"Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka
yakinilah bahwa dia lebih baik darimu..
Ucapkan dalam hatimu:
"Boleh jadi kedudukannya di sisi Allah S.W.T jauh
lebih baik dan lebih tinggi dariku.."
Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah
(dalam hatimu)..
"Anak ini belum bermaksiat kepada Allah S.W.T,
sedangkan diriku telah banyak bermaksiat
kepada-NYA, tentu anak ini jauh lebih baik
dariku.."
Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam
hatimu)..
"dia telah beribadah kepada Allah S.W.T lebih
lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.."
Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka
ucapkanlah (dalam hatimu)..
"orang ini memperoleh kurnia yang tidak akan
kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan
pernah ku capai, mengetahui apa yang tidak ku
ketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia
lebih baik dariku.."
Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka
ucapkanlah (dalam hatimu)..
"orang ini bermaksiat kepada Allah S.W.T kerana
dia tidak tahu, sedangkan aku bermaksiat
kepadaNYA pada hal aku mengetahui akibatnya,
dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan
umurnya kelak, dia tentu lebih baik dariku.."
Jika bertemu dengan orang kafir, maka
ucapkanlah (dalam hatimu)..
"aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak,
boleh jadi di akhir usianya dia memeluk agama
Islam dan beramal soleh, dan bisa jadi di akhir
usia, diriku kufur dan berbuat buruk.."

Wejangan habib umar bin hafidz

Wejangan habib umar bin hafidz
Al Habib Umar bin Hafidz berkata :jangan pernah
lepas membaca do'a ini dalam sehari( “ Ya Allah
biha... Ya Allah biha... Ya Allah bihusnil khatimah
” )Inilah do'a para Wali Allah...ini lah puncak nya
do'a. jangan pernah lepas membaca do'a ini
dalam sehari semalam..Dahulu di Mesir ada
seorang Wali yang taat beribadah namun beliau
tidak pernah membaca doa ini karena merasa
amal nya sudah banyak namun apa yang terjadi
beliau murtad & akhirnya wafat dalam
keadaansu'ul khatimah (Naudzubillahi min
dzalik)..Para Wali di Tarem Hadromaut yang
mengetahui kisah ini termasuk Shohibul ratib Al
Habib Abdullah binAlwi Al Haddad sangat sedih
mendengar kisah ini sehingga beliau
mendawamkannya sebagai wirid harian pada
"Ratibul Haddad"by:batikmaliza