"MALAIKAT IZRAIL ( MALAIKAT MAUT ) MEMPERHATIKAN SELURUH UMMAT MANUSIA YANG HIDUP DI DUNIA - 70 KALI DALAM SEHARI"
*( 21 menit sekali dalam waktu satu hari [ perhitungan menurut logika ] )
Tidak ada yang bisa lari ketika malaikat Izrail sang pencabut nyawa datang menjemput.
Ternyata malaikat maut tidak hanya datang saat nyawa manusia akan dicabut, namun mencapai hingga 70 kali dalam sehari.
Dalam sebuah hadist Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah setiap manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari”.
Ketika Izrail datang memperlihatkan wajah manusia didapati ada yang sedang tertawa-tawa. Maka berkatalah Izrail :
“Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersenang-senang bergelak tawa”.
*Apabila 1 hari = 24 jam atau 1.440 menit, dalam sehari kita dikunjungi malaikat maut sebanyak 70 kali, dengan kata lain dalam sehari malaikat maut mengunjungi kita setiap 20,57 menit atau dibulatkan menjadi 21 menit sekali , dengan asumsi 1440 menit dibagi 70 .
Manusia secara fitrah memang tidak bisa melihat malaikat yang gaib ini, kecuali orang-orang shalih yang senantiasa ingat akan kematian. Golongan ini tidak lalai dan selalu sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka selalu memperhatikan hadist-hadist Rasulullah SAW yang jelas menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama perihal kematian dan hubungannya dengan malaikat maut.
Malaikat Izrail diciptakan Allah SWT dengan empat wajah. Satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya. Malaikat Izrail diberikan kemampuan luar biasa oleh Allah SWT sehingga dari ufuk barat hingga timur bisa dijangkaunya dengan mudah.
Izrail memiliki 4.000 sayap dan 70.000 kaki, salah satu kakinya di langit ketujuh dan satu lagi di jembatan yang memisahkan Surga dan Neraka.
Di dalam suatu riwayat di ceritakan bagaimana cara kerja Izrail mengetahui kapan manusia sudah tiba ajalnya :
"Allah SWT telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yakni sidratul muntaha, dimana daunnya itu sama banyaknya dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya hanya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan.
Daun tersebut kemudian jatuh kepada Izrail, dengan begitu Malaikat Izrail mengetahui bahwa tugasnya mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut.
Para malaikat menyebutnya sebagai mayat di langit, meskipun hidup manusia tersebut masih 40 hari lagi. Setelah itu, akan jatuh dua titisan dari bawah Arsy pada daun menuliskan mayit langit ini, satu titisan berupa warna hijau dan satu lagi berupa warna putih.
Jika titisan yang berwarna hijau,maka alamatnya celakalah dia dalam menempuh ajal, dan kalau titisan putih jatuh pada daun orang yang nama ditulis pada daun itu, maka pertanda, berbahagialah orang itu saat ajal datang menjemputnya."
Untuk mengetahui tempat mati, maka Allah menjadikan malaikat Arham.
"Apabila Allah mencipta sesuatu kelahiran, Dia perintahkan malaikat Arham tersebut masuk ke dalam sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati, lalu keluarlah seorang hamba itu menuju ke mana saja di pelosok bumi ini.
Kemudian pada saat kematian tiba, iapun akan kembali pada tempat pengembalian dari pada debu di mana di situlah ia akan menemui ajalnya.”
Sebagaima firman Allah subhanallahu wa ta’ala :
Allah subhanallah berfirman :
“Katakanlah, sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu, akan keluar juga ke tempat mereka terbunuh…” ( Ali Imran : 154 ).
Subhanallah…!
begitu tertib tata cara kerja Allah SWT yang mungkin tidak akan bisa diterima oleh nalar manusia. Wallahualam bishawab.
Semoga kita termasuk golongan orang yg selalu mengingat kematian dan ketika malaikat maut menjenguk kita untuk terakhir kalinya, kita berada dalam keadaan husnul khotimah ( baik di penghabisan ).
Aamiin Allahumma aamiin.
Minggu, 25 Oktober 2015
Malaikat maut
Ijazah malaikat jibril as
Ijazah Doa Dari Malaikat Jibril AS
Telah terdapat suatu riwayat mengenai adanya satu zikir Tasbih yang mustajab untuk siapa yang ingin melihat tempatnya disurga dalam mimpinya, jika dia adalah memang salah satu dari ahlinya. Dia adalah Zikir Tasbihnya Malaikat Jibril A.S. Yang meriwayatkannya adalah As-Sayyid Al-Ajal Ali bin Thawus R.a, dan beliau mendapatkannya dari Abi Zahariah R.a. Dia menceritakan tentang apa yang dialaminya. Dia berkata ,” Pada suatu malam kami pernah melaksanakan sholat isya’ di masjid Baitul Maqdis, setelah itu kami duduk-duduk dengan bersandar kesebuah tiang dimasjid itu. Kemudian khadim pengurus masjid itu mulai menutup pintu-pintu dan jendela masjid dan menguncinya. Kami dibiarkannya saja, tidak diusirnya sebagaimana kebiasaan yang dilakukannya saat mengunci masjid. Maka masjid harus dikosongkan terlebih dahulu agar tidak ada yang terkurung disitu.
Akhirnya kami pun tertidur disitu. Dan kami terbangun oleh suatu suara asing. Yang akhirnya kami ketahui berasal dari suara sayap-sayapnya para malaikat yang telah memenuhi masjid itu. Diantara mereka ada yang sangat dekat dengan kami. Dilihatnya bahwa kami jadi terbangun. Maka dia berkata kepada kami,” Apakah engkau manusia?” kami jawab ,” Betul.” Kemudian kami beritahu alasan-alasan kenapa kami sampai berada dan tertidur disitu. Malaikat itu berkata lagi, “ Untukmu hal itu tidaklah menjadi suatu kesalahan bagimu.”
Kemudian kami mendengar malaikat yang berada disebelah kanan kami mengucapkan tasbih (seperti diatas). Setelah itu yang disebelah kiri kami juga mengucapkan ucapan yang sama. Maka kami memberanikan diri dan bertanya kepada malaikat yang berada didekat kami itu.” Demi Yang memberi kalian kekuatan beribadah , siapakah yang mengucapkan tasbih yang berada disebelah kanan kami ?” Malaikat itu berkata,” Dia adalah Jibril.” Kemudian kami bertanya lagi siapa pula yang berada disebelah kiri kami. Dijawabnya,” Dia adalah Mikail.”
Maka kami bertanya lagi padanya,” Demi yang memberi kalian kekuatan beribadah, apakah yang akan diperoleh bagi seseorang yang mengucapkan seperti yang kalian ucapkan itu ?”
Maka malaikat itu menjawab ,” Barangsiapa mengucapkan seperti apa yang telah kami ucapkan itu setiap hari satu kali dan itu dilakukannya selama satu tahun, maka dia tidak akan mati sehingga dia melihat terlebih dahulu tempat yang telah disediakan untuknya di surga.”
Ini Tasbih yang dimaksud:
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮ ﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﺪﺍﺋﻢ ﺍﻟﻘﺎﺋﻢ
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻮﺍﺣﺪ ﺍﻻﺣﺪ
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻔﺮﺩ ﺍﻟﺼﻤﺪ
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﺤﻲ ﺍﻟﻘﻴﻮﻡ
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﺤﻲ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻤﻮﺕ
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻘﺪﻭﺱ
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺭﺏ ﺍﻟﻤﻼ ﺋﻜﺔ ﻭﺍﻟﺮﻭﺡ
ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻌﻠﻲ ﺍﻻﻋﻠﻰ
ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ
Subhaanad-daa-imil Qoo-im,
Subhaanal waahidil ahad,
Subhaanal fardhish-shomad,
Subhaanal Hayyil Qoyyuum,
Subhaanal Hayyil ladzii laa yamuutu,
Subhaanallahi wa bihamdihi,
Subhaanal Malikil Quddus,
Subhaana Robbil Malaa-ikati war-ruuh,
Subhaanal ‘Aliyyil a’laa,
Subhaanahu wa ta’alaa.
Artinya:
Maha Suci Engkau Yang Maha Melanggengkan/Mengabadikan yang Berdiri Sendiri,
Maha Suci Engkau Yang Maha Esa,
Maha Suci Engkau Yang Tunggal yang menjadi tempat memohon,
Maha Suci Engkau Yang Hidup dan Berdiri Sendiri,
Maha Suci Engkau Yang Hidup dan Tidak akan Pernah Mati,
Maha Suci Engkau Ya Allah dan Segala Puji Bagi-Mu,
Maha Suci Engkau Yang Merajai dan Yang Maha Suci,
Maha Suci Engkau yang menjadi Tuhannya para Malikat dan Ruh,
Maha Suci Sang Maha Tinggi yang Luhur,
Maha Suci Dia Yang Maha Luhur dan Agung.
Syaikh Abi Zahariah melanjutkan ceritanya,” Ketika pagi harinya timbullah satu pikiran dibenak kami, mungkin saja umur kami yang tertinggal sudah tidak mencukupi masa satu tahun. Mengingat hal itu maka kami ambil satu keputusan untuk tetap saja duduk disitu dan membacanya sebanyak 360 x yaitu sebanyak bilangan hari-hari dalam setahun. Setelah dia dapat kami selesaikan, malam berikutnya diperlihatkan Allah Ta’Ala kepada kami tempat kami disurga. Benarlah apa yang telah dikatakan oleh malaikat tersebut.
Begitu pula Syaikh Al-Juaini R.A, beliau mengatakan ,” Pada saat kami pergi untuk menunaikan ibadah Haji, kami bertemu dengan Ar-Rabii dan kami ceritakan tentang riwayat itu padanya. Kemudian pada musim haji tahun berikutnya kami berjumpa lagi. Dan dia berkata pada kami,” Saya sangat berterima kasih kepadamu atas riwayat yang telah engkau ceritakan kepada saya, dan semoga Allah membalasnya untukmu dengan segala kebaikan. Saya telah mengucapkan apa yang engkau suruhkan kepada saya itu dan telah saya lihat tempat untuk saya disurga.”
Dan banyak lagi dari para As-Sholihin yang mendengar riwayat tersebut, mereka telah mencoba dan mendapatkan hasilnya seperti yang dikatakan Syaikh Abi Zaharia R.A.
Silahkan di amalkan dan semoga bermanfaat.
silsilah imam mahdi ra
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢ
Hadits-hadits shahih menyatakan bahwa Imam Mahdi berasal dari Ahlul Bait Nabi yang mulia, yang jalur keturunannya mengakar pada al-Hasan radhiyallāhu anhu. Ada juga yang berpendapat bahwa beliau berasal dari keturunan al-Husain radhiyallāhu anhu. Namun, hadits-hadits yang lebih kuat menegaskan bahwa Imam Mahdi berasal dari keturunan al-Hasan radhiyallāhu anhu. Dalam sebuah hadits marfu’ yang diterima dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:
Al-Mahdi adalah anak-cucu al-Hasan bin Ali. Ia menguasai urusan kaum Muslim, yang seluruh keadaan dirinya baik, dan rencana ALLAH sungguh hebat.
Al-Alamah bin Hajar al-Makki berpendapat bahwa Imam Mahdi merupakan keturunan al-Hasan radhiyallāhu anhu. Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam juga bersabda kepada Fathimah:
Demi ZAT yang mengutusku dengan benar sebagai Nabi, sesungguhnya dari mereka berdua (al-Hasan dan al-Husain) Mahdi umat ini.
Hal ini berarti bahwa jalur keturunan ayah Imam Mahdi mengakar pada al-Hasan, sedangkan jalur ibunya mengakar pada al-Husain.
Diriwayatkan pula bahwa pamannya dari pihak ibu adalah al-Harits bin Zaid. Hal ini berarti bahwa Imam Mahdi berasal dari keturunan Fathimah radhiyallāhu anha, karena al-Harits adalah anak angkat Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam, yang berkaitan dengan dirinyalah (al-Harits) ALLAH menurunkan ayat tentang pelarangan melakukan adopsi. Namun, nama Zaid lebih sering digunakan untuknya sebelum turunnya ayat tersebut. Berdasarkan hal itu, al-Harits dianggap sebagai saudara laki-laki Fathimah radhiyallāhu anha. [Hadits ini di-takhrij oleh Abu Na’im dalam Shifah al-Mahdi yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Fathimah: “Al-Mahdi berasal dari keturunanmu.”]
Diriwayatkan bahwa sanad hadits tersebut bersambung pada Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam. Hadits lengkapnya adalah sebagai berikut:
Dilahirkan dari Fathimah seorang cucu, yang paling membahagiakan hatinya sesudah wafatnya. Ia adalah Mahdi umat ini. Pamannya dari ibunya adalah al-Harits dan paman dari ayahnya adalah al-Husain, dan semua keadaan dirinya adalah baik. [HR Abu Hurairah]
Qurrah al-Madani meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:
Sungguh dunia akan dipenuhi oleh kejahatan dan kedzaliman. Ketika kejahatan dan kedzaliman itu telah mengisi seluruh dunia, ALLAH mengutus seorang laki-laki dari keturunanku. Namanya sama dengan namaku, dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku. Kemudian ia memenuhi Bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kejahatan dan kedzaliman. Langit tidak akan dapat mencegah guyuran hujannya, dan Bumi tidak dapat menahan tumbuhnya tanamannya. [HR al-Bazzar, al-Harits bin Abi Usamah, dan ath-Thabrani]
Hudzaifah radhiyallāhu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:
Sekiranya usia dunia tinggal sehari, maka ALLAh akan mengutus seorang laki-laki yang namanya sama dengan namaku dan akhlaknya sama dengan akhlakku. Ia bergelar Abu Abdillah, yang dibaiat oleh manusia, baik dari kalangan atas maupun bawah, yang dengannya ALLAH menghendaki kejayaan agama-NYA, dan melakukan berbagai pembebasan ke berbagai penjuru dunia, sehingga tidak ada lagi penduduk Bumi yang tidak mengatakan “Lā ilāha illā ALLAH”. [HR Abu Na’im]
Imam Mahdi adalah seorang laki-laki bernama Muhammad bin Abdullah. Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallāhu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda:
Akan menguasai dunia seorang laki-laki dari Ahlul Baitku. Namanya sama dengan namaku, keluarganya adalah keturunanku. Nama ayahnya sama dengan nama ayahku, dan kakek ibunya adalah juga kakekku.
Wallāhu a’lam
Sabtu, 24 Oktober 2015
Kisah waliyullah yg dibuang disampah
Seorang Kekasih Allah Yang Dibuang Pada
Penampungan Sampah
pada zaman Nabi Musa As. ada seorang fasik
(orang yang suka melakukan maksiat) yang
meninggal dunia, orang-orang disekitarnya
enggan memandikan dan menguburnya karena
ulah buruk yang sering ia lakukan. Mereka pun
menyeret kakinya dan membuangnya di tempat
penampungan sampah. Kemudian Allah
memberikan wahyu kepada Nabi Musa “Wahai
Musa, pada suatu perkampungan ada seseorang
yang meninggal dunia dan dibuang di tempat
penampungan sampah. Orang itu adalah salah
satu dari kekasih-Ku. Tetapi orang-orang
disekitarnya enggan untuk memandikan,
mengkafani, dan menguburnya. Maka pergilah
kamu, kemudian mandikan ia, berikan kafan dan
sholatilah ia, setelah itu kuburlah ia...!!!
Kemudian Nabi Musa As. pun segera pergi
mencari dan menemui penduduk perkampungan
tersebut. Beliau bertanya kepada penduduk
kampung tersebut tentang mayat seorang laki-
laki yang dibuang di tempat penampungan
sampah.Para penduduk kampung pun segera
mengantarkan Nabi Musa ke tempat dimana
mayat orang tersebut dibuang.
Nabi Musa bermunajah kepada Allah “Wahai
tuhanku, Engkau telah memerintah kepadaku
untuk menyolati dan menguburnya, tetapi para
penduduk telah memberi kesaksian buruk
terhadapnya. Maka Engkau lebih mengetahui dari
pada mereka atas kebaikan dan
keburukannya !!!”. Kemudian Allah memberikan
wahyu kepada Nabi Musa “Wahai Musa, benar
apa yang telah diceritakan para penduduk atas
keburukan tentangnya. Tetapi ia telah memohon
pertolongan kepada-Ku dengan tiga perkara saat
menjelang kematiannya. Jikalau semua para
pendosa meminta kepadaku dengan tiga perkara
tersebut, niscaya aku akan memberikannya,
sedangkan ia hanya meminta seorang diri. Dan
Aku adalah dzat yang lebih pengasih dari semua
orang yang pengasih...!!!
Nabi Musa pun bertanya “Wahai tuhanku, apa
tiga perkara tersebut ???”.
Allah pun berkata “Ketika telah dekat waktu
kematiannya, ia berdo’a “Wahai tuhanku, Engkau
mengetahui tentangku. Sungguh aku telah
melakukan maksiat, sedangkan di dalam hatiku
membenci melakukannya. Tetapi telah menyatu
tiga perkara sehingga aku melakukan maksiat
sedangkan hatiku membencinya, yaitu hawa
nafsu, teman yang buruk, dan iblis laknatullah
dan tiga perkara ini yang menjadikan aku senang
melakukan maksiat. Wahai tuhanku,
sesungguhnya Engkau mengetahui tentangku
atas apa yang telah aku ucapkan, maka
ampunilah aku !!!”.
Kedua, ia berdo’a “Wahai tuhanku, sesungguhnya
Engkau mengetahui aku melakukan maksiat dan
tempatku bersama orang-orang fasik. Tetapi aku
senang bergaul dengan orang-orang yang sholeh,
dan tempatku bersama orang-orang sholeh lebih
aku sukai dari pada bersama orang-orang
fasik !!!”.
Ketiga ia berdo’a “Wahai tuhanku, Engkau
mengetahui bahwa aku lebih suka bersama
dengan orang-orang yang sholeh dari pada
bersama orang-orang yang fasik, sehingga jika
aku bertemu dengan dua orang, seorang yang
sholeh dan seorang pembual, maka aku akan
mendahulukan kepentingan seorang yang sholeh
daripada seorang pembual. Wahai tuhanku, jika
Engkau memaafkan dan mengampuni dosa-
dosaku, maka para kekasih dan para nabi-Mu
akan turut senang, sedangkan syetan musuhku
dan musuh-Mu akan bersedih karenanya. Tetapi
jika engkau menyiksaku, maka syetan beserta
kawan-kawannya akan turut senang, sedangkan
para nabi dan kekasih-Mu akan bersedih.
Sesungguhnya aku mengetahui bahwa
kegembiraan para kekasih-Mu lebih Engkau cintai
dari pada kegembiraan syetan dan kawan-
kawannya, maka ampunilah aku !!! Ya Allah,
sesungguhnya engkau mengetahui atas apa yang
telah aku ucapkan, maka ampunilah aku dan
kasihanilah aku”. Kemudian Aku mengasihani dan
mengampuninya karena sesungguhnya Aku
adalah dzat yang penyayang dan pengasih bagi
orang yang mengakui dosa-dosanya dihadapa-Ku.
Dan orang ini telah mengakui dosanya, maka aku
mengampuni dan mengasihaninya.
Wahai Musa, lakukan apa yang telah aku perintah
karena sesungguhnya demi menghormatinya, aku
mengampuni orang yang mau menyolati dan
mengubur jenazahnya !!!”.
shollu ala nabi
Kitab Mawa’idul Usfuriyah karangan Syekh
Muhammad bin Abi Bakar, hal. 3.
Jumat, 23 Oktober 2015
Kisah karbala(keadaan pembunuh ahlulbait bait setelah peperangan)
Terbunuhnya Al- Husain secara menyedihkan
telah menimbulkan dorongan dikalangan tokoh2
Islam untuk menyelidiki peristiwa itu, Beberapa
penulis telah mengemukakan riwayat seputar
nasib para pembantai itu,
Ibnu Hajar dlm kitabnya yg berjudul Ash- Shawaiq
al- Muhriqah mengungkapkan suatu riwayat
bahwa, ternyata sesudah wafatnya Al- Husain,
tidak seorang pun di antara mereka yg turut serta
dlm pembunuhan itu yg selamat dari siksa
dunia,Mereka menemui kematian yg penuh
dengan siksaan, Ada yg mati terbunuh ,ada yg
buta, ada yg wajahnya tiba2 menjadi hitam
lembam, semua itu berlangsung dlm waktu
singkat sesudah Al- Husain wafat,
Sementara itu dlm kitabnya yg lain Tahdzib at-
Tahdzib, Ibnu Hajar mengemukakan suatu kisah
yg diriwayatkan oleh Umar An- Numairi yg
berasal dari Ubaid bin Junadah, ia mengisahkan
nasib tragis yg dialami seorang tua yg juga
terlibat pembunuhan itu,
Orang tua itu mrmbanggakan dirinya bahwa ia
telah ikut terlibat langsung dalam pembunuhan
tehadap Al- Husain, ",Lihatlah, aku tetap selamat
Tak ada sesuatu yg terjadi pada diriku, kata
orang tua itu dengan pongahnya,
Tapi tak lama sesudah ia mengucapkan kata2 itu
, Lampu minyak tempat ia berbicara dengan
beberapa orang lainnya kemudian meredup
karena rupanya sumbu lampu hampir habis orang
tua itu segera bangkit dari duduknya dan menuju
ke tempat lampu untuk berusaha
memperbaikinya,Dengan tangannya ia kemudian
berusaha menarik sumbu lampu tesebut, tiba2
saja api yg sudah redup disumbu itu menyala dan
langsung membakar jari2 nya,
Ia berusaha keras untuk memadamkan api yg
menyala- nyala du tangannya , Tetapi api tak juga
padam,
Dalam keadaan setengah putus asa, ia
memasukkan jari2 nya yg menyala itu ke dlm
mulutya agar apinya padam, Tetapi celaka! Api
yg berkobar makin besar itu malah menyambar
jenggotnya yg sudah putih tetapi masih lebsat
itu,
Api pun makin membesar, ia berteriak kesakitan
minta tolong, Namun tak seorangpun
menolongnya,Akhirnya seluruh tubuhnya terbakar
sehingga ia bagaikan obor besar,
Ia lalu lari keluar dari rumah dan melompat ke
dlm Sungai Furat( Euphrat) yg tidak jauh
letaknya dari tempat terebut, Beberapa saat
lamanya badannya tidak muncul di permukaan,
Ketika Akhir nya badannya muncul, tubuh orang
tua itu sudah berubah seperti sebatang tonggak
arang (Ath- Thabari, penulis sejarah islam
terkenal lainnya, dln kitabnya, Dzakhair al- Uqba,
juga memperkuat kisah itu)
Dlm karya Ibnu Hajar di atas juga dikisahkan
ihwal pembunuhan Al- Husain ketika
menyerahkan kpl Imam Husain kpd Ubsidillah bin
Ziyad, gubenur kufah, Karena mengharapkan
ganjaran besar, sambil menyerahkan kpl yg mulia
itu, bersyairlah di pembunuh tersebut::
Akan kupenuhi kantugku dengan emas dan perak
Sebagai ganjaran membunuh raja yg tak
bermahkota
Seorang yg pernah Shalat di dua kiblat
Yg berasal dari keturunan mulia
Akulah pembunuh orang yg terbaik Ayah -
Bundanya....
Tetapi Ibnu Ziyad, yg mendengarkan baris2 akhir
dari Syair pembunuh itu, kemudian menukas
dengan marah,
", Kalo kau tahu itu, mengapa kau bunuh dia?
Demi ALLAH, engkau tidak akan mendapatkan
imbalan yg bagus dari aku,
Malahan aku sertakan engkau dengan dia",
Setelah mengucapkan kata2 itu, Ibnu Ziyad
langsung memerintahkan kpl salah seorang
pengawalnya untuk menebas batang leher
pembunuh yg baru saja selesai mengucapkan
Syair dan mengharapkan ganjaran besar itu,
Demikian pula, pesta kemenangan pasukan
Ubaidillah bin Ziyad di kufah dan Yazid di
Damsyik atas Tragedi karbala ternyata tidak
berlangsung lama, kemenangan yg mereka
anggap sebagai suatu keberhasilan dlm
memantapkan kekuasaannya di segala penjuru
wilayah Islam itu justru menjadi sebaliknya, Umat
islam, setelah mengetahui kekejaman yg
dilakukan Ubadillah bin Ziyad dan khalifah Yazid,
akhirnya mengecam tindakan tersebut sebagai
tindakan yg melampaui batas dan perbuatan yg
biadab, Begitu marahnya umat islam, sampai
anggota keluarga dekat Yazid bin Mu' awiyah
sendiri pun menunjukkan rasa tidak senang atas
tindakan Yazid tersebut, Mereka menyesal dan
sedih luar biasa mendengar perbuatan biadab yg
ditimpakan atas keluarga keterunan Rasulullah
Saw,.
Yazid bin Mu' awiyah yg mula2 senang akan
kematian Al- Husain, tiba2 saja menjadi murung ,
Terngat olehnya nasihat Ayahnya, Khalifah
Muawiyah, sebelum meninggal Usahakan sejauh
mungkin agar tidak terjadi pertumpahan darah di
kalangan umat islam",Dan khalifah Mu' Awiyah
pernah meramalkan bahwa pada suatu waktu
akan terjadi tipu daya orang kufah untuk menarik
Al- Husain datang ke kota tetsebut, Apabila Al-
Husain telah masuk perangkap orang2 kufah",
kata Muawiyah, dan kamu dapat mengatasi dan
menguasai Al- Husain , hendaklah kamu
memaafkan Al- Husain , Cucu Rasulullah Saw,,
Kata2Ayahnya selalu mendengung dengung di
tilinganya, sedangkan kemarahan umat islam
terus menghantuinya, Akhirnya, terbukalah hati
Yazid bahwa ia telah melakukan kesalahan besar
maka sikap Yazid pun berubah, iapun mulai
menghormati dan memperlakukan para keluarga
Al- Husain yg masih hidup dengan kemarahan,
Tiga tahun setelah kejadian di padang karbala
itu, Yazid bin Muawiyah mati dengan cara yg
hina,,yaitu jatuh dari kudanya ketika sedang
mengejar monyet, Lehernya patah,
Adapaun Syamr bin Dzil Jausyan , yg juga
membunuh Al- Husain, terbunuh oleh Mukhtar bin
Abi Ubaid Ats- Tsaqfi, pelopor gerakan Tawwabin,
ia melemparkan jasad Syamr bin Dzil Jausyan
agar dimakan anjing..