Terbunuhnya Al- Husain secara menyedihkan
telah menimbulkan dorongan dikalangan tokoh2
Islam untuk menyelidiki peristiwa itu, Beberapa
penulis telah mengemukakan riwayat seputar
nasib para pembantai itu,
Ibnu Hajar dlm kitabnya yg berjudul Ash- Shawaiq
al- Muhriqah mengungkapkan suatu riwayat
bahwa, ternyata sesudah wafatnya Al- Husain,
tidak seorang pun di antara mereka yg turut serta
dlm pembunuhan itu yg selamat dari siksa
dunia,Mereka menemui kematian yg penuh
dengan siksaan, Ada yg mati terbunuh ,ada yg
buta, ada yg wajahnya tiba2 menjadi hitam
lembam, semua itu berlangsung dlm waktu
singkat sesudah Al- Husain wafat,
Sementara itu dlm kitabnya yg lain Tahdzib at-
Tahdzib, Ibnu Hajar mengemukakan suatu kisah
yg diriwayatkan oleh Umar An- Numairi yg
berasal dari Ubaid bin Junadah, ia mengisahkan
nasib tragis yg dialami seorang tua yg juga
terlibat pembunuhan itu,
Orang tua itu mrmbanggakan dirinya bahwa ia
telah ikut terlibat langsung dalam pembunuhan
tehadap Al- Husain, ",Lihatlah, aku tetap selamat
Tak ada sesuatu yg terjadi pada diriku, kata
orang tua itu dengan pongahnya,
Tapi tak lama sesudah ia mengucapkan kata2 itu
, Lampu minyak tempat ia berbicara dengan
beberapa orang lainnya kemudian meredup
karena rupanya sumbu lampu hampir habis orang
tua itu segera bangkit dari duduknya dan menuju
ke tempat lampu untuk berusaha
memperbaikinya,Dengan tangannya ia kemudian
berusaha menarik sumbu lampu tesebut, tiba2
saja api yg sudah redup disumbu itu menyala dan
langsung membakar jari2 nya,
Ia berusaha keras untuk memadamkan api yg
menyala- nyala du tangannya , Tetapi api tak juga
padam,
Dalam keadaan setengah putus asa, ia
memasukkan jari2 nya yg menyala itu ke dlm
mulutya agar apinya padam, Tetapi celaka! Api
yg berkobar makin besar itu malah menyambar
jenggotnya yg sudah putih tetapi masih lebsat
itu,
Api pun makin membesar, ia berteriak kesakitan
minta tolong, Namun tak seorangpun
menolongnya,Akhirnya seluruh tubuhnya terbakar
sehingga ia bagaikan obor besar,
Ia lalu lari keluar dari rumah dan melompat ke
dlm Sungai Furat( Euphrat) yg tidak jauh
letaknya dari tempat terebut, Beberapa saat
lamanya badannya tidak muncul di permukaan,
Ketika Akhir nya badannya muncul, tubuh orang
tua itu sudah berubah seperti sebatang tonggak
arang (Ath- Thabari, penulis sejarah islam
terkenal lainnya, dln kitabnya, Dzakhair al- Uqba,
juga memperkuat kisah itu)
Dlm karya Ibnu Hajar di atas juga dikisahkan
ihwal pembunuhan Al- Husain ketika
menyerahkan kpl Imam Husain kpd Ubsidillah bin
Ziyad, gubenur kufah, Karena mengharapkan
ganjaran besar, sambil menyerahkan kpl yg mulia
itu, bersyairlah di pembunuh tersebut::
Akan kupenuhi kantugku dengan emas dan perak
Sebagai ganjaran membunuh raja yg tak
bermahkota
Seorang yg pernah Shalat di dua kiblat
Yg berasal dari keturunan mulia
Akulah pembunuh orang yg terbaik Ayah -
Bundanya....
Tetapi Ibnu Ziyad, yg mendengarkan baris2 akhir
dari Syair pembunuh itu, kemudian menukas
dengan marah,
", Kalo kau tahu itu, mengapa kau bunuh dia?
Demi ALLAH, engkau tidak akan mendapatkan
imbalan yg bagus dari aku,
Malahan aku sertakan engkau dengan dia",
Setelah mengucapkan kata2 itu, Ibnu Ziyad
langsung memerintahkan kpl salah seorang
pengawalnya untuk menebas batang leher
pembunuh yg baru saja selesai mengucapkan
Syair dan mengharapkan ganjaran besar itu,
Demikian pula, pesta kemenangan pasukan
Ubaidillah bin Ziyad di kufah dan Yazid di
Damsyik atas Tragedi karbala ternyata tidak
berlangsung lama, kemenangan yg mereka
anggap sebagai suatu keberhasilan dlm
memantapkan kekuasaannya di segala penjuru
wilayah Islam itu justru menjadi sebaliknya, Umat
islam, setelah mengetahui kekejaman yg
dilakukan Ubadillah bin Ziyad dan khalifah Yazid,
akhirnya mengecam tindakan tersebut sebagai
tindakan yg melampaui batas dan perbuatan yg
biadab, Begitu marahnya umat islam, sampai
anggota keluarga dekat Yazid bin Mu' awiyah
sendiri pun menunjukkan rasa tidak senang atas
tindakan Yazid tersebut, Mereka menyesal dan
sedih luar biasa mendengar perbuatan biadab yg
ditimpakan atas keluarga keterunan Rasulullah
Saw,.
Yazid bin Mu' awiyah yg mula2 senang akan
kematian Al- Husain, tiba2 saja menjadi murung ,
Terngat olehnya nasihat Ayahnya, Khalifah
Muawiyah, sebelum meninggal Usahakan sejauh
mungkin agar tidak terjadi pertumpahan darah di
kalangan umat islam",Dan khalifah Mu' Awiyah
pernah meramalkan bahwa pada suatu waktu
akan terjadi tipu daya orang kufah untuk menarik
Al- Husain datang ke kota tetsebut, Apabila Al-
Husain telah masuk perangkap orang2 kufah",
kata Muawiyah, dan kamu dapat mengatasi dan
menguasai Al- Husain , hendaklah kamu
memaafkan Al- Husain , Cucu Rasulullah Saw,,
Kata2Ayahnya selalu mendengung dengung di
tilinganya, sedangkan kemarahan umat islam
terus menghantuinya, Akhirnya, terbukalah hati
Yazid bahwa ia telah melakukan kesalahan besar
maka sikap Yazid pun berubah, iapun mulai
menghormati dan memperlakukan para keluarga
Al- Husain yg masih hidup dengan kemarahan,
Tiga tahun setelah kejadian di padang karbala
itu, Yazid bin Muawiyah mati dengan cara yg
hina,,yaitu jatuh dari kudanya ketika sedang
mengejar monyet, Lehernya patah,
Adapaun Syamr bin Dzil Jausyan , yg juga
membunuh Al- Husain, terbunuh oleh Mukhtar bin
Abi Ubaid Ats- Tsaqfi, pelopor gerakan Tawwabin,
ia melemparkan jasad Syamr bin Dzil Jausyan
agar dimakan anjing..
Jumat, 23 Oktober 2015
Kisah karbala(keadaan pembunuh ahlulbait bait setelah peperangan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar