☆ CANDA TAWA ☆
☆
Imam Al-Hasan Al-Bashri (w. 110 H), seorang
sufi terkemuka asal Bashrah (Iraq), berkata:
" Alangkah herannya...!! Ada orang tertawa
terbahak-bahak padahal di belakangnya ada
neraka.
Ada orang bersuka-cita padahal di belakangnya
ada kematian.” [Abu Al-Laits As-Samarqandi
Tanbihul Ghafilin].
Ibnu ‘Abbas berkata:
ﻣَﻦْ ﺃَﺫْﻧَﺐَ ﺫَﻧْﺒًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻀْﺤَﻚُ، ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﺒْﻜِﻲ
“Barang siapa melakukan dosa sambil tertawa,
maka ia akan masuk neraka sambil menangis.”
[As-Samarqandi (w. 373 H), Tanbihul Ghafilin].
☆☆
Imam Al-Hasan Al-Bashri pernah menjumpai
seorang pemuda yang tengah bercanda-tawa.
Beliau kemudian menasihatinya melalui dialog:
“Kisanak..!!, Sudah pernahkah kamu melewati
sirath (jembatan yang menghubungkan surga
atau jatuh ke neraka)..??”.
“Tidak...!!”. jawab pemuda itu.
“Apakah ada kepastian bagimu (setelah melewati
sirath tersebut), kamu akan masuk ke surga
ataukah ke neraka..???” tanya beliau lagi.
“Tidak...!!". jawab pemuda itu.
“Kalau begitu, untuk apa canda-tawamu itu..??” .
Pemuda itu pun terdiam dan sejak saat itu ia
tidak pernah bercanda-tawa lagi sama sekali
selamanya.
[As-Samarqandi (w. 373 H), Tanbihul Ghafilin]
●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●
Kamis, 22 Oktober 2015
Imam hasan basri
Tentang keimanan
● Imam al-Hasan al-Basri telah menyebut:
“Iman itu bukanlah hanya dengan angan-angan
dan bukan pula hanya dengan perhiasan....
Tetapi iman itu adalah sesuatu yang diyakini
dengan hati dan dibenarkan dengan tindakan....".
● Imam Ali bin Abi Thalib berkata:
"Orang beriman adalah mendahulukan kebenaran
sekalipun merugikan....
Mengesampingkan kepalsuan sekalipun
menguntungkan. Perkataan tidak boleh melebihi
perbuatan dan takut kepada Allah sa'at
membicarakan orang.
● Beliau juga berkata: "Aku khawatir terhadap
suatu masa yang roda kehidupannya dapat
menggilas keimanan.....
Keimanan hanya tinggal pemikiran yang tak
berbekas
dalam perbuatan.
Banyak orang baik tapi tak berakal.
Ada orang berakal tapi tak beriman.
Ada lidah yang fasih tapi berhati lalai.
Ada yang khusyuk tapi sibuk dalam
kesendiriannya.
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi.
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya
berkarat.
Dan ada yang menangis karena kufur nikmat.
Ada yang murah senyum tapi hatinya
mengumpat.
Ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi contoh
teladan.
Dan ada pelacur yang tampil menjadi figur.
Ada orang yang punya ilmu tapi tak faham.
Ada yang faham tapi tak menjalankan.
Ada yang pintar tapi membodohi.
Ada yang bodoh tapi tak tahu diri.
Ada orang beragama tapi tak berakhlak.
Ada yang berakhlak tapi tak bertuhan."
( Imam Ali bin Abi Thalib r.a ).
~ al-Sirath al-Ablaj (hal, 144) ~
Keajaiban sholawat
Satu Kali Sholawat Menghilangkan Siksa 50 Ahli Kuburإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُيُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًاSesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawatuntuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya ( Q.S Al ahzab : 56 )Diriwayatkan bahwa telah datang seorang perempuan kepada Imam Hasan Al Bashri radhilallahu'anhu, berkatalah wanita tersebut, “Sesungguhnya anak perempuanku yang masih sangat muda telah meninggal dan aku ingin melihatnya di dalam tidur. Maka aku datang kepadamu agar engkau mengajarkan aku tentang apa yang dapat aku jadikan perantara untuk melihatnya.” Lalu Imam Hasan mengajarkan beberapa amalan kepada perempuan itu, dan diapun dapat bermimpi melihat anaknya. Dalam mimpinya itu, ia melihat anaknya terikat dan tersiksa. Diceritakanlah hal itu kepada Imam Hasan, dan ia pun bersedih hati karenanya.Berselang beberapa waktu, Imam Hasan bermimpi melihatnya (anak wanita tersebut) di dalam surga dan di ataskepalanya terdapat mahkota, lalu wanita itu berkata kepada Imam Hasan, “Hai Imam Hasan, tidakkah engkau mengenaliku? Aku adalah anak putri dari perempuan yang datang kepadamu dahulu dan mengatakan begini begitu kepadamu.” Berkatalah Imam Hasan kepadanya, “Apa yang menjadikanmu dalam keadaan seperti yang kulihat ini, padahal apa yang diceritakan ibumu tak seperti yang kulihat kini?” Dia menjawab, “Ada seorang laki-laki lewat di atas kuburan kami, dia membaca shalawat kepada Rasulullah SAW sekali, sedang dalam kuburan itu ada lima puluh lima orang dalam siksaan. Lalu berserulah malaikat, “Hilangkanlah siksa dari mereka berkat bacaan shalawat laki-laki ini.” Sebab bacaan shalawat seorang laki-laki itulah, mereka mendapatkan ampunan, termasuk diriku.”Camkanlah...betapa satu bacaan shalawat kepada Rasulullah SAW mampu menghilangkan siska kubur bagi lima puluh orang, apalagi berpuluh-puluh atau beratus-ratus kali, padahal orang tersebut tidak menujukannya kepada mereka (orang-orang yang sedang disiksa), tapi inilah bukti kemurahan Allah bagi siapapun yang mencintai dan mengagungkan Kekasih-Nya Muhammad Rasulullah SAW..Kitab Mukasyafatul Qulub Bab VII, hal 39, karya Imam Ghazali radhiallahu'anhu (450 H - 505 H)